BI Sebut Tekanan Terhadap Rupiah Akan Lebih Rendah Tahun Depan

M. Reza Sulaiman, Achmad Fauzi

Jum'at, 28 September 2018 | 03:00 WIB
BI Sebut Tekanan Terhadap Rupiah Akan Lebih Rendah Tahun Depan
BI prediksi tekanan dolar AS kepada rupiah akan melemah tahun depan. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - ‎Bank Sentral Indonesia (BI) memperkirakan pergerakan rupiah pada tahun depan mulai jinak terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurut BI, tahun depan tekanan-tekanan yang dialami nilai tukar rupiah akan lebih rendah.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, tekanan yang lebih rendah karena adanya normalisasi kebijakan Bank Sentral AS atau The Fed mulai tahun depan. Dia melanjutkan, Bank Sentral lain juga akan melakukan normalisasi kebijakan moneternya.

"‎Sehingga ini juga akan mengurangi kekuatan dolar. Sekarang kan dolar kurs-nya yang strong, paling kuat. Tahun depan akan ada saingannya oleh mata uang-mata uang lain,‎" kata Perry Warjiyo di Kompleks Perkantoran BI Jakarta, Kamis ( 27/9/2018).

Selain itu, Perry menuturkan, investor global mulai tahun depan juga mulai berinvestasi kembali ke negara-negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini memberikan faktor positif dengan kembalinya arus modal asing dari global ke negara berkembang termasuk Indonesia.

"‎Dari faktor domestiknya kan tadi kami sampaikan tekanan dari neraca pembayaran kan jauh lebih rendah. Kami sampaikan juga akan lebih rendah 8,25 persen terhadap PDB. Sehingga tentu saja kebutuhan valasnya dalam negeri juga akan lebih rendah," jelas Gubernur BI.

‎"Berbagai faktor ini kenapa waktu itu di DPR kami sampaikan kami perkirakan 2019 itu tekanan terhadap rupiah nya akan lebih rendah. Apalagi sekarang kita mempercepat pengembangan pasar valas tadi pokoknya yang sudah berkembang, pasal swapnya juga terus berkembang, dan sekarang kita terus kembangkan domestik DNDF, ini yang juga faktor yang lain yang juga mendukung stabilitas nilai tukar ke depan," tambah dia.

Berdasarkan kurs tengah BI, rupiah kini masih betah di level Rp 14.000-an per 1 dolar AS. Pergerakan rupiah pada Kamis (27/9/2018) berada di level Rp 14.919 per dolar AS. Level tersebut menguat dari hari sebelumnya di level Rp 14.938 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin

BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin

Bisnis | Kamis, 27 September 2018 | 16:09 WIB

Pergerakan Rupiah Hari Ini Cenderung Melemah

Pergerakan Rupiah Hari Ini Cenderung Melemah

Bisnis | Selasa, 25 September 2018 | 08:09 WIB

Tak Bosan, Prabowo Ingatkan Kekayaan RI Ada di Tangan Asing

Tak Bosan, Prabowo Ingatkan Kekayaan RI Ada di Tangan Asing

News | Minggu, 23 September 2018 | 16:36 WIB

Rupiah Anjlok Bikin Sebel, Ini Dampak Langsung ke Pengusaha

Rupiah Anjlok Bikin Sebel, Ini Dampak Langsung ke Pengusaha

Bisnis | Kamis, 20 September 2018 | 18:59 WIB

Rupiah Kembali Lemah Rp 14.843 Per Dolar Dipicu Ekonomi AS

Rupiah Kembali Lemah Rp 14.843 Per Dolar Dipicu Ekonomi AS

Bisnis | Senin, 17 September 2018 | 10:33 WIB

BI Tegaskan Pelemahan Rupiah Tak Seperti Krisis 1998

BI Tegaskan Pelemahan Rupiah Tak Seperti Krisis 1998

Bisnis | Senin, 10 September 2018 | 17:11 WIB

Terkini

SF Hariyanto Sambut Kapolda Riau Baru, Ucap Selamat untuk Herry Heryawan

SF Hariyanto Sambut Kapolda Riau Baru, Ucap Selamat untuk Herry Heryawan

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:04 WIB

Novel Izinkan Aku Mencintaimu: Saat Harus Mengurus Pernikahan Mantan

Novel Izinkan Aku Mencintaimu: Saat Harus Mengurus Pernikahan Mantan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Besok Harga Turun! Pengamat Prediksi Harga Emas di Bawah Rp2,5 Juta

Besok Harga Turun! Pengamat Prediksi Harga Emas di Bawah Rp2,5 Juta

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Viral Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf Tak Meras Salah, Anggota DPD: Pecat!

Viral Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf Tak Meras Salah, Anggota DPD: Pecat!

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:57 WIB

Memahami Duka dan Continuing Bonds dalam Voicemails for Isabelle

Memahami Duka dan Continuing Bonds dalam Voicemails for Isabelle

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Komplotan Curanmor di Surabaya Gunakan Kode Siulan Saat Beraksi, Tiga Residivis Ditangkap

Komplotan Curanmor di Surabaya Gunakan Kode Siulan Saat Beraksi, Tiga Residivis Ditangkap

Jatim | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Perbedaan yang Menjadi Kekuatan: Ulasan Enchanting the Sea with My ADHD

Perbedaan yang Menjadi Kekuatan: Ulasan Enchanting the Sea with My ADHD

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Peran TNI Terus Meluas, Imparsial Sebut Demokrasi dan Supremasi Sipil dalam Ancaman

Peran TNI Terus Meluas, Imparsial Sebut Demokrasi dan Supremasi Sipil dalam Ancaman

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

The Lonely Little Monkey, Buku tentang Mencari Teman dan Menerima Perbedaan

The Lonely Little Monkey, Buku tentang Mencari Teman dan Menerima Perbedaan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Chanathip Tebar Ancaman ke Kevin Diks Cs: Saya Sudah Lama Menanti Lawan Indonesia

Chanathip Tebar Ancaman ke Kevin Diks Cs: Saya Sudah Lama Menanti Lawan Indonesia

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

×