Luhut Sebut Perputaran Uang di NTT dari Garam Bisa Rp30 Triliun

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 01 November 2017 | 10:59 WIB
Luhut Sebut Perputaran Uang di NTT dari Garam Bisa Rp30 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Selasa (17/10/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), adalah kekayaan terpendam di Indonesia. Namun selama ini terkesan kurang diperhatikan, karena manajemen pembangunan yang dinilai tidak dilakukan secara holistik dan tidak terintegrasi.   

“NTT ini adalah provinsi yang sebenarnya kaya, tetapi kita selama ini tidak urus secara terintegrasi dan holistik apalagi Larantuka ini kekayaan terpendamnya NTT,” ujar Menko Luhut saat mengunjungi Kabupaten Flores Timur untuk melaksanakan berbagai agenda, sekaligus memberikan sambutan di acara peresmian Kapela Bukit Doa Fatimah, di Larantuka, Flores Timur, NTT, Selasa (31/10/2017).

Menko Luhut lantas memberikan gambaran, misalnya potensi komoditas garam yang menurutnya dapat diandalkan oleh Provinsi NTT. Lahan garam di NTT menurut data yang dimiliki Pemerintah, dari 1 hektar lahan garam bisa menghasilkan 100 ton garam, artinya bila ada 21 ribu hektar lahan garam, bisa memproduksi hingga 21 juta ton garam, dan apabila dikalkulasi dengan perhitungan biaya saat ini, maka akan ada perputaran uang sekitar Rp30 triliun, dan hanya dari garam.

“Saya tanya berapa ton garam yang bisa dihasilkan dari satu hektar lahan, dijawab 100 ton per hektar, berarti 21 ribu hektar menghasilkan 21 juta ton, berapa per kilogram? 1 juta, berarti Rp 2,1 trilyun? Tidak, tapi Rp 21 trilyun, dan ternyata per hektar tidak 100 ton tetapi 140 ton per hektar. Kalau itu benar maka daerah ini akan menghasilkan atau akan ada perputaran uang hampir Rp 30 trilyun hanya dari garam,” tambahnya.

Namun Menko Luhut menegaskan, masyarakat lokal pun harus mendapatkan manfaat dari potensi garam ini. Utamanya masyarakat sebagai pemilik tanah yang dijadikan lahan garam.

“Saya sudah bilang juga dengan pengusaha-pengusaha dan PT Garam, pokoknya rakyat itu yang punya lahan harus juga menikmati, jadi semua terintegrasi. Saya sudah pesan kepada semua pihak termasuk menteri Agraria dan Tata Ruang, tanah yang punya rakyat itu harus menikmati garam,” tegasnya.

Selain itu Menko Luhut berharap gereja,MUI, pendeta dan tokoh masyarakat untuk mengajarkan kebersihan kepada masyarakat."Saya tanya Pak Gubernur turis ke NTT katanya mencapai satu juta dan mungkin tahun depan sekitar satu juta dua ratus kalau infrastruktur kita perbaiki maka 2019 akan mencapai dua juta turis," ujarnya. Menko Luhut menyatakan bahwa Labuan Bajo sudah menjadi salah satu destinasi pariwisata terbaik dan berharap NTT mengembangkan potensi pariwisata lainnya namun harus memperhatikan masalah kebersihan. Bila NTT pariwisata berkembang maka diperkirakan NTT akan menjadi propinsi kaya dengan pendapatan 60 trilyun dari garam dan pariwisata.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luhut Pede Peringkat Layak Investasi Indonesia Naik Lagi

Luhut Pede Peringkat Layak Investasi Indonesia Naik Lagi

Bisnis | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 14:33 WIB

Luhut Minta Polri Ikut Serta Dongkrak Ekonomi, Begini Caranya

Luhut Minta Polri Ikut Serta Dongkrak Ekonomi, Begini Caranya

Bisnis | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 10:46 WIB

Menteri Susi Tambah Lahan Garam 3.945 Hektare

Menteri Susi Tambah Lahan Garam 3.945 Hektare

Bisnis | Kamis, 19 Oktober 2017 | 01:03 WIB

Indonesia Diserbu Buruh Tiongkok? Luhut: Rumor Kampungan

Indonesia Diserbu Buruh Tiongkok? Luhut: Rumor Kampungan

News | Rabu, 18 Oktober 2017 | 15:31 WIB

Luhut Persilakan Anies Stop Reklamasi Teluk Jakarta Jika Bisa

Luhut Persilakan Anies Stop Reklamasi Teluk Jakarta Jika Bisa

Bisnis | Selasa, 17 Oktober 2017 | 18:08 WIB

Luhut Sarankan Kontribusi 15 Persen Proyek Reklamasi Tetap

Luhut Sarankan Kontribusi 15 Persen Proyek Reklamasi Tetap

Bisnis | Selasa, 17 Oktober 2017 | 17:50 WIB

Moratorium Reklamasi Dicabut Sebelum Anies Dilantik, Ini Sebabnya

Moratorium Reklamasi Dicabut Sebelum Anies Dilantik, Ini Sebabnya

Bisnis | Selasa, 17 Oktober 2017 | 17:07 WIB

Luhut Sebut Pemerintah akan Stop Impor Garam Tahun 2020

Luhut Sebut Pemerintah akan Stop Impor Garam Tahun 2020

Bisnis | Selasa, 17 Oktober 2017 | 15:27 WIB

Luhut: Divestasi 51 Persen Saham Freeport Tak Bisa Ditawar!

Luhut: Divestasi 51 Persen Saham Freeport Tak Bisa Ditawar!

Bisnis | Selasa, 17 Oktober 2017 | 14:56 WIB

Dikabarkan Mau Jual BUMN, Luhut: Itu Penyesatan Informasi

Dikabarkan Mau Jual BUMN, Luhut: Itu Penyesatan Informasi

Bisnis | Selasa, 17 Oktober 2017 | 14:35 WIB

Terkini

Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras

Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Malaysia dan Singapura Protes Keras Asap Karhutla dari RI, Ini Respons Dasco

Malaysia dan Singapura Protes Keras Asap Karhutla dari RI, Ini Respons Dasco

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api

Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:02 WIB

520 Hari Tanpa Laga Resmi, Mees Hilgers Ungkap Perjalanan Berat Sebelum Comeback

520 Hari Tanpa Laga Resmi, Mees Hilgers Ungkap Perjalanan Berat Sebelum Comeback

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!

Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Eks Bomber Klub Italia: Timnas Indonesia Jangan Takut dengan Jepang di Piala Asia 2027

Eks Bomber Klub Italia: Timnas Indonesia Jangan Takut dengan Jepang di Piala Asia 2027

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:56 WIB

×