Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Kembalikan Fungsi Alami, PUPR Revitalisasi Danau Tondano

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Jum'at, 17 November 2017 | 09:54 WIB
Kembalikan Fungsi Alami, PUPR Revitalisasi Danau Tondano
Kementerian PUPR merevitalisasi Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), saat ini memprioritaskan pemulihan fungsi 15 danau kritis di Indonesia. Salah satunya Danau Tondano, di Kabupaten Minahasa, yang merupakan danau terbesar di Provinsi Sulawesi Utara. Danau ini mengalami proses pendangkalan, akibat masifnya pertumbuhan eceng gondok dan sedimentasi.

"Kementerian PUPR tengah melakukan revitalisasi Danau Tondano, untuk mengembalikan fungsi alaminya sebagai tampungan air, termasuk penataan di kawasan DAS. Kita akan keruk sedimen dan bersihkan eceng gondok, seperti halnya di Danau Rawapening, Danau Limboto dan Danau Toba," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, baru-baru ini.

Kegiatan revitalisasi danau diantaranya berupa pengerukan danau, pembuatan tanggul pembatas badan air, pengendalian gulma air dengan pembersihan eceng gondok secara rutin, dan penetapan zona sempadan danau.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PUPR, Imam Santoso, mengatakan, total rencana panjang tanggul yang akan dibuat  adalah sepanjang 17,9 km. Pada 2014-2017, sudah terbangun tanggul sepanjang 2,7 km, dengan total alokasi anggaran sebesar Rp82,61 miliar.

"Pembangunan tanggul bertujuan untuk mencegah terjadinya alih fungsi dan okupasi lahan di kawasan tepi danau, walaupun sebenarnya, masyarakat kawasan Danau Tondano sesungguhnya sudah memiliki kesadaran tidak melakukan okupasi pada sempadan danau," kata Imam, saat meninjau Danau Tondano, didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi, I Djidon R Watania, Sulawesi Utara,  Rabu (15/11/2017).



Selain membangun tanggul, Kementerian PUPR juga akan membersihkan eceng gondok yang menggenangi danau secara bertahap. Sebagai langkah awal, Ditjen SDA akan mengirim dua harvester berky untuk mengangkat eceng gondok.

"Nanti akan ditambah excavator dan dump truck," katanya.

Eceng gondok biasanya tumbuh di danau daerah-daerah tropis, dengan kandungan nutrien seperti nitrogen, fosfat dan potasium yang tinggi di dalam sedimennya. Dengan jumlah dan pertumbuhan eceng gondok yang cepat, maka fungsi utama danau menjadi terganggu dan cepat dangkal, sehingga mengurangi volume tampungan danau.  

"Dengan bersih dari eceng gondok, Danau Tondano kelak bisa dimanfaatkan untuk mendukung olahraga dayung, pariwisata, dan perikanan," ujar Imam.

Danau Tondano memiliki luas  4.616 hektare, dimana sekitar 500 ha digenangi eceng gondok. Luasnya pun mengalami penyusutan, dimana pada 1992, luasnya sekitar 4.800 ha, sehingga dalam kurun waktu 25 tahun terakhir telah menyusut 184 ha.

Normalisasi Sungai Tondano
Selain revitalisasi Danu Tondano, Kementerian PUPR, melalui BWS Sulawesi I juga tengah menormalisasi Sungai Tondano sepanjang 1.700 m, yang dibagi menjadi dua paket pekerjaan. Paket pertama (6A) sepanjang 800 m dan paket kedua (6B) sepanjang 900 m.

"Program flood control for selected cities dilakukan dengan dukungan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) di beberapa kota, seperti Padang, Palembang, Gorontalo, Surabaya, dan Manado," ujar Imam.

Untuk paket 6A (800 m) dilakukan dari Jembatan Megawati hingga Jembatan Mahakam, dan dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya, dengan nilai kontrak sebesar Rp64,8 miliar. Paket 6B (900 m) dikerjakan dari kawasan Jembatan Mahakam hingga wilayah pertemuan Sungai Tikala dan Sungai Tondano,  oleh PT Basuki Rahmanta Putra, dengan anggaran Rp78,34 miliar.

Kedua paket ini mulai dikerjakan sejak Maret 2016 dan ditargetkan selesai 30 September 2018, sesuai kontrak dengan progress masing-masing sebesar 42,64 persen dan 43,97 persen.

Menurut Imam, normalisasi Sungai Tondano bertujuan untuk menambah kapasitas sungai, dari lebar sebelumnya 10-15 m menjadi 30 m, sehingga bisa menampung debit 450 m3/detik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri PUPR Cek Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan

Menteri PUPR Cek Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan

News | Kamis, 16 November 2017 | 11:00 WIB

Kerjakan Cepat Bendungan Lolak, Menteri PUPR Minta "Safety First"

Kerjakan Cepat Bendungan Lolak, Menteri PUPR Minta "Safety First"

News | Kamis, 16 November 2017 | 09:13 WIB

Menteri PUPR Instruksikan Pembangunan Tol Manado-Bitung Dikebut

Menteri PUPR Instruksikan Pembangunan Tol Manado-Bitung Dikebut

News | Rabu, 15 November 2017 | 13:07 WIB

Terkini

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:18 WIB

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:57 WIB

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:31 WIB

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:25 WIB

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:30 WIB