Indef: Utang Tumbuh Dua Digit, Ekonomi Tumbuh Satu Digit

Adhitya Himawan, Lili Handayani

Kamis, 22 Maret 2018 | 12:05 WIB
Indef: Utang Tumbuh Dua Digit, Ekonomi Tumbuh Satu Digit
Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih diwarnai ketimpangan. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Lembaga riset independen INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) menilai peningkatan utang luar negeri pemerintah, tidak mampu menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2015-2017), tercatat utang luar negeri pemerintah naik rata-rata 14,81 persen.

Namun pada periode yang sama, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, hanya naik rata-rata 8,74 persen per tahun. Hal ini membuktikan, nilai utang meningkat sebesar 2 digit namun tidak dibarengi dengan peningkatan produktivitas dalam skala yang sama.

Hal ini disampaikan oleh Peneliti Ekonomi INDEF Ahmad Heri Firdaus dalam siaran persnya kepada awak media bertempat di Kantor INDEF, kawasan Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Rabu (21/3/2018). Acara tersebut dipandu langsung oleh Direktur Eksekutif INDEF Enny Sri Hartati dengan mengambil tema "Menggugat Produktivitas Utang" yang dihadiri juga oleh beberapa peneliti INDEF lainnya sebagai narasumber.

“Ekonomi Indonesia tumbuh 8,7 persen. Kami korelasikan pertumbuhan utang di periode sama. Dari tahun 2015-2017, utang meningkat double digit 14,81 persen. Kita menghitung menggunakan konversi agar lebih apple to apple. Utang tumbuh double digit, ekonomi single digit,” kata Ahmad.

INDEF mencatat, jumlah total utang pemerintah di tahun 2015 sebesar Rp3.165,13 triliun (USD229,44 miliar).  Pada 2016, jumlah tersebut meningkat menjadi Rp 3.515,46 (USD261,64 miliar). Adapun pada 2017, jumlahnya masih terus bertambah hingga menyentuh angka Rp 3.938,45 triliun (USD290,7 miliar).

Di sisi lain, pendapatan nasional Indonesia (PDB) dari Rp 11.526,33 triliun di tahun 2015, jumlahnya hanya sedikit meningkat menjadi Rp 12.406,77 triliunpada 2016. Sedangkan pada 2017 PDB Indonesia mencapai Rp13.588,80 triliun.

Menurut Ahmad Heri, jika tidak segera dikendalikan, kencangnya laju penambahan utang terhadap laju peningkatan output perekonomian ini dapat semakin menggerogoti stabilitas perekonomian Indonesia di masa mendatang.

“Laju pertumbuhan utang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan PDB bisa menggerogoti stabilitas sistem ekonomi ke depannya. Banyak implikasi yang luas terhadap perekonomian Indonesia,” ujar Ahmad Heri.  (Priscilla Trisna)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pajak Toko Online Harus Terintegrasi untuk Cegah Pemungutan Berganda

Pajak Toko Online Harus Terintegrasi untuk Cegah Pemungutan Berganda

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 12:24 WIB

Rasio Utang Luar Negeri Terhadap PDB di Semester II Masih Aman

Rasio Utang Luar Negeri Terhadap PDB di Semester II Masih Aman

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:35 WIB

Utang Luar Negeri Membengkak, Sudah Capai Rp8.045 Triliun

Utang Luar Negeri Membengkak, Sudah Capai Rp8.045 Triliun

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:32 WIB

Kelangkaan BBM Subsidi Meluas, Apa yang Terjadi?

Kelangkaan BBM Subsidi Meluas, Apa yang Terjadi?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:42 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Cadangan Devisa Meningkat 1,2 Miliar Dolar AS Berkat Utang dan Pajak

Cadangan Devisa Meningkat 1,2 Miliar Dolar AS Berkat Utang dan Pajak

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 10:57 WIB

Rokok Dibikin Seragam, Siapa yang Untung? Ekonom Ungkap 3 Risiko Ini

Rokok Dibikin Seragam, Siapa yang Untung? Ekonom Ungkap 3 Risiko Ini

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 07:57 WIB

Prabowo Tolak Utang IMF, Ekonom: Pajak Belum Mampu Biayai Pembangunan

Prabowo Tolak Utang IMF, Ekonom: Pajak Belum Mampu Biayai Pembangunan

News | Selasa, 01 September 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 07:13 WIB

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 07:11 WIB

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 07:10 WIB

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 07:01 WIB

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 06:54 WIB

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

×