Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ini Dampak Panasnya Suhu Politik Pemilu 2019 ke Properti

Adhitya Himawan | Suara.com

Sabtu, 30 September 2017 | 14:40 WIB
Ini Dampak Panasnya Suhu Politik Pemilu 2019 ke Properti
Kawasan perumahan mewah di Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, Senin (17/10/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Meskipun siklus pasar properti telah menunjukkan titik balik sejak Kuartal III 2016, namun para pelaku pasar termasuk konsumen dan pengembang masih belum terlalu yakin pasar properti akan tumbuh signifikan. Berdasarkan survey yang dilakukan Indonesia Property Watch, tren pasar terus menunjukkan pergerakan positif meskipun masih tipis dan landai.

"Pada Kuartal 2017 pertumbuhan terindikasi naik 5,7 persen lebih tinggi dibandingkan Q1 Kuartal I 2016 yang anjlok 24 persen. Pergeseran pasar terjadi dari segmen menengah atas ke segmen menengah bawah. Hal ini juga yang menyebabkan porsi penjualan di segmen menengah bawah mendominasi sebesar 59,17 persen, diikuti segmen menengah 34,66 persen, dan segmen atas 6,17 persen," kata Direktur Eksekutif IPW, Ali Tranghanda, di Jakarta, Sabtu (30/9/2017).

Saat ini pergerakan di segmen menengah atas relatif sangat lamba karena disebabkan beberapa hal. Pertama, harga properti di segmen ini masih terindikasi over value dikarenakan kenaikan harga yang sangat tinggi periode 2010-2012, meskipun sudah mulai mencapai keseimbangan baru yang artinya harga yang terlalu tinggi sudah terkena dampak koreksi harga pasaran. Kedua, faktor psikologis terkait isu sensitif seperti keamanan dan politik yang membuat konsumen menengah atas ragu untuk berinvestasi di sektor properti. Keraguan ini juga terlihat dari masih banyaknya dana yang mengendap di perbankan hasil tax amesty.

"Bahkan di salah satu bank terbesar nasional, dana hasil tax amesty tersebut bernilai Rp57 triliun dan masih belum bergerak ke sektor riil termasuk properti. Para investor lebih memilih bermain saham dibandingkan membeli properti yang juga dapat terlihat dari pergerakan harga saham yang naik di semester 1 2017. Jadi yang terjadi sebenarnya adalah pasar properti sebenarnya relatif sudah siap untuk bangkit kembali," jelasnya.

Memasuki semester II 2017 ternyata pasar properti menengah atas pun sudah relatif lebih pulih dengan mulai banyaknya pengembang yang berani meluncurkan produk baru mereka dan penjualan pun relatif mulai bergerak naik. Daya beli sangat besar, tidak hanya di segmen atas, konsumen segmen menengah bawah pun bergerak signifikan di semester I/2017.

"Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, apakah pasar properti akan bergerak lebih tinggi lagi di semester II/2017? IPW menyadari keragu-raguan pasar saat ini, belum lagi ketika tahun 2019 menjadi tahun politik, maka perseteruan Pemilu membuat tensi politik sudah mulai bahkan sejak tahun ini. Dalam kondisi normal, siklus pasar properti diperkirakan akan mencapai titik tertinggi tahun 2019. Namun demikian agaknya Pemilu 2019 ini akan menjadi sebuah pertaruhan besar yang membuat tensi poilitik akan lebih memanas. Faktor ini sangat berpengaruh secara psikologis terhadap iklim investasi properti khususnya di segmen atas," tutur Ali.

IPW masih percaya bahwa siklus besar tren pasar properti akan menunjukkan tren naik sampai 2019. Pergerakan positif dipastikan akan terus bergerak meskipun landai sampai semester II 2018, menyusul pasar yang belum terlalu berani untuk berspekulasi terhadap kondisi politik di Indonesia. Artinya pasar properti akan naik dalam 1 tahun ke depan dan kembali stagnan sambil menunggu stabilitas politik di Indonesia.

Dampak tahun politik merupakan faktor sementara yang akan memengaruhi siklus besar pasar properti. Namun secara tren, hal ini tidak dapat diartikan siklus properti menurun. Dengan asumsi bahwa Pemilu relatif berjalan lancar, maka iklim investasi properti akan semakin kencang sepanjang tahun 2019. Jangan sampai Pemilu memberikan pengaruh negatif yang tentunya berdampak buruk tidak hanya bagi properti tapi bagi perekonomian nasional.

"Bila isu negatif masih sangat mengganggu, maka tentunya pasar properti akan mengalami stagnasi pasar yang lebih panjang lagi di sepanjang tahun 2019," tutup Ali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warga Kadungmangu Bogor Tak Kesulitan Ikut Simulasi Pemilu

Warga Kadungmangu Bogor Tak Kesulitan Ikut Simulasi Pemilu

News | Sabtu, 30 September 2017 | 12:52 WIB

Bupati Bogor Ikut Simulasi Pemilu 2019

Bupati Bogor Ikut Simulasi Pemilu 2019

News | Sabtu, 30 September 2017 | 11:55 WIB

KPU Gelar Simulasi Pemilu 2019 di Bogor

KPU Gelar Simulasi Pemilu 2019 di Bogor

News | Sabtu, 30 September 2017 | 11:01 WIB

Inilah Kemudahan yang Ditawarkan di Apartemen Cimanggis City

Inilah Kemudahan yang Ditawarkan di Apartemen Cimanggis City

Bisnis | Jum'at, 29 September 2017 | 14:46 WIB

Wow, Ada Developer di Balikpapan Jual Rumah Tanpa KPR Bank

Wow, Ada Developer di Balikpapan Jual Rumah Tanpa KPR Bank

Bisnis | Rabu, 27 September 2017 | 11:27 WIB

IPW: Banyak Pengembang Terjerat Lamanya Izin dan Biaya Siluman

IPW: Banyak Pengembang Terjerat Lamanya Izin dan Biaya Siluman

Bisnis | Rabu, 20 September 2017 | 20:31 WIB

Sinar Mas Land akan Sulap BSD City Jadi  'Silicon Valley'-nya RI

Sinar Mas Land akan Sulap BSD City Jadi 'Silicon Valley'-nya RI

Bisnis | Minggu, 17 September 2017 | 20:17 WIB

Rizieq Shihab Takut Ditahan Sampai Pilpres 2019 Selesai

Rizieq Shihab Takut Ditahan Sampai Pilpres 2019 Selesai

News | Jum'at, 15 September 2017 | 00:01 WIB

Luhut Tegaskan Reklamasi Pulau C dan D Harus Jalan Terus

Luhut Tegaskan Reklamasi Pulau C dan D Harus Jalan Terus

Bisnis | Kamis, 14 September 2017 | 02:00 WIB

Bank Permata Tawarkan Produk KPR dengan Bunga Nol Persen

Bank Permata Tawarkan Produk KPR dengan Bunga Nol Persen

Bisnis | Rabu, 13 September 2017 | 06:08 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB