Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

PUPR: Pada 2018, Bank Dunia Bantu Pembangunan "Rumah Swadaya"

Fabiola Febrinastri

Rabu, 06 Desember 2017 | 11:03 WIB
PUPR: Pada 2018, Bank Dunia Bantu Pembangunan "Rumah Swadaya"
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid. (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Hingga awal Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan mencatat, capaian "Program Satu Juta Rumah" sebanyak 765.120 unit. Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengaku optimistis, capaian hingga akhir 2017 dapat lebih tinggi dari 2015, sebanyak 699.770 unit, dan pada 2016 sebanyak 805.169 unit.  

Capaian tersebut didominasi oleh pembangunan rumah bagi  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 70 persen, sementara rumah non-MBR yang terbangun sebesar 30 persen.

“Sebanyak 619.868 unit merupakan rumah MBR dan 145.252 unit untuk non-MBR, sehingga totalnya 765.120 unit, “ kata Khalawi, Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Dalam mencapai target Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015  sebagai bagian Nawa Cita, sekitar 20 persen merupakan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR. Bangunan itu dalam bentuk rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya, maupun bantuan stimulan prasarana dan utilitas (PSU).

Kemudian 30 persen lainnya dibangun oleh pengembang perumahan subsidi yang mendapatkan fasilitas KPR FLPP, subsisdi selisih bunga dan bantuan uang muka. Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang.

Akibat keterbatasan APBN, Khalawi mengatakan, pihaknya mendorong berbagai pemangku kepentingan bidang perumahan seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, asosiasi pengembang (seperti REI dan APERSI), corporate social responsibility (CSR) perusahan, perbankan dan masyarakat.



Rincian hasilnya, yang dibangun oleh Kementerian PUPR sebanyak 183.977 unit, kementerian atau lembaga lain 1.566 unit, pemerintah daerah 148.180 dan pengembang 250.916 unit. Selain itu, CSR juga berkontribusi sebanyak 118 unit dan 35.111 unit sisanya dibangun oleh masyarakat secara mandiri.

Hingga saat ini, menurut Khalawi, tantangan terbesar dalam pelaksanaan Program Satu Juta Rumah adalah ketersediaan lahan dan percepatan perijinan pembangunan perumahan yang belum diterapkan secara merata di daerah.

Sebagai salah satu langkah untuk mengatasi ketersediaan lahan, ia berharap konsep bank tanah dapat segera terwujud. Selain itu, menurutnya, pemerintah juga mendorong pengembangan kota mandiri yang menyediakan lahan permukiman yang besar, namun tetap memperhatikan konsep hunian berimbang.

"Kita dorong kehadiran kota baru mandiri seperti Maja. Tapi aturan hunian berimbang diterapkan. Kita juga kembangkan hunian vertikal, karena apartemen sewa jadi jawaban untuk generasi milenial kita," ujarnya.

Terkait kebijakan, menurutnya, pemerintah pusat terus mendorong kemudahan perizinan pembangunan perumahan dengan telah mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi XIII tentang Perumahan untuk MBR, yang diikuti terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor: 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah pada 29 Desember 2016.

Regulasi ini mendorong kemudahan dan kecepatan perizinan pembangunan perumahan dan dukungan untuk meningkatkan daya beli MBR akan rumah, antara lain Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) agar kualitas bangunan dan lingkungan perumahan sejahtera tetap terjaga.

“Seandainya regulasi ini dijalankan oleh semua daerah. Saya yakin target sejuta rumah dapat tercapai dan pengembang jadi bergairah,” kata Khalawi.

Progres Anggaran 2017 dan Rencana 2018
Secara persentase, dikatakannya, progres fisik di Ditjen Penyediaan Perumahan tahun ini lebih tinggi jika dibandingkan pada tanggal yang sama pada 2016.

"Kalau persentase sampai 4 Desember 2017, capaiannya sudah 86,7 persen. Lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya 73,66 persen. Saya optimistis target 95 persen dapat dicapai," tambah Khalawi.

Selanjutnya pada 2018, Khalawi mengungkapkan, Ditjen Penyediaan Perumahan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp9,633 triliun. Alokasi itu terdiri atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp9,38 triliun dan pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) dari Bank Dunia sebesar US$ 250 juta.

Adapun untuk target fisik, rumah swadaya direncanakan pembangunan sebanyak 180.300 unit, rumah khusus 4.550 unit, rumah susun 13.405 unit, dan rumah umum dan komersial 27.500 unit.

Khusus rumah swadaya, ia mengungkapkan, pada 2018 akan terdapat bantuan dari Bank Dunia, dengan nama "National Affordable Housing Program", dengan target sekitar 60 ribu unit.

“Pinjaman lunak dari Bank Dunia itu, salah satunya untuk rumah swadaya, tapi rinciannya masih dibahas dan akan disepakati bersama dalam loan agreement. Kita harapkan akan ditandatangani pada 2018, dimana dieksekusi bersama Ditjen Pembiayaan Perumahan,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden: Tol Soroja Pangkas 1,5 Jam Perjalanan Jadi 12 Menit

Presiden: Tol Soroja Pangkas 1,5 Jam Perjalanan Jadi 12 Menit

Bisnis | Selasa, 05 Desember 2017 | 11:00 WIB

Menteri PUPR: Pembuatan Jembatan Bentang Panjang Tak Perlu Impor

Menteri PUPR: Pembuatan Jembatan Bentang Panjang Tak Perlu Impor

Bisnis | Senin, 04 Desember 2017 | 10:13 WIB

Menteri PUPR:  Jembatan Holtekamp akan Jadi Ikon Wisata Papua

Menteri PUPR: Jembatan Holtekamp akan Jadi Ikon Wisata Papua

Bisnis | Senin, 04 Desember 2017 | 07:31 WIB

Terkini

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 06:08 WIB

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB