Petani Gorontalo 'Teriak' Pupuk Langka dan Persediaan Terbatas

Selasa, 13 Maret 2018 | 10:42 WIB
Petani Gorontalo 'Teriak' Pupuk Langka dan Persediaan Terbatas
Petani menebar pupuk bersubsidi di pematang sawah, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. [Antara/Aditya Pradana Putra]

Suara.com - Petani di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Provinsi Gorontalo mengeluhkan kekurangan pupuk di daerahnya. Di sisi lain mereka didorong untuk meningkatkan produktivitas produksinya.

Petani di sana berharap agar pemerintah meningkatkan bantuan pupuk untuk mendorong peningkatan produktifitas hasil pertanian.

"Kami sangat membutuhkan pupuk, apalagi petani di daerah pedalaman dan perbatasan yang sulit di akses transportasi darat," ujar Syariadi, salah satu petani di Desa Cempaka Putih, Kecamatan Tolinggula, Gorontalo, Selasa (13/3/2018).

Rata-rata petani mengeluhkan bantuan pupuk yang terbatas, bahkan untuk membeli saja sangat sulit. Sementara potensi pertanian khususnya pengembangan produk buah-buahan sangat besar, seperti buah durian.

Kendala pengembangan buah durian adalah minimnya bantuan pupuk, ditambah lagi akses menuju desa terujung di wilayah bagian barat kabupaten itu, harus melalui medan yang cukup sulit.

Makanya petani berharap, pemerintah daerah semakin fokus meningkatkan perhatiannya di wilayah yang kaya akan potensi pertanian dan perkebunan itu.

Ia mengatakan, akibat minim pupuk menyebabkan pohon durian yang dikembangkan tidak berbuah maksimal.

Padahal untuk 100 pohon durian, bisa menghasilkan lebih dari 4 ton buah dalam sekali panen, seharga total Rp60 juta atau dijual di kisaran Rp15 ribu-Rp20 ribu per kilo gram.

Potensi buah durian yang sangat terkenal di wilayah itu ditunjang dengan peningkatan bantuan pertanian khususnya penyaluran pupuk dan tenaga penyuluh pertanian yang akan mendampingi petani dalam meningkatkan hasil pertanian melalui teknologi tepat guna.

Baca Juga: Mentan: Pupuk Telat 1 Minggu Bisa Timbul Kerugian Rp40 Triliun

Jibran, petani di Desa Papualangi pun mengharapkan perhatian yang sama dari pemerintah.

"Kami sangat sering kesulitan mendapatkan stok pupuk, menyebabkan musim tanam dilewati dengan menanam sistem pasrah saja. Artinya tanaman dibiarkan tidak dipupuk dan pastinya hasil yang diperoleh cukup terbatas," ujarnya.

Ia berharap, pemerintah fokus meningkatkan bantuan bagi petani khususnya di wilayah potensial itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI