Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

BI Sebut Tekanan Terhadap Rupiah Akan Lebih Rendah Tahun Depan

M. Reza Sulaiman, Achmad Fauzi

Jum'at, 28 September 2018 | 03:00 WIB
BI Sebut Tekanan Terhadap Rupiah Akan Lebih Rendah Tahun Depan
BI prediksi tekanan dolar AS kepada rupiah akan melemah tahun depan. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - ‎Bank Sentral Indonesia (BI) memperkirakan pergerakan rupiah pada tahun depan mulai jinak terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurut BI, tahun depan tekanan-tekanan yang dialami nilai tukar rupiah akan lebih rendah.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, tekanan yang lebih rendah karena adanya normalisasi kebijakan Bank Sentral AS atau The Fed mulai tahun depan. Dia melanjutkan, Bank Sentral lain juga akan melakukan normalisasi kebijakan moneternya.

"‎Sehingga ini juga akan mengurangi kekuatan dolar. Sekarang kan dolar kurs-nya yang strong, paling kuat. Tahun depan akan ada saingannya oleh mata uang-mata uang lain,‎" kata Perry Warjiyo di Kompleks Perkantoran BI Jakarta, Kamis ( 27/9/2018).

Selain itu, Perry menuturkan, investor global mulai tahun depan juga mulai berinvestasi kembali ke negara-negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini memberikan faktor positif dengan kembalinya arus modal asing dari global ke negara berkembang termasuk Indonesia.

"‎Dari faktor domestiknya kan tadi kami sampaikan tekanan dari neraca pembayaran kan jauh lebih rendah. Kami sampaikan juga akan lebih rendah 8,25 persen terhadap PDB. Sehingga tentu saja kebutuhan valasnya dalam negeri juga akan lebih rendah," jelas Gubernur BI.

‎"Berbagai faktor ini kenapa waktu itu di DPR kami sampaikan kami perkirakan 2019 itu tekanan terhadap rupiah nya akan lebih rendah. Apalagi sekarang kita mempercepat pengembangan pasar valas tadi pokoknya yang sudah berkembang, pasal swapnya juga terus berkembang, dan sekarang kita terus kembangkan domestik DNDF, ini yang juga faktor yang lain yang juga mendukung stabilitas nilai tukar ke depan," tambah dia.

Berdasarkan kurs tengah BI, rupiah kini masih betah di level Rp 14.000-an per 1 dolar AS. Pergerakan rupiah pada Kamis (27/9/2018) berada di level Rp 14.919 per dolar AS. Level tersebut menguat dari hari sebelumnya di level Rp 14.938 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin

BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin

Bisnis | Kamis, 27 September 2018 | 16:09 WIB

Pergerakan Rupiah Hari Ini Cenderung Melemah

Pergerakan Rupiah Hari Ini Cenderung Melemah

Bisnis | Selasa, 25 September 2018 | 08:09 WIB

Tak Bosan, Prabowo Ingatkan Kekayaan RI Ada di Tangan Asing

Tak Bosan, Prabowo Ingatkan Kekayaan RI Ada di Tangan Asing

News | Minggu, 23 September 2018 | 16:36 WIB

Rupiah Anjlok Bikin Sebel, Ini Dampak Langsung ke Pengusaha

Rupiah Anjlok Bikin Sebel, Ini Dampak Langsung ke Pengusaha

Bisnis | Kamis, 20 September 2018 | 18:59 WIB

Rupiah Kembali Lemah Rp 14.843 Per Dolar Dipicu Ekonomi AS

Rupiah Kembali Lemah Rp 14.843 Per Dolar Dipicu Ekonomi AS

Bisnis | Senin, 17 September 2018 | 10:33 WIB

BI Tegaskan Pelemahan Rupiah Tak Seperti Krisis 1998

BI Tegaskan Pelemahan Rupiah Tak Seperti Krisis 1998

Bisnis | Senin, 10 September 2018 | 17:11 WIB

Terkini

Asing Kabur Bawa Duit 5 Miliar Dolar, Investor Ritel Jadi Pahlawan IHSG

Asing Kabur Bawa Duit 5 Miliar Dolar, Investor Ritel Jadi Pahlawan IHSG

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 06:51 WIB

Pertamina Marine Engineering Cetak Laba Bersih Rp 13,32 Miliar

Pertamina Marine Engineering Cetak Laba Bersih Rp 13,32 Miliar

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 06:42 WIB

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

×