Menteri PUPR: Jembatan Holtekamp akan Jadi Ikon Wisata Papua

Fabiola Febrinastri

Senin, 04 Desember 2017 | 07:31 WIB
Menteri PUPR:  Jembatan Holtekamp akan Jadi Ikon Wisata Papua
Jembatan Holtekamp yang akan ditempatkan di Papua. (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Konstruksi satu dari dua box baja pelengkung bentang utama Jembatan Holtekamp yang diproduksi di PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, telah rampung dan siap dikirim dengan kapal secara utuh ke Jayapura untuk dipasang. Pengiriman box baja pelengkung dengan panjang 120 meter tersebut dilakukan Minggu, (3/12/2017), bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti PU ke-72.

“Umumnya, perangkaian sebuah jembatan dilakukan di lokasi. Namun untuk Holtekamp, perangkaian konstruksi dilakukan di tempat berbeda, yaitu di PT PAL Indonesia Surabaya,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, baru-baru ini.

Pembuatan pelengkung bentang tengah tersebut dilakukan sejak Juli 2017, dan untuk pengiriman box baja pelengkung kedua akan dilakukan pada pertengahan Desember 2017.   

Dalam pembuatannya, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang digunakan dalam pembangunan jembatan mencapai 95 persen. Hal ini bertujuan untuk mendukung peningkatan pemanfaatan dan produksi baja dalam negeri.

Beberapa kelebihan lainnya adalah merupakan jembatan lengkung box dengan bentang terpanjang dan terlebar di indonesia. Ini menjadi pengiriman jembatan utuh terjauh, yakni 3.200 km dari Surabaya ke Jayapura, dengan perkiraan lama perjalanan selama 30 hari. Jembatan ini juga dilengkapi spesial bearing, yang dinamakan seismic isolation pendulum bearing dan spesial expansion joint.

Pertimbangan untuk memproduksi bentang utama oleh PT. PAL Indonesia di Surabaya adalah untuk mitigasi kegagalan konstruksi bila rangka bentang utama dikerjakan di Jayapura. Pasalnya, kawasan tersebut termasuk lokasi rawan gempa, sehingga akan meningkatkan aspek keselamatan kerja, meningkatkan kualitas pengelasan, dan mempercepat waktu pelaksanaan 3 bulan.

Panjang bentang utama adalah 400 m, ditambah jembatan pendekat 332 m, yang terdiri 33 m pendekat dari arah Hamadi dan 299 m dari arah Holtekamp, sehingga total panjang jembatan keseluruhan 732 m. Lebar jembatan adalah 21 m, yang terdiri 4 lajur 2 arah, yang dilengkapi median jalan.

Jembatan Holtekamp memiliki nilai strategis, yakni untuk mengatasi kepadatan kawasan perkotaan, pemukiman dan kegiatan perekonomian di dalam Kota Jayapura. Pasalnya, jembatan ini memangkas jarak tempuh hingga 17 km di antara kedua lokasi tersebut.

Hal ini berpengaruh pada waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Muara Tami yang akan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, yang sebelumnya membutuhkan waktu 2,5 jam dan kini menjadi 60 menit saja.

Pembangunan Jembatan Holtekamp dilakukan bersama oleh Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura. Kementerian PUPR mendanai pembangunan jembatan utama, Pemerintah Provinsi Papua mendanai pembangunan Jembatan Pendekat Arah Holtekamp, dan Pemerintah Kota Jayapura mendanai pembangunan jalan pendekat dan pembebasan lahan.

Biaya yang dikeluarkan untuk membangun jembatan di atas Teluk Youtefa ini mencapai Rp1,7 triliun. Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya.

Basuki menargetkan pembangunan Jembatan Holtekamp di Kota Jayapura dapat diselesaikan pada September 2018, atau lebih cepat dari rencana semula pada 2019. Saat ini progres pembangunan fisik jembatan telah mencapai 78,68 persen.

"Pembangunan Jembatan Holtekamp tidak banyak mengalami kendala. Sesuai rencana awal akan selesai tahun 2019, namun tengah kami upayakan percepatan penyelesaiannya," kata Menteri Basuki.

Pembangunan Jembatan Holtekamp yang memiliki tipe Steel Box Arch Bridge akan menjadi ikon dan destinasi wisata baru di Papua, khususnya Jayapura.

"Kami sudah memiliki desainnya. Ruang terbuka hijau akan dibangun di kaki jembatan yang dapat dinikmati masyarakat luas. Selain itu juga bisa dikembangkan untuk olahraga air, seperti ski dan dayung," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bangun  Infrastruktur,  Serapan Keuangan PUPR Capai Rp75,55 T

Bangun Infrastruktur, Serapan Keuangan PUPR Capai Rp75,55 T

Bisnis | Kamis, 30 November 2017 | 11:30 WIB

PUPR: 35 Ruas Tol Berhasil Tarik Dana Swasta Rp300 T

PUPR: 35 Ruas Tol Berhasil Tarik Dana Swasta Rp300 T

Bisnis | Kamis, 30 November 2017 | 09:33 WIB

Untuk Atasi Kekeringan di NTT, PUPR Bangun 7 Bendungan

Untuk Atasi Kekeringan di NTT, PUPR Bangun 7 Bendungan

Bisnis | Rabu, 29 November 2017 | 09:03 WIB

Terkini

Viral Monyet-monyet Bikin Formasi 'Jembatan Hidup' Selamatkan Diri dari Kebakaran Hutan

Viral Monyet-monyet Bikin Formasi 'Jembatan Hidup' Selamatkan Diri dari Kebakaran Hutan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Bahlil Targetkan Ekspor Nikel Tembus 45 Miliar Dolar AS pada 2026

Bahlil Targetkan Ekspor Nikel Tembus 45 Miliar Dolar AS pada 2026

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:04 WIB

PLN Batam Ungkap Penyebab Blackout di Kepri: Monyet

PLN Batam Ungkap Penyebab Blackout di Kepri: Monyet

Batam | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Viral Mata Melotot Gubernur Bali Wayan Koster Kena Damprat Pegawai SPBU: Saya Bukan Robot Pak

Viral Mata Melotot Gubernur Bali Wayan Koster Kena Damprat Pegawai SPBU: Saya Bukan Robot Pak

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:00 WIB

YG Entertainment Bagikan Update Dua Grup Idol Baru, Debut Masih Menunggu

YG Entertainment Bagikan Update Dua Grup Idol Baru, Debut Masih Menunggu

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Cara Mengatasi Lipstik Menempel di Cangkir atau Pakaian saat Acara Formal

Cara Mengatasi Lipstik Menempel di Cangkir atau Pakaian saat Acara Formal

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Alasan Sestama BNPB Rustian Tak Ditahan KPK Meski Ikut Terjaring OTT

Alasan Sestama BNPB Rustian Tak Ditahan KPK Meski Ikut Terjaring OTT

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Awas, Ini Batas Aman agar Bayi Tidak Rewel!

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Awas, Ini Batas Aman agar Bayi Tidak Rewel!

Health | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Guru Besar FKUI: Dampak Kesehatan Asap Karhutla Sudah Diperingatkan Sejak 26 Tahun Lalu

Guru Besar FKUI: Dampak Kesehatan Asap Karhutla Sudah Diperingatkan Sejak 26 Tahun Lalu

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Mengenang Omongan Prabowo 2015: Saat Karhutla Tak Kunjung Berstatus Bencana Nasional

Mengenang Omongan Prabowo 2015: Saat Karhutla Tak Kunjung Berstatus Bencana Nasional

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:56 WIB

×