Prabowo Tolak Utang IMF, Ekonom: Pajak Belum Mampu Biayai Pembangunan

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 01 September 2026 | 16:00 WIB
Prabowo Tolak Utang IMF, Ekonom: Pajak Belum Mampu Biayai Pembangunan
Presiden RI Prabowo Subianto. Sumber: Kementrian Keuangan
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menolak pinjaman dari IMF karena meyakini Indonesia tetap kuat tanpa utang tersebut.
  • Pengamat menilai penolakan itu tidak realistis karena pendapatan pajak belum mencukupi untuk membiayai pembangunan infrastruktur nasional.
  • Pemerintah diperingatkan agar menyiapkan sumber pendanaan alternatif serta menjaga prinsip kehati-hatian dalam sektor perbankan nasional.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengaku menolak pinjaman uang dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). Kepala Negara beralasan bahwa Indonesia saat ini masih tetap kuat tanpa utang tersebut.

Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo, menuturkan keputusan tersebut dinilai tidak realistis dengan kondisi penerimaan negara saat ini yang masih jauh dari kata cukup untuk membiayai agenda pembangunan nasional.

"Selama Pemerintah Indonesia masih ingin membangun infrastruktur publik maka utang masih dibutuhkan karena pendapatan dari pajak belum mampu untuk membiayai pembangunan infrastruktur publik tersebut," kata Sri saat dihubungi Suara.com, Selasa (1/9/2026).

Disampaikan Sri, rekam jejak pemanfaatan utang luar negeri sejak era Orde Baru hingga sekarang secara riil digunakan untuk membangun serta memelihara fasilitas publik vital, seperti jalan, pelabuhan, bendungan, rumah sakit, dan sekolah.

Jika pemerintah secara tegas menutup pintu untuk IMF, maka Presiden Prabowo dituntut harus sudah mengantongi modal cadangan atau negara donor alternatif yang siap menyuntikkan dana segar.

"Jika Presiden Prabowo memang benar menolak tawaran utang ke IMF, seharusnya sudah punya alternatif sumber utang LN di luar IMF," ujarnya.

IMF (Antara)
IMF (Antara)

Kekhawatiran lain muncul pada potensi intervensi pemerintah terhadap industri perbankan nasional, khususnya Bank BUMN (Himbara) yang berada di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Pemerintah diperingatkan agar tidak gegabah menjadikan perbankan nasional sebagai alat penutup celah anggaran tanpa memperhitungkan risiko kelayakan usaha dan prinsip kehati-hatian.

"Industri perbankan, baik bank Himbara, Swasta Nasional, BPD & BPR, harus menjunjung prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Keputusan kredit harus didasarkan studi kelayakan yang cermat dan presisi," tuturnya.

baca juga

Di sisi lain, Sri menilai kredit bersubsidi untuk UMKM tetap diperlukan karena dapat membantu pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan dengan beban yang lebih terjangkau.

"Penyaluran kredit bersubsidi (KUR dan sejenisnya) kepada UMKM harus tetap dilanjutkan agar UMKM menikmati kredit subsidi," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Netizen Malaysia Hina Indonesia Miskin tapi Warganet +62 Naik Pitam Gara-gara Doa Prabowo

Viral Netizen Malaysia Hina Indonesia Miskin tapi Warganet +62 Naik Pitam Gara-gara Doa Prabowo

Entertainment | Selasa, 01 September 2026 | 14:42 WIB

Pajak Kendaraan Bekas Dihapus? Simak Fakta Aturan Balik Nama 2026

Pajak Kendaraan Bekas Dihapus? Simak Fakta Aturan Balik Nama 2026

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 12:38 WIB

Penjualan Kompor Gas Kaca Tumbuh di Tengah Ekonomi Tak Pasti, Layanan Purna Jual Diperkuat

Penjualan Kompor Gas Kaca Tumbuh di Tengah Ekonomi Tak Pasti, Layanan Purna Jual Diperkuat

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 12:06 WIB

Tukang Becak Disebut Kaya Raya, Mengapa Kemiskinan Semu di Mata Prabowo?

Tukang Becak Disebut Kaya Raya, Mengapa Kemiskinan Semu di Mata Prabowo?

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 11:39 WIB

Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan

Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Prabowo Sebut Kabinet Gemuk karena Jumlah Penduduk dan Demi Stabilitas

Prabowo Sebut Kabinet Gemuk karena Jumlah Penduduk dan Demi Stabilitas

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Tepis Isu Paket Titipan Istana! Gus Ipul Jamin Pemilihan Ketum PBNU Tanpa Intervensi Prabowo

Tepis Isu Paket Titipan Istana! Gus Ipul Jamin Pemilihan Ketum PBNU Tanpa Intervensi Prabowo

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:13 WIB

Publik Tak Puas Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi Era Prabowo

Publik Tak Puas Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi Era Prabowo

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:59 WIB

Relasi NU dan Pemerintah: Represi di Era Soeharto, 'Berbagi' Tambang di Masa Kini

Relasi NU dan Pemerintah: Represi di Era Soeharto, 'Berbagi' Tambang di Masa Kini

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:22 WIB

Kepuasan Publik Turun, Pemerintah Diminta Fokus Benahi Ekonomi

Kepuasan Publik Turun, Pemerintah Diminta Fokus Benahi Ekonomi

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×