Proses KPR Subsidi Lambat, BTN Dikeluhkan Banyak Pengembang

Adhitya Himawan | Suara.com

Sabtu, 30 September 2017 | 14:53 WIB
Proses KPR Subsidi Lambat, BTN Dikeluhkan Banyak Pengembang
Kantor Pusat BTN di Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Indonesia Property Watch mengharapkan pemerintah dan perbankan segera melakukan evaluasi terkait program sejuta rumah yang mengalami kemunduran. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan Indonesia Property Watch, rendahnya penyaluran rumah subsidi FLPP bukanlah semata-mata menurunnya daya beli masyarakat.

“Rendahnya penyaluran FLPP saat ini bukan dikarenakan rendahnya permintaan. Kinerja dan mekanisme penyaluran KPR FLPP harus dievaluasi karena masih dirasa lambat oleh para pengembang rumah sederhana,”kata Ali Tranghanda, CEO IPW, di Jakarta, Sabtu (30/9/2017).

Berdasarkan survey yang dilakukan IPW, tingkat penjualan rumah subsidi mengalami peningkatan permintaan, terlihat dari naiknya tingkat penjualan rumah subsidi di wilayah Banten sebesar 32 persen (yoy) di Q2-2017 dibandingkan triwulan yang sama tahun lalu. Namun demikian hal ini berbanding terbalik dengan realisasi penyaluran KPR FLPP yang justru anjlok hampir 73 persen menjadi hanya sebesar 8.969 unit per Agustus 2017 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 33.347 unit.

"Kondisi ini harusnya menjadi perhatian penuh pemerintah untuk dapat mengevaluasi dan memperbaiki penyaluran KPR FLPP," tutur Ali.

Menanggapi hal tersebut, IPW melihat terdapat beberapa hal yang terindikasi sebagai faktor merosotnya penyaluran KPR FLPP. Antara lain dipangkasnya anggaran untuk KPR FLPP dari Rp9,7 triliun menjadi Rp3,1 triliun secara otomatis akan memberikan keterbatasan kuota bagi konsumen FLPP. Meskipun skema dirubah menjadi Subsidi Selisih Bunga, tetap saja secara total kuota FLPP menjadi lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.

Kedua, kinerja perbankan dalam penyaluran KPR FLPP relatif masih dianggap lambat. Kinerja PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk sebagai bank penyalur terbesar FLPP sebanyak 92 persen masih banyak dikeluhkan para pengembang rumah subsidi di daerah-daerah. Lambatnya proses KPR FLPP menyebabkan banyak pengembang yang terhambat cashflow karena rumah sudah jadi namun proses KPR FLPP belum selesai sebagaimana mestinya.

Dengan permintaan yang cukup besar, maka bank-bank BUMN harusnya terus didorong untuk dapat membantu penyaluran KPR FLPP sesuai dengan semangat BUMN hadir untuk negeri dan jangan hanya sebatas slogan.

"Lambatnya proses KPR FLPP membuat banyak pengembang rumah sederhana yang mulai beralih beralih ke fasilitas non FLPP meskipun harga rumahnya tidak terlalu dan menggunakan bunga komersial. Hal ini yang membuat penyaluran KPR FLPP mengalami penurunan karena beralih ke KPR non FLPP," tuturnya.

Belum lagi masalah perizinan di daerah-daerah yang masih mempersulit pengembang perumahan sederahan. Ali mengklaim IPW telah mengingatkan hal ini di awal tahun 2016 dan seharusnya pemerintah dapat menanggapi hal ini secara serius sebelum terlambat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

IPW Akui Program Sejuta Rumah Banyak Dijegal Spekulan

IPW Akui Program Sejuta Rumah Banyak Dijegal Spekulan

Bisnis | Sabtu, 30 September 2017 | 14:46 WIB

Bank Mandiri Dongkrak Nilai Tambah Nasabah Korporasi

Bank Mandiri Dongkrak Nilai Tambah Nasabah Korporasi

Bisnis | Rabu, 27 September 2017 | 14:55 WIB

BRI Beri Kartu Co Branding ke Pedagang PD Pasar Jaya

BRI Beri Kartu Co Branding ke Pedagang PD Pasar Jaya

Bisnis | Rabu, 27 September 2017 | 14:43 WIB

Wow, Ada Developer di Balikpapan Jual Rumah Tanpa KPR Bank

Wow, Ada Developer di Balikpapan Jual Rumah Tanpa KPR Bank

Bisnis | Rabu, 27 September 2017 | 11:27 WIB

BRI akan Luncurkan Kartu Kredit dan BRIZZI "Wonderful Indonesia"

BRI akan Luncurkan Kartu Kredit dan BRIZZI "Wonderful Indonesia"

Bisnis | Selasa, 26 September 2017 | 15:12 WIB

Antisipasi Gunung Agung, BRI Bangun Posko Darurat Bencana di Bali

Antisipasi Gunung Agung, BRI Bangun Posko Darurat Bencana di Bali

Press Release | Minggu, 24 September 2017 | 15:01 WIB

BRI Luncurkan Kartu Pekerja Indonesia - Malaysia

BRI Luncurkan Kartu Pekerja Indonesia - Malaysia

Bisnis | Minggu, 24 September 2017 | 14:00 WIB

BRI Apresiasi Atlet Karate Berprestasi Pada Sea Games 2017

BRI Apresiasi Atlet Karate Berprestasi Pada Sea Games 2017

Press Release | Minggu, 24 September 2017 | 13:47 WIB

IPW: Banyak Pengembang Terjerat Lamanya Izin dan Biaya Siluman

IPW: Banyak Pengembang Terjerat Lamanya Izin dan Biaya Siluman

Bisnis | Rabu, 20 September 2017 | 20:31 WIB

Gandeng Bank Mandiri, Pertamina Lakukan Notional Pooling

Gandeng Bank Mandiri, Pertamina Lakukan Notional Pooling

Bisnis | Rabu, 20 September 2017 | 18:08 WIB

Terkini

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB