Buah Kreatifitas Nelayan di Balik Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

Bangun Santoso, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 19 Juni 2018 | 10:14 WIB
Buah Kreatifitas Nelayan di Balik Proyek Reklamasi Teluk Jakarta
Taryana (46), salah seorang nelayan di Muara Angke, Jakarta Utara, hampir 5 tahun fokus menjadi perajin limbah laut. (Sumber: Yosea A)

Suara.com - Laut adalah tempat bagi banyak nelayan menggantungkan kelangsungan hidupnya. Sumber daya berlimpah di lautan adalah 'surga' bagi nelayan mencari nafkah.

Namun apa jadinya ketika sumber penghidupan tempat bergantung tiba-tiba sirna. Laut seolah hanya berisi air. Ikan yang selama ini menjadi sumber nafkah di lautan seolah hilang akibat proyek reklamasi. Inilah yang dirasakan para nelayan di perairan utara Jakarta.

Beberapa tahun belakangan, sebagian pantai utara Jakarta disulap menjadi proyek reklamasi. Terkini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 58 Tahun 2018 tentang Pembentukan Badan Koordinasi Pengelolaan Reklamasi Pantai Utara Jakarta.

Sulitnya mencari ikan di pantai utara Jakarta juga dialami Taryana (46). Nelayan pengelola ikan asin ini mengatakan penghasilannya sebagai nelayan menurun drastis sejak proyek reklamasi bergulir. Kini Tarnyana fokus mengembangkan kreatifitasnya mencari peluang usaha lain.

"Makanya saya sekarang fokus buat kerajian tangan dari limbah laut. Ketika sumber daya alam lambat laun habis akibat pembangunan, nelayan harus cari jalan baru, tidak ketergantungan dengan hasil tangkapan saja," kata Taryana kepada Suara.com di Rumah Susun Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (18/6/2018).

Di kawasan Pelabuhan Muara Angke, hanya Taryana seorang yang menggeluti limbah laut menjadi barang seni dengan nilai jual lumayan tinggi.

Taryana mengaku awalnya ingin membentuk sebuah kelompok yang fokus mengolah limbah menjadi kerajian yang bisa dijual. Namun niat baik itu ternyata bertepuk sebelah tangan. Banyak nelayan yang enggan untuk membuat kerajian tangan seperti dirinya.

"Susah mas, karena sebagian besar nelayan masih ketergantungan mencari ikan. Belum melihat peluang usaha lain," katanya.

Proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta membuat sebagian besar nelayan kehilangan hasil tangkapan. Taryana juga merasakan hal serupa, namun dirinya mencari cara lain untuk bertahan hidup dengan mengembangkan hasil kreatifitasnya.

baca juga

"Bukannya saya tidak mau melaut lagi, tapi percuma kalau melaut. Lebih baik saya cari hasil limbah laut kemudian saya olah lagi jadi barang dengan nilai jual," tutur Taryana.

Taryana berpendapat nelayan harus punya alternatif untuk menyiasati perekonomian mereka yang kian sulit sejak proyek reklamasi bergulir. Menurut dia, selain melawan kebijakan, nelayan harusnya berpikir ekonomi kreatif juga.

"Saya pikir nelayan tidak harus tergantung dengan hasil tangkapan. Karena dengan adanya proyek reklamasi biota laut memang berkurang. Selain melawan, saya pikir perlu ada inovasi baru dari nelayan. Ya seperti saya, jadi pengrajin limbah laut," katanya menjelaskan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Proyek Reklamasi 'Paksa' Nelayan Jakarta Alih Profesi

Proyek Reklamasi 'Paksa' Nelayan Jakarta Alih Profesi

Bisnis | Selasa, 19 Juni 2018 | 09:54 WIB

DPRD: Pembentukan BKP Bukan Untuk Melanjutkan Proyek Reklamasi

DPRD: Pembentukan BKP Bukan Untuk Melanjutkan Proyek Reklamasi

News | Selasa, 19 Juni 2018 | 08:17 WIB

Apakah Nelayan Mengerti soal Pergub BKP Reklamasi Teluk Jakarta?

Apakah Nelayan Mengerti soal Pergub BKP Reklamasi Teluk Jakarta?

News | Senin, 18 Juni 2018 | 16:57 WIB

Lulung: Reklamasi Teluk Jakarta Belum Tentu Dilanjutkan

Lulung: Reklamasi Teluk Jakarta Belum Tentu Dilanjutkan

News | Minggu, 17 Juni 2018 | 13:30 WIB

Sempat Ditembak, Tim Gabungan Buru Buaya di Perairan Jakarta

Sempat Ditembak, Tim Gabungan Buru Buaya di Perairan Jakarta

News | Sabtu, 16 Juni 2018 | 15:29 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×