Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

Dolar Nyaris Tembus Rp 15.000, Mendekati Kondisi Krismon 1998

Iwan Supriyatna

Selasa, 04 September 2018 | 16:10 WIB
Dolar Nyaris Tembus Rp 15.000, Mendekati Kondisi Krismon 1998
Suasana gerai penukaran uang di Jakarta, Kamis (1/3).

Suara.com - Dolar Amerika Serikat (AS) terus menekan Rupiah. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 16.00 WIB, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS tembus di level Rp 14.935. Level ini merupakan yang tertinggi setelah krisis moneter atau krismon 1998.

Sementara berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar (JISDOR) Bank Indonesia (BI), perdagangan Rupiah pada 4 September 2018 berada di level Rp 14.840 per dolar AS.

Tercatat, pada pertengahan 1997 lalu, nilai tukar dolar AS masih berada di level Rp 2.000 sampai Rp 2.500. Namun angka tersebut terus naik, di akhir 1997 ke level Rp 4.000 dan di awal 1998 tembus ke level Rp 6.000.

Nilai tukar dolar AS makin menjadi-jadi ketika terjadinya kerusuhan Mei 1998. Dolar AS menyentuh level tertingginya di Rp 16.650 di Juni 1998.

Menanggapi pelemahan tersebut, Ekonom Permata Bank Josua Pardede meminta masyarakat dan pelaku pasar tidak panik terhadap pelemahan Rupiah.

Pasalnya, fundamental ekonomi Indonesia masih solid, terlihat dari pengelolaan utang luar negeri swasta cenderung lebih berhati-hati dimana Bank Indonesia (BI) juga sudah mewajibkan transaksi lindung nilai bagi korporasi dalam rangka mengelola risiko nilai tukar.

Pengelolaan yang lebih baik dari utang luar negeri swasta terlihat dari pertumbuhan utang jangka pendek yang cenderung rendah.

"Kondisi ini masih jauh dari krisis 1998. Kondisi fundamental perekonomian Indonesia sekarang sangat berbeda dengan kondisi fundamental pada tahun 1998," kata Josua kepada Suara.com, Selasa (4/9/2018).

Menurut Josua, pelemahan Rupiah ini akibat dari pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald trump yang akan mengenakan tarif impor sebesar 200 miliar dolar AS pada produk Cina pada pekan ini.

Selain itu, lanjut dia, pelemahan Rupiah ditopang oleh beberapa data ekonomi Amerika Serikat yang positif pada pekan lalu antara lain data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II 2018 dan data pengeluaran konsumsi pribadi inti.

"Data AS yang positif tersebut meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga AS pada rapat FOMC pada bulan September yang akan datang. Selain itu, sentimen negatif pada mata uang negara berkembang dipengaruhi oleh krisis mata uang Turki dan Argentina. Sentimen negatif pada kedua negara tersebut juga merembet pada negara-negara berkembang yang mengalami isu pelebaran defisit antara lain India dan Indonesia," jelas dia.

Meskipun begitu, Josua mengatakan, BI dalam jangka pendek tetap akan berusaha menjaga stabilitas rupiah dengan melakukan dual intervension di pasar valas dan pasar obligasi.

Selain itu, jika volatilitas nilai tukar rupiah cenderung meningkat, BI diperkirakan akan kembali lagi memperketat kebijakan moneternya dalam jangka pendek ini untuk meningkatkan kepercayaan pelaku pasar.

Dengan mempertimbangkan perbaikan fundamental ekonomi dan afirmasi dari Fitch terhadap peringkat utang Indonesia yang masih layak investasi, maka pemerintah dan BI diperkirakan akan dapat mengelola stabilitas Rupiah sehingga dapat meredam pelemahan Rupiah di bawah level Rp 15.000 per dolar AS.

"Masyarakat umum dan juga pelaku pasar diharapkan tidak melakukan aksi spekulasi yang akan mendorong penguatan dolar AS lebih lanjut lagi. Keyakinan pada masih solidnya fundamental ekonomi Indonesia serta keyakinan bahwa Bank Indonesia akan selalu berada di pasar dan akan melakukan langkah-langkah stabilisasi Rupiah tentunya akan efektif membatasi pelemahan nilai tukar Rupiah," tandas dia. (Achmad Fauzi)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Tembus Rp 14.745, Menko Darmin Salahkan Krisis Argentina

Rupiah Tembus Rp 14.745, Menko Darmin Salahkan Krisis Argentina

Bisnis | Senin, 03 September 2018 | 16:59 WIB

Pengusaha Keluhkan Biaya Tukar Valas ke Rupiah Terlalu Mahal

Pengusaha Keluhkan Biaya Tukar Valas ke Rupiah Terlalu Mahal

Bisnis | Selasa, 14 Agustus 2018 | 19:01 WIB

Alasan Pengusaha Naikkan Harga Makanan dan Minuman

Alasan Pengusaha Naikkan Harga Makanan dan Minuman

Bisnis | Minggu, 05 Agustus 2018 | 15:09 WIB

Terkini

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11 WIB

Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 00:01 WIB

Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora

Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 21:56 WIB

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 19:21 WIB

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 18:38 WIB

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB