Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Menaker: Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia Terus Meningkat

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 09 Desember 2017 | 14:01 WIB
Menaker: Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia Terus  Meningkat
Menaker, Hanif Dhakiri, dalam dalam acara penganugerahaan Paramakarya tahun 2017, diJakarta, Jumat (8/12/2017). (Sumber: Kemnaker)

Suara.com - Hasil pengukuran produktivitas nasional, regional, dan sektoral  yang dilakukan pada 2016 oleh Kementerian Ketenagakerjaan, yang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik selama periode 2011-2015, produktivitas tenaga kerja di Indonesia terus meningkat.  Produktivitas tahun 2015 mencapai Rp78,18 juta per tahun  per- tenaga kerja, atau  meningkat 4,62 persen dibanding tahun sebelumnya.

Demikian kata Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, saat memberikan laporan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam acara penganugerahaan Paramakarya tahun 2017, diJakarta, Jumat (8/12/2017). Hadir dalam kesempatan ini, Menteri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, para gubernur, bupati dan walikota  dari daerah asal perusahaan penerima anugerah Paramakarya 2017.

Terkait upaya peningkatan produktivitas tenaga kerja di Indonesia, Hanif mengatakan, gerakan produktivitas dan daya saing harus digelorakan kembali, bukan hanya oleh dunia usaha tapi juga dunia pendidikan, institusi pemerintah, dan organisasi lain secara terus menerus.

"Tingkat produktivitas tenaga kerja harus ditingkatkan dengan cara memperbaiki diri untuk menerapkan prinsip-prinsip efektivitas, efisiensi, kualitas, dan ramah lingkungan dalm berpikir, bertindak, dan berkarya, " katanya.

Ia mengatakan pentingnya memacu efektivitas, efisiensi, kualitas dan ramah lingkungan dalam berproduksi. Bahkan jika memungkinkan, harus digerakkan secara nasional untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan untuk mensejajarkan Indonesia dengan negara-negara lainnya.

"Perusahaan yang berhasil meningkatkan produktivitasnya, sebagaimana yang hadir pada saat ini, perlu dipacu terus dan ditularkan, agar jumlahnya semakin banyak dan menyebar ke seluruh nusantara, " kata Hanif.

Meskipun tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia terus naik, dibandingkan dengan kondisi produktivitas negara-negara di ASEAN,  Indonesia berada di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Bahkan jika dibandingkan dengan Jepang, pekerja di Jepang mampu menciptakan output hampir empat kali lipat dari nominal uang yang dihasilkan di Indonesia dengan durasi yang sama.

"Kita perlu terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, agar kompetensi kerja terus meningkat, dan pada akhirnya mendukung produktivitas. Upaya peningkatan kualitas SDM bisa dilakukan dengan pelatihan kerja di balai latihan kerja dan program pemagangan, " kata Hanif.

Ia menambahkan, secara regional ada delapan provinsi yang produktivitas tenaga kerjanya di atas angka nasional.  Kedelapan provinsi itu adalah  Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Riau, Papua Barat, Papua dan Jambi.

Produktivitas tenaga kerja terendah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu sebesar 25,60 juta per tenaga kerja per tahun.

"Sementara  tingkat kabupaten/kota, Jakarta Pusat menjadi Provinsi DKI Jakarta yang tertinggi, sedangkan yang terendah sebesar 4,98 juta per orang per tahun terjadi di Kabupaten Sumba Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur, " ujar Hanif lagi.

Untuk kategori lapangan usaha, produktivitas tertinggi oleh real estate, yaitu sebesar Rp927,17 juta per tenaga kerja per tahun, sedangkan terendah terjadi di kategori lapangan usaha lainnya, yakni sekitar Rp27 juta per tenaga kerja per tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wapres Minta Pengusaha Tingkatkan Inovasi dan Keterampilan Usaha

Wapres Minta Pengusaha Tingkatkan Inovasi dan Keterampilan Usaha

Bisnis | Sabtu, 09 Desember 2017 | 13:42 WIB

Soal Efisiensi Anggaran, Menaker: Presiden Apresiasi Kemnaker

Soal Efisiensi Anggaran, Menaker: Presiden Apresiasi Kemnaker

News | Jum'at, 08 Desember 2017 | 13:00 WIB

Jakarta Raih "Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan" Tertinggi 2017

Jakarta Raih "Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan" Tertinggi 2017

News | Kamis, 07 Desember 2017 | 13:00 WIB

Terkini

Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim

Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:32 WIB

Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg

Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:10 WIB

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:03 WIB

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:53 WIB

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:37 WIB

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:31 WIB

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:13 WIB

Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK

Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:37 WIB

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:14 WIB