Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Lek Rohim Ingin Beli Baju Lebaran Tapi Takut Mati Besok

Iwan Supriyatna

Selasa, 12 Juni 2018 | 09:57 WIB
Lek Rohim Ingin Beli Baju Lebaran Tapi Takut Mati Besok
Lek Rohim pengepul kardus bekas. (Foto: Portalsatu.com)

Lelaki yang lahir tahun 1964 ini menceritakan, ia datang ke Aceh dari kampung halamannya sejak 1999 silam. Sebelum gempa dan tsunami melanda Aceh, Desember 2004 silam, ia bersama istrinya, Lili, tinggal di Lorong Kuini, Desa Ujung Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Pascabencana tersebut, Lek Rohim menjadi salah seorang penerima rumah bantuan dari Yayasan Cinta Kasih Tzu Chi di Gampong Peunaga Paya atau saat ini Gampong Persiapan Peunaga Baro, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

"Tapi sekarang sudah kita jual rumah bantuannya. Cuma Rp 15 juta karena butuh duit terpaksa segitu kita jual. Ya mau bagaimana lagi," ujarnya sembari tersenyum menutupi rasa kecewanya karena telah menjual rumah yang menurut informasi, normalnya dihargai hingga Rp 50 juta lebih.

Setelah menjual rumahnya, Lek Rohim pindah ke Lorong Puyuh, Gampong Rundeng, Meulaboh.

Di rumah berukuran kira-kira 15x5 meter yang sudah ditempatinya sejak lima tahun lalu itu, tidak terlihat perabotan sama sekali, apalagi peralatan elektronik seperti televisi. Di rumah inilah Lek Rohim tinggal bersama istri dan salah satu anaknya.

Rumah Lek Rohim sebanjar dengan 10 rumah lainnya yang juga serupa. Rumah-rumah itu berkonstruksi kayu yang sudah tak belia lagi. Dindingnya tampak rapuh dan lantainya membumi. Sementara di sekelilingnya terdapat rumah-rumah permanen.

"Sebulan kita sewa Rp 250.000. Sudah lima tahun kita sewa," sebutnya.

Hasil jerih payah menjual kardus dan plastik bekas kerap ia sisihkan untuk uang sewa rumah. Selebihnya ia serahkan kepada istrinya, Lili, untuk dibelanjakan buat makan mereka sehari-hari.

Lili adalah penyandang disabilitas. Sehari-hari ia harus memakai tongkat untuk menopang salah satu pijakan kakinya. Dari hasil pernikahannya dengan perempuan 32 tahun itu, Lek Rohim dikaruniai dua orang anak.

baca juga

Pertama Ruslia Danil (18), saat ini menjadi buruh di salah satu kebun kelapa sawit di Nagan Raya, dan seorang lagi Ihsan (14) yang kesehariannya sebagai juru parkir di area pertokoan di Jalan Nasional Meulaboh, tepatnya di samping pusat rekreasi keluarga, "Funland."

Ditanya sudah berapa lama ia bekerja sebagai juru parkir, Ihsan menjawab, "enam tahun, bang!".

"Kalau bulan puasa lebih cepat pulang kerjanya, bang. Lagi pula bulan puasa tidak terlalu ada orang (kendaraan, red), karena di situ ada rumah makan dan tutup karena puasa. Paling dari yang kerja Bank Mandiri Syariah karena buka," sambungnya.

Hingga saat ini Ihsan mengaku belum terpikir soal baju baru untuk hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah yang sudah di depan mata.

Menurut bocah yang sempat mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 9 Meulaboh tapi kandas sebelum beranjak ke kelas IV ini, soal baju lebaran ia serahkan kepada orangtuanya.

"Itu tidak tahu bang. Belum ada kabar dari mamak (ibu)," kata Ihsan.

Jawaban tersebut tak jauh berbeda dengan yang dituturkan Lek Rohim. Perihal baju lebaran untuk anaknya memang sudah ia serahkan sepenuhnya kepada sang istri.

"Walah, itu tidak tahu. Sudah kita serahkan ke si mamak. Nah, kalau saya sih enggak ada baju lebaran, itu sudah biasa dari dulu," ucap Lek Rohim.

Bagi Lek Rohim, tak perlu malu untuk terlihat apa adanya. Ia sadar betul bagaimana kondisi keluarganya. Namun ia mengaku memiliki semangat yang tinggi untuk bekerja demi menghidupi keluarga kecilnya itu.

"Modal utama itulah rajin, kalau enggak, makan dari mana kita," ujarnya yang tak mau begitu menyerah dengan kerasnya kehidupan ini.

Menurutnya, terpenting saat ini tidak lupa beribadah. "Kita mau minta tolong sama siapa nanti di akhirat? Apa kita mau terus-terusan melupakan kewajiban. Kalau mati besok bagaimana?" kata Lek Rohim, tegas.

Di bawah topi berlabel salah satu merek kopi yang dikenakannya itu, tampak mata Lek Rohim sedang menerawang begitu jauh.

Tatapannya melewati trotoar-trotoar jalan, singgah di baliho-baliho milik partai, di papan nama pertokoan, menyela di roda-roda kendaraan milik para pengendara.

Sekitar dua ratusan meter dari tempat itu terdapat pusat perbelanjaan pakaian jadi. Menjelang sore, para pengunjung pusat pakaian jadi itu kian membludak. Halaman depan ruko penuh sesak oleh kendaraan roda dua dan empat.

Maklum, beberapa hari lagi lebaran tiba. Ramai orang berduyun-duyun membeli baju baru untuk dikenakan saat hari raya. Lantas, bagaimana dengan Lek Rohim dan keluarganya?

Berita ini sebelumnya dimuat juga di https://portalsatu.com/read/feature/lek-rohim-pencari-kardus-bekas-anaknya-bilang-belum-ada-kabar-baju-lebaran-43028 jaringan Suara.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sandiaga Klaim Tak Ada Lagi Manusia Gerobak di Jakarta

Sandiaga Klaim Tak Ada Lagi Manusia Gerobak di Jakarta

News | Jum'at, 11 Mei 2018 | 15:58 WIB

Bagian Bawah Fly Over Gondangdia Sepi dari Pemulung Bergerobak

Bagian Bawah Fly Over Gondangdia Sepi dari Pemulung Bergerobak

News | Selasa, 12 Juli 2016 | 11:37 WIB

Minta Sedekah, Jalanan Jakarta Diserbu Manusia Gerobak

Minta Sedekah, Jalanan Jakarta Diserbu Manusia Gerobak

News | Kamis, 16 Juli 2015 | 21:30 WIB

Terkini

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:47 WIB

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong  Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:11 WIB

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:58 WIB

Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi

Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Stabil

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Stabil

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:44 WIB

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:08 WIB

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:01 WIB

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:54 WIB