Kelangkaan BBM Subsidi Meluas, Apa yang Terjadi?

Liberty Jemadu

Senin, 14 September 2026 | 11:42 WIB
Kelangkaan BBM Subsidi Meluas, Apa yang Terjadi?
Kelangkaan BBM bersubsidi terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, Jawa, dan Sumatra akibat buruknya tata kelola energi nasional. [Antara]
baca 10 detik
  • Kelangkaan BBM bersubsidi terjadi di Sulawesi Selatan, Jawa, dan Sumatra akibat buruknya tata kelola energi nasional.
  • Lonjakan konsumsi dipicu oleh perbedaan harga yang jauh antara BBM nonsubsidi dan BBM bersubsidi yang murah.
  • Kenaikan harga minyak dunia di atas 100 dolar AS per barel menekan beban kompensasi anggaran negara.

Suara.com - Publik di berbagai wilayah di Indonesia mengeluhkan susahnya membeli bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi dalam beberapa waktu terakhir.

Di Makassar, Sulawesi Selatan, pemerintah dan Pertamina menerapkan aturan ganjil genap untuk mengurai antrean parah para pembeli BBM subsidi. Di Jember, Jawa Timur pemerintah setempat menerapkan pembelajaran jarak jauh akibat kelangkaan BBM subsidi.

Di saat yang sama harga minyak dunia terus melonjak, di atas 100 dolar AS per barel akibat konflik yang belum juga berkesudahan di Timur Tengah.

Hal ini memantik pertanyaan apa yang sedang terjadi? Apakah kita memang sedang kesulitan mendapatkan pasokan minyak karena harga yang terus meningkat atau ada kendala akibat naiknya harga BBM nonsubsidi, yang memaksa publik beralih ke BBM subsidi?

Tata kelola yang buruk

Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang meluas di sejumlah daerah seperti Sulawesi Selatan, Jawa, dan Sumatra mengindikasikan buruknya tata kelola energi nasional serta lemahnya kapasitas pemerintah dalam menghadapi krisis.

IESR mencatat bahwa klaim stok nasional yang aman tidak cukup menjawab permasalahan di lapangan jika BBM tidak sampai ke SPBU secara tepat waktu.

Lonjakan konsumsi dipicu oleh pelebaran disparitas harga antara BBM nonsubsidi dan subsidi, menyusul kenaikan harga Pertamax menjadi sekitar Rp16.250 per liter pada Juni lalu, sementara Pertalite tertahan di Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Data BPH Migas menunjukkan konsumsi harian Pertalite pada Agustus melonjak hingga 84.368 kiloliter atau sekitar 11,3 persen di atas kondisi sebelum kenaikan harga Pertamax.

baca juga

Penyaluran solar juga meningkat 15,1 persen menjadi 58.271 kiloliter per hari, yang kemudian memicu antrean panjang dan kelangkaan akibat keterbatasan armada serta kapasitas penyimpanan.

CEO IESR, Fabby Tumiwa, mengatakan situasi tersebut membuktikan pemerintah gagal mengantisipasi lonjakan permintaan serta mengabaikan penguatan cadangan energi dan manajemen logistik.

"Kelangkaan BBM yang terjadi serentak dalam dua minggu terakhir di Sulawesi Selatan, Jawa, dan Sumatra menunjukkan buruknya tata kelola energi nasional dan lemahnya kapasitas institusi menghadapi krisis," ujar Fabby, Senin (14/9/2026).

Beralih ke BBM Subsidi

PT Pertamina Patra Niaga sendiri mengakui bahwa semakin besarnya jurang harga BBM subsidi dan nonsubsidi membuat konsumen ramai-ramai beralih ke bensin dan solar dengan harga lebih murah.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan peningkatan antrean di SPBU terjadi karena adanya lonjakan permintaan, khususnya pada BBM bersubsidi, yang dibarengi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Berdasarkan data perusahaan, kebutuhan terhadap Solar JBT (Jenis Tertentu) di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan sekitar 10 hingga 15 persen selama periode Juni hingga Agustus 2026.

Pengakuan juga datang dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), yang mengungkapkan bahwa naiknya harga BBM nonsubsidi memaksa konsumen pindah ke BBM subsidi.

"Setelah kenaikan BBM non subsidi, jenis Pertamax Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax Turbo itu ada kenaikan permintaan masyarakat untuk BBM subsidi secara bertahap. Awalnya cuma dua persen dari kondisi normal. Sekarang, Pertalite itu kenaikannya bisa mencapai 11 persen secara nasional," ucap Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di Makassar, Minggu (13/9/2026).

Mengenai dengan adanya dugaan pengurangan jatah atau kuota penjualan BBM subsidi pada semua SPBU wilayah Sulsel, dia enggan merespons hal tersebut dan menyatakan bahwa BBM tersedia hingga 14 hari ke depan.

Subsidi BBM vs Kekuatan APBN

Di sisi lain ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listyanto menyatakan kenaikan harga minyak dunia yang menembus di atas 100 dolar AS per barel akan semakin menekan APBN, di tengah semakin tingginya konsumsi BBM subsidi.

“Tentu akan berdampak ke beban kompensasi APBN demi menjaga BBM bersubsidi tidak naik harga, serta inflasi,” kata Eko.

Menurut Eko pemerintah perlu semakin ketat menyalurkan BBM subsidi, meski hal ini menjadi dilema di tengah keluhan semakin sukarnya mendapatkan BBM di tengah masyarakat.

“Beberapa upaya untuk memperbaiki kebijakan subsidi BBM, (yaitu) ke arah penerima yang sesuai menggambarkan bahwa subsidi BBM ini penting untuk terus diupayakan efisien agar tak membengkakkan APBN saat harga minyak melonjak,” ujar dia.

IESR di sisi lain mendesak pemerintah segera memulihkan pasokan di wilayah terdampak dalam rentang waktu 7 hingga 10 hari ke depan melalui penambahan volume sementara, redistribusi antarterminal, perlindungan bagi kelompok masyarakat rentan, transparansi data distribusi, serta penindakan tegas terhadap pelanggaran.

Ke depan, IESR juga mendesak pemerintah agar tidak menunda reformasi subsidi energi secara menyeluruh demi popularitas jangka pendek.

"Reformasi subsidi BBM tidak boleh terus ditunda demi popularitas jangka pendek. Presiden perlu segera menyampaikan rencana, tahapan, dan perlindungan sosial yang jelas. Penghematan subsidi harus diarahkan untuk memperkuat transportasi publik, elektrifikasi kendaraan, cadangan BBM regional, dan energi terbarukan," tegas Fabby.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelangkaan BBM Meluas, IESR Sebut Ketahanan Energi Cuma di Atas Kertas

Kelangkaan BBM Meluas, IESR Sebut Ketahanan Energi Cuma di Atas Kertas

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:49 WIB

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Sulsel Bersinergi, Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Melandai

Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Sulsel Bersinergi, Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Melandai

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 07:37 WIB

Pertamina Patra Niaga Pastikan Kebijakan Harga BBM Berjalan Sesuai Kebijakan Pemerintah

Pertamina Patra Niaga Pastikan Kebijakan Harga BBM Berjalan Sesuai Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×