Maskapai Indonesia Harusnya Jadi Raja Industri Penerbangan ASEAN

Adhitya Himawan

Rabu, 25 April 2018 | 18:15 WIB
Maskapai Indonesia Harusnya Jadi Raja Industri Penerbangan ASEAN
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Agus Santoso di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Indonesia sesungguhnya adalah negara terbesar di Asia Tenggara (Asean), baik itu dalam hal luas wilayah, jumlah penduduk maupun  perekonomian. Luas wilayah Indonesia adalah 43 persen dari total luas wilayah Asean dan jumlah penduduk Indonesia adalah 41 persen dari total penduduk Asean. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai pasar terbesar, termasuk pasar penerbangan, di Asean. Dengan demikian sudah seharusnya maskapai Indonesia juga menjadi "raja"  sektor penerbangan di kawasan ini.

Demikian dinyatakan Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso saat menjadi panelis dalam acara panel discussion dan FGD Peluang dan Tantangan Industri Penerbangan Indonesia di Era Asean Single Asean Market " The Seamless Asean Sky", di Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Dalam acara yang diinisiasi oleh Harian Bisnis Indonesia tersebut, tampil juga sebagai panelis  Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait, CEO Indonesia AirAsia Dendy Kurniawan dan Dirut PT. Angkasa Pura 1 Faik Fahmi dengan moderator Pimpinan Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto.

"Indonesia itu mempunyai bonus demografi, yaitu  mempunyai banyak penduduk usia muda. Presiden Joko Widodo selalu berpesan agar bonus demografi ini bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan bangsa dan negara. Dengan tingkat perekonomian yang terus tumbuh, bonus demografi ini menjadi berkah tersendiri sebagai pasar yang potensial. Dalam hal penerbangan, bonus demografi tersebut merupakan pasar potensial yang bisa dilayani oleh bisnis penerbangan. Karena di jaman now ini, anak-anak remaja hingga orang dewasa mempunyai kebutuhan mendesak yaitu travelling. Dan ini tentu saja membutuhkan transportasi termasuk transportasi udara," ujar Agus.

Menurut Agus, bonus demografi inilah yang menyebabkan penumpang penerbangan di Indonesia tiap tahun meningkat antara 10-11 persen. Pertumbuhan tersebut melebihi rata-rata pertumbuhan penumpang di dunia, termasuk di kawasan Asia Pasifik yang mempunyai pertumbuhan rata-rata 9 persen.

"Namun demikian, walaupun pasar kita yang terbesar, ternyata penerbangan Indonesia dari dan ke negara-negara Asean itu 52 persen dilayani maskapai penerbangan asing dan maskapai kita hanya 48 persen. Jadi kami dari regulator penerbangan nasional ingin angka itu dibalik, maskapai kita jadi yang lebih besar karena potensial market mayoritas ada di Indonesia. Di forum ini saya mendorong maskapai Indonesia menjadi Raja di Asean sesuai porsi jumlah penumpang dan penduduk yang ada," lanjut Agus.

Agus melanjutkan, ada beberapa cara yang saat ini  dilakukan. Di antaranya dengan memberi berbagai kemudahan di bidang perizinan dan mendirikan usaha sehingga peluang usaha di penerbangan nasional semakin terbuka lebar. Tidak hanya untuk maskapai penerbangan, namun juga bisnis turunannya dan yang berkaitan seperti perawatan dan perbaikan pesawat (MRO), catering, ground handling dan yang lainnya.

Sementara itu, strategi yang akan dilakukan di antaranya adalah mengubah paradigma maskapai nasional untuk lebih berani bersaing di pasar regional, bahkan global; meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia khususnya di industri penerbangan untuk mendapatkan manfaat dari liberalisasi jasa penunjang angkutan udara; mendorong peningkatan daya saing (competitiveness)  perusahaan penerbangan nasional; dan mendorong persaingan sehat pada industri transportasi udara regional.

Selain itu juga mengembangkan insfrastruktur (bandara) sehingga dapat bersaing dengan negara ASEAN lainnya dan dapat mendukung implementasi ASEAN Open Skies; mendorong penyebaran dan pemerataan lalu lintas penerbangan (dekosentrasi traffic) di bandar udara ASEAN open sky Indonesia; memaksimalkan alokasi slot dengan mempertimbangkan kepentingan industri penerbangan internasional; serta memanfaatkan pelaksanaan ASEAN Open Sky secara maksimal  untuk kemajuan industri penerbangan nasional  dan perekonomian nasional pada umumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usai Ditutup Imbas Abu Vulkanik, Bandara Soetta dan Halim Kembali Beroperasi

Usai Ditutup Imbas Abu Vulkanik, Bandara Soetta dan Halim Kembali Beroperasi

Video | Selasa, 08 September 2026 | 15:30 WIB

Bandara Radin Inten II Dibuka Lagi Usai Lumpuh Akibat Abu Anak Krakatau

Bandara Radin Inten II Dibuka Lagi Usai Lumpuh Akibat Abu Anak Krakatau

News | Selasa, 08 September 2026 | 13:14 WIB

4 Bandara Bersih dari Abu Vulkanik, Soekarno-Hatta hingga Husein Sastranegara Bisa Segera Dibuka

4 Bandara Bersih dari Abu Vulkanik, Soekarno-Hatta hingga Husein Sastranegara Bisa Segera Dibuka

News | Senin, 07 September 2026 | 16:20 WIB

Anak Perusahaan PT KAI Didakwa Setor Rp1,1 Miliar demi Penuhi Fee Eks Pejabat Kemenhub

Anak Perusahaan PT KAI Didakwa Setor Rp1,1 Miliar demi Penuhi Fee Eks Pejabat Kemenhub

News | Senin, 07 September 2026 | 14:39 WIB

8 Bandara Tutup, 263 Ribu Penumpang Terdampak Aktivitas Anak Krakatau Hari Ini

8 Bandara Tutup, 263 Ribu Penumpang Terdampak Aktivitas Anak Krakatau Hari Ini

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 11:47 WIB

8 Bandara di Tutup Hari Ini Karena Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya

8 Bandara di Tutup Hari Ini Karena Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 11:15 WIB

Meski Bandara Dibuka, Pesawat Tetap Tak Boleh Langsung Terbang

Meski Bandara Dibuka, Pesawat Tetap Tak Boleh Langsung Terbang

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 08:55 WIB

Erupsi Anak Krakatau Tutup 6 Bandara, Menhub Akui Belum Hitung Kerugian

Erupsi Anak Krakatau Tutup 6 Bandara, Menhub Akui Belum Hitung Kerugian

Bisnis | Minggu, 06 September 2026 | 18:05 WIB

Singapore Airlines Kena Imbas Erupsi Anak Gunung Krakatau, Batalkan 19 Penerbangan ke Jakarta

Singapore Airlines Kena Imbas Erupsi Anak Gunung Krakatau, Batalkan 19 Penerbangan ke Jakarta

News | Minggu, 06 September 2026 | 16:44 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penutupan 6 Bandara Diperpanjang 4 Jam

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penutupan 6 Bandara Diperpanjang 4 Jam

Bisnis | Minggu, 06 September 2026 | 16:10 WIB

Terkini

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:37 WIB

12 Cara Membersihkan Makeup Waterproof dengan Efektif

12 Cara Membersihkan Makeup Waterproof dengan Efektif

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:30 WIB

×