Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Jokowi Minta Perkuat Kerjasama dengan Negara Pasifik Selatan

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Jum'at, 04 Mei 2018 | 15:52 WIB
Jokowi Minta Perkuat Kerjasama dengan Negara Pasifik Selatan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima perwakilan siswa dan siswi OSIS SMA berprestasi di seluruh Indonesia di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/5/2018). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas membahas Peningkatan Kerjasama Indonesia dengan Negara-negara Kawasan Pasifik Selatan, Jumat (4/5/2018). Dalam ratas itu Jokowi mengingatkan pentingnya Indonesia meningkatkan kerjasama dengan negara-negara di kawasan tersebut.

"Sebelumnya saya ingin mengingatkan kepada kita semua, bahwa negara kita mempunyai letak geografis yang sangat strategis di antara dua benua. Dan di antara dua samudra, yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik," kata Jokowi di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

‎Dia memaparkan pemerintah harus membentuk haluan politik luar negeri yang dimanfaatkan untuk kepentingan nasional Indonesia. Namun khusus dengan negara-negara di sekitar Samudra Hindia, Indonesia sudah gabung dalam forum Indian Ocean rim Association (IORA).

"Di kawasan Samudera Pasifik kita perlu terobosan untuk menggalang kerjasama yang lebih kongret, terutama kerjasama di negara negara kawasan Pasifik Selatan, secara geografis dekat dengan negara kita," ujar dia.

Kepala negara mengaku yakin, negara-negara di Pasifik Selatan seperti Nauru, Vanuatu, Fiji, PNG (Papua Nugini), Salomon Island, Samoa, Tonga dan lainnya sangat terbuka untuk bekerjasama dengan Indonesia.

Kerjasama itu dalam berbagai bidang, baik hubungan antar masyarakat bidang kebudayaan, bidang pendidikan dan beasiswa, bidang ekonomi, baik perdagangan maupun investasi.

"Sudah sering saya sampaikan, kita harus sering masuk ke pasar-pasar negara non tradisional, termasuk negara-negara kawasan Pasifik Selatan ini untuk menawarkan produk-produk unggulan industri manufaktur kita. Kemudian termasuk kelautan, perikanan dan juga industri jasa, serta di bidang konstruksi, informatika dan lainnya," ‎terang dia.

Jokowi menuturkan kerjasama tersebut peluangnya sangat besar, sekaligus menjadi koridor percepatan kawasan Timur Indonesia.

"Kuncinya mempererat konektivitas, baik konektivitas budaya, ekonomi yang tentu saja perlu didukung oleh kelancaran konektivitas sistem transportasi kita dengan negara kawasan Pasifik Selatan," ‎tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Ingin Asian Games Mulai Ramai Dibicarakan Publik

Jokowi Ingin Asian Games Mulai Ramai Dibicarakan Publik

Sport | Jum'at, 04 Mei 2018 | 12:16 WIB

Bisnis Menggiurkan Berternak Kalajengking, Sulit Menjual Racunnya

Bisnis Menggiurkan Berternak Kalajengking, Sulit Menjual Racunnya

Bisnis | Jum'at, 04 Mei 2018 | 07:31 WIB

Politisi PKS: Jokowi Masih Bisa Dikalahkan

Politisi PKS: Jokowi Masih Bisa Dikalahkan

News | Jum'at, 04 Mei 2018 | 06:15 WIB

PDIP Klaim Megawati Masih Punya Magnet Gaet Pemilih Pemilu 2019

PDIP Klaim Megawati Masih Punya Magnet Gaet Pemilih Pemilu 2019

News | Jum'at, 04 Mei 2018 | 02:15 WIB

Diam-diam, AHY Susun Strategi Pilpres 2019 Berdasar Survei

Diam-diam, AHY Susun Strategi Pilpres 2019 Berdasar Survei

News | Jum'at, 04 Mei 2018 | 01:00 WIB

Terkini

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:24 WIB

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:15 WIB

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB