Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.831

Harga Biji Kopi Turun Jelang Akhir Tahun

Chaerunnisa

Rabu, 20 Desember 2017 | 07:39 WIB
Harga Biji Kopi Turun Jelang Akhir Tahun
Biji kopi salah satu bahan pangan yang banyak mengandung kaffein. [Shutterstock]

Suara.com - Harga jual biji kopi tingkat petani di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menjelang akhir tahun 2017 mengalami penurunan sebesar Rp2.000 per kilogram.

Menurut keterangan Halip (90), warga Desa Air Dingin, Kecamatan Sindang Kelingi, Rabu (19/12/2017), saat ini harga kopi bijian di wilayah itu tidak stabil, bisa naik dan turun dalam beberapa hari saja.

"Biasanya harga biji saat ini dibeli oleh para pengumpul yang masuk ke desa kami Rp22.000 per kg, tapi sejak beberapa hari ini harganya turun menjadi Rp20.000. Harga kopi ini turun karena para toke kopinya akan tutup pembukuan karena tahun 2017 akan berakhir," katanya, seperti diwartakan Antara.

Kendati harga biji kopi saat ini mengalami penurunan, namun kalangan petani di daerah tersebut kata dia, tetap menyukurinya karena harga jual ini tergolong masih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lewat.

Halip yang mengolah lahan seluas satu hektare ini mengaku setiap kali musim panen tiba antara Juni sampai November bisa menghasilkan 1,5 ton biji kopi kering yang jika dijual dengan harga sekarang berkisar Rp30 juta.

"Buah kopi ini bisa saja lebih banyak dihasilkan jika saya rajin melakukan pemupukan. Tetapi karena usia sudah tidak memungkinkan lagi sehingga kebun kopinya saya biarkan tumbuh alami, dan hanya dilakukan pembersihan ranting maupun rumput saja," ungkapnya.

Kalangan masyarakat Desa Air Dingin kata Halip, selain menjual biji kopi yang sudah kering juga biasa menjual kopi mentah atau yang masih hijau dengan harga jual Rp3.000 per kg. Hal ini terpaksa mereka lakukan jika sudah tidak memiliki uang sementara menunggu kopi kering membutuhkan waktu hingga seminggu, bahkan jika musim hujan turun bisa sampai satu bulan baru bisa kering.

Sementara itu Dedi (43) warga Desa Air Dingin lainnya mengatakan, kendala yang mereka hadapi saat ini selain harga jual kopi yang tidak tetap juga maraknya aksi pencurian buah kopi di batang maupun biji kopi yang sudah dipanen saat mereka simpan di pondok dalam kebun.

"Kalau lagi musim kopi terpaksa harus ditunggu, kalau tidak kopinya akan habis diambil pencuri. Aksi pencurian buah kopi ini sangat meresahkan, karena selain mengambil buah kopi di batang mereka juga sering mengambil kopi yang sudah kami panen saat disimpan di pondok," tutup Dedi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Minum Kopi di Pagi Hari Ternyata Kurang Tepat Lho!

Minum Kopi di Pagi Hari Ternyata Kurang Tepat Lho!

Health | Sabtu, 16 Desember 2017 | 07:47 WIB

Kopi Luwak Punya Banyak Keunggulan, Mungkinkah Dijual Murah?

Kopi Luwak Punya Banyak Keunggulan, Mungkinkah Dijual Murah?

Lifestyle | Selasa, 12 Desember 2017 | 11:50 WIB

Sensasi Menyeruput Kopi Bengkulu

Sensasi Menyeruput Kopi Bengkulu

Lifestyle | Minggu, 26 November 2017 | 16:40 WIB

Minum Kopi Tiga Gelas Sehari Kurangi Risiko Kematian Dini

Minum Kopi Tiga Gelas Sehari Kurangi Risiko Kematian Dini

Health | Kamis, 23 November 2017 | 16:45 WIB

Minum Kopi Baik untuk Jantung Lho

Minum Kopi Baik untuk Jantung Lho

Health | Jum'at, 17 November 2017 | 08:00 WIB

Pencinta Kopi Hitam Psikopat?

Pencinta Kopi Hitam Psikopat?

Lifestyle | Kamis, 16 November 2017 | 23:00 WIB

Terkini

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

×