Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Masalah Klasik dan di Balik Kelangkaan Garam di Indonesia

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Kamis, 22 Februari 2018 | 14:38 WIB
Masalah Klasik dan di Balik Kelangkaan Garam di Indonesia
Diskusi dan bedah buku 'Hikayat Si Induk Bumbu' ‎di Resto Bebek Bengil, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2018). (suara.com/Erick Tanjung)

Suara.com - Antara tahun 2010 sampai 2017, Indonesia mengalami kelangkaan garam. Produksi garam dalam negeri menurun.

Kelangkaan terparah terjadi tahun 2010, lalu berlanjut di 2014, 2016 sampai tahun lalu. Parahnya, Indonesia adalah negara yang punya garis pantai terpanjang di dunia setelah Kanada.

Penulis 'Hikayat Si Induk Bumbu', Misri Gozan mengatakan salah satu faktornya adalah cara produksi garam di Indonesia yakni di pulau Jawa dan Madura masih tradisional. ‎Sehingga jika terjadi hujan, para penambak garam gagal panen.

"Di Indonesia lebih banyak produksi garam secara tradisional dan nyaris tanpa teknologi. Selain itu faktor alam mempengaruhi produksi garam," kata Misri dalam diskusi dan bedah bukunya ‎di Resto Bebek Bengil, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2018).

Dia menjelaskan garam tak hanya penyedap rasa belaka. Namun juga bahan baku utama aneka produksi industri.

Persoalannya nyaris tidak ada perubahan fundamental dalam cara pembuatan garam di negeri ini. Petani garam mengalirkan air ke ladang, lalu mengandalkan panas matahari untuk mengucapkan air laut yang akan membentuk kristal garam.

"Cara ini sudah dipakai lebih dari 500 tahun. Cara membuat garam Indonesia itu rendah secara kualitas dan kuantitas, lalu kalah saing dari garam luar negeri. Kualitas garam dalam negeri sama sekali belum bisa memenuhi standar kebutuhan industri," ujar dia.

‎Sementara itu, Ekonom Universitas Indonesia Faizal Basri yang juga sebagai penulis buku 'Hikayat Si Induk Bumbu' ini menilai panjang pantai sebuah negara belum tentu penghasil garam terbanyak.

"Salah satu negara produsen garam yang paling besar adalah Cina.‎ Padahal dia bukan negara yang garis pantainya masuk 10 besar di dunia, justru Indonesia garis pantainya jauh lebih panjang," kata Faizal.

baca juga

‎Selain itu, lanjutnya, ada India sebagai negara yang produksi garamnya nomor tiga terbesar di dunia. India juga mengimpor garam. 

"Jadi ekspor dan impor garam ini biasa, hampir semua negara melakukannya. India garis pantainya nomor 20 terpanjang, namun produksinya nomor tiga terbesar di dunia, India juga mengimpor," ujar dia.‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

2020, Luhut Ingin Indonesia Berhenti Impor Garam

2020, Luhut Ingin Indonesia Berhenti Impor Garam

Bisnis | Sabtu, 10 Februari 2018 | 12:03 WIB

Garam Industri Tak Bisa Diperjual Belikan Ke Pasar Konsumsi

Garam Industri Tak Bisa Diperjual Belikan Ke Pasar Konsumsi

Bisnis | Kamis, 08 Februari 2018 | 09:29 WIB

Resah Soal Impor Garam, Masyarakat Dinilai Salah Kaprah

Resah Soal Impor Garam, Masyarakat Dinilai Salah Kaprah

Bisnis | Selasa, 06 Februari 2018 | 08:33 WIB

Protes Impor Garam Industri Disebut Bentuk Kegelisahan Tengkulak

Protes Impor Garam Industri Disebut Bentuk Kegelisahan Tengkulak

Bisnis | Selasa, 06 Februari 2018 | 04:15 WIB

Luhut Sebut Perputaran Uang di NTT dari Garam Bisa Rp30 Triliun

Luhut Sebut Perputaran Uang di NTT dari Garam Bisa Rp30 Triliun

Bisnis | Rabu, 01 November 2017 | 10:59 WIB

Terkini

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB