Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Sri Mulyani: Realisasi Pajak 2018 Tumbuh Positif

Arsito Hidayatullah, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 20 Februari 2018 | 19:45 WIB
Sri Mulyani: Realisasi Pajak 2018 Tumbuh Positif
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Suara.com - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018 per 31 Januari 2018, menurut paparan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, memberikan indikator yang sehat. Tercatat realisasi pendapatan negara sebesar Rp101,4 triliun, belanja negara Rp138,4 triliun, dan defisit APBN sebesar Rp37,1 triliun.

"APBN kita dikelola lebih konsisten dan lebih sehat. PPh pasal 21 kita growth-nya 16,09 persen, tahun lalu hanya 5,12 persen. PPh Orang Pribadi growth-nya mencapai 33,18 persen, tahun lalu 3,92 persen. PPh Badan tahun lalu negatif 43,36 persen, tapi tahun ini 43,66 persen positif. Ini lonjakan yang luar biasa sekali," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Ia juga menegaskan bahwa Kemenkeu akan terus melakukan perbaikan tata kelola perpajakan.

"Sehingga tidak hanya dapat meningkatkan pajak dengan pemungutan pajak, tapi sekaligus melakukan perbaikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, realisasi penerimaan pajak pada Januari 2018 ini jauh lebih baik dibanding penerimaan sejak tahun 2015. Hal tersebut menurutnya lantaran sejak 2015 pemerintah kerap kali melakukan ijon pajak, dengan menarik pajak untuk periode Januari di Desember.

Dengan sistem itu, menurut Ani, penerimaan pajak pada awal tahun atau Januari sejak 2015 pun tumbuh negatif. Sistem ijon sendiri merupakan pemungutan setoran pajak tahun depan yang dilakukan lebih awal untuk mengamankan penerimaan.

"Dibanding 2015, Januari pertumbuhan penerimaannya negatif. Itu mungkin karena ijon. Jadi Januari mereka sudah tidak bayar lagi. Januari 2016 juga masih negatif. Kelihatan itu mengambil ijon yang sudah diambil di Desember," jelasnya.

"2017 kita sudah minta tidak ada praktek ijon, dan growth-nya 6,02 persen kalau tanpa tax amnesty. Kalau dengan tax amnesty, tumbuhnya 6,70 persen. APBN kita dikelola secara lebih konsisten dan sehat sesuai dengan prinsip kehati-hatian," tambahnya pula.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diplomasi Zaman Now Menurut Sri Mulyani

Diplomasi Zaman Now Menurut Sri Mulyani

Bisnis | Senin, 19 Februari 2018 | 17:09 WIB

Mulai 1 Maret 2018, Pajak Bandara Soekarno - Hatta Naik

Mulai 1 Maret 2018, Pajak Bandara Soekarno - Hatta Naik

Bisnis | Kamis, 15 Februari 2018 | 13:25 WIB

Akhir Februari, 300 Lembaga Jasa Keuangan Harus Sudah Lapor DJP

Akhir Februari, 300 Lembaga Jasa Keuangan Harus Sudah Lapor DJP

Bisnis | Rabu, 14 Februari 2018 | 19:41 WIB

Terkini

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB