Hari Tani Nasional, Petani Indonesia Justru Semakin Menderita

Adhitya Himawan

Minggu, 24 September 2017 | 12:12 WIB
Hari Tani Nasional, Petani Indonesia Justru Semakin Menderita
Sejumlah petani Surokonto Wetan, Kabupaten Kendal melakukan aksi di depan gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (28/8) [Suara.com/Oke Atmaja]

Pengamat pertanian Andreas Dwi Santosa menilai pada momentum hari tani nasional tahun ini nasib petani semakin menderita.

Andreas di Jakarta, Minggu (24/9/2017), mengatakan penilaian tersebut dapat dilihat dari nilai tukar petani (NTP) tahunan. Nilai tukar petani merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani.

"Kalau bicara tahunan, NTP 2014 dibanding NTP 2015 dibandingkan 2016 dan terus dibandingkan NTP 2017 terus mengalami penurunan. Artinya petani semakin lama semakin menderita," katanya.

Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) itu menambahkan, selain nilai tukar petani yang terus menurun, nilai tukar petani tanaman pangan juga terus merosot. Padahal, kesejahteraan petani tanaman pangan dianggap sangat krusial untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

"Yang lebih parah itu NTP tanaman pangan yang dua hingga tiga tahun belakangan ini di bawah 100. Ini maknanya, kesejahteraan petani terus menurun," ujarnya.

Dengan kondisi demikian, Andreas meminta hal tersebut jadi catatan penting bagi pemerintah. Ia juga mengingatkan agar program ke depan jangan hanya diarahkan untuk peningkatan produksi semata, melainkan juga untuk mensejahterakan kehidupan petani.

"Seharusnya program ke depan jangan diarahkan ke peningkatan produksi, tapi bagaimana memuliakan petani dan meningkatkan kesejahteraan petani. Segala upaya harus diarahkan ke sana, baik upaya fiskal maupun kebijakan lain seperti penganggaran," katanya.

Hari Tani Nasional dirayakan setiap tanggal 24 September, terutama oleh para petani di seluruh Indonesia. Tanggal 24 September ditetapkan sebagai pengingat bahwa pada tanggal itu tahun 1960, Presiden Republik Indonesia Soekarno menetapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960). (Antara)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

LIPI: Bank Belum Tertarik Salurkan Kredit ke Sektor Pertanian

LIPI: Bank Belum Tertarik Salurkan Kredit ke Sektor Pertanian

Bisnis | Jum'at, 22 September 2017 | 18:03 WIB

APTRI Laporkan Dugaan Monopoli Gula oleh Bulog ke KPPU

APTRI Laporkan Dugaan Monopoli Gula oleh Bulog ke KPPU

Bisnis | Minggu, 17 September 2017 | 17:04 WIB

Jokowi: Siapa yang Punya Pangan, Dia yang Mengendalikan

Jokowi: Siapa yang Punya Pangan, Dia yang Mengendalikan

Bisnis | Rabu, 06 September 2017 | 16:17 WIB

Menurut Presiden Jokowi, Ini Sebab Petani Indonesia Miskin

Menurut Presiden Jokowi, Ini Sebab Petani Indonesia Miskin

Bisnis | Rabu, 06 September 2017 | 15:37 WIB

Jokowi Sindir Lulusan IPB Lebih Banyak Kerja di Bank

Jokowi Sindir Lulusan IPB Lebih Banyak Kerja di Bank

Bisnis | Rabu, 06 September 2017 | 13:40 WIB

Petani Kendeng Bangun Tenda Darurat di Seberang Istana Merdeka

Petani Kendeng Bangun Tenda Darurat di Seberang Istana Merdeka

News | Senin, 04 September 2017 | 18:00 WIB

Desak Pemerintah Stop Gula Impor

Desak Pemerintah Stop Gula Impor

Foto | Senin, 28 Agustus 2017 | 14:03 WIB

Aksi Petani Surokonto Wetan

Aksi Petani Surokonto Wetan

Foto | Senin, 28 Agustus 2017 | 12:42 WIB

Tolak Kriminalisasi dan Perampasan Tanah Petani

Tolak Kriminalisasi dan Perampasan Tanah Petani

Foto | Jum'at, 18 Agustus 2017 | 17:22 WIB

Moeldoko Kritik Kebijakan Pemerintah Soal Distribusi Beras

Moeldoko Kritik Kebijakan Pemerintah Soal Distribusi Beras

Bisnis | Sabtu, 29 Juli 2017 | 19:18 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×