Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

BI Sebut Tekanan Terhadap Rupiah Akan Lebih Rendah Tahun Depan

M. Reza Sulaiman | Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 28 September 2018 | 03:00 WIB
BI Sebut Tekanan Terhadap Rupiah Akan Lebih Rendah Tahun Depan
BI prediksi tekanan dolar AS kepada rupiah akan melemah tahun depan. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - ‎Bank Sentral Indonesia (BI) memperkirakan pergerakan rupiah pada tahun depan mulai jinak terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurut BI, tahun depan tekanan-tekanan yang dialami nilai tukar rupiah akan lebih rendah.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, tekanan yang lebih rendah karena adanya normalisasi kebijakan Bank Sentral AS atau The Fed mulai tahun depan. Dia melanjutkan, Bank Sentral lain juga akan melakukan normalisasi kebijakan moneternya.

"‎Sehingga ini juga akan mengurangi kekuatan dolar. Sekarang kan dolar kurs-nya yang strong, paling kuat. Tahun depan akan ada saingannya oleh mata uang-mata uang lain,‎" kata Perry Warjiyo di Kompleks Perkantoran BI Jakarta, Kamis ( 27/9/2018).

Selain itu, Perry menuturkan, investor global mulai tahun depan juga mulai berinvestasi kembali ke negara-negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini memberikan faktor positif dengan kembalinya arus modal asing dari global ke negara berkembang termasuk Indonesia.

"‎Dari faktor domestiknya kan tadi kami sampaikan tekanan dari neraca pembayaran kan jauh lebih rendah. Kami sampaikan juga akan lebih rendah 8,25 persen terhadap PDB. Sehingga tentu saja kebutuhan valasnya dalam negeri juga akan lebih rendah," jelas Gubernur BI.

‎"Berbagai faktor ini kenapa waktu itu di DPR kami sampaikan kami perkirakan 2019 itu tekanan terhadap rupiah nya akan lebih rendah. Apalagi sekarang kita mempercepat pengembangan pasar valas tadi pokoknya yang sudah berkembang, pasal swapnya juga terus berkembang, dan sekarang kita terus kembangkan domestik DNDF, ini yang juga faktor yang lain yang juga mendukung stabilitas nilai tukar ke depan," tambah dia.

Berdasarkan kurs tengah BI, rupiah kini masih betah di level Rp 14.000-an per 1 dolar AS. Pergerakan rupiah pada Kamis (27/9/2018) berada di level Rp 14.919 per dolar AS. Level tersebut menguat dari hari sebelumnya di level Rp 14.938 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin

BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin

Bisnis | Kamis, 27 September 2018 | 16:09 WIB

Pergerakan Rupiah Hari Ini Cenderung Melemah

Pergerakan Rupiah Hari Ini Cenderung Melemah

Bisnis | Selasa, 25 September 2018 | 08:09 WIB

Tak Bosan, Prabowo Ingatkan Kekayaan RI Ada di Tangan Asing

Tak Bosan, Prabowo Ingatkan Kekayaan RI Ada di Tangan Asing

News | Minggu, 23 September 2018 | 16:36 WIB

Rupiah Anjlok Bikin Sebel, Ini Dampak Langsung ke Pengusaha

Rupiah Anjlok Bikin Sebel, Ini Dampak Langsung ke Pengusaha

Bisnis | Kamis, 20 September 2018 | 18:59 WIB

Rupiah Kembali Lemah Rp 14.843 Per Dolar Dipicu Ekonomi AS

Rupiah Kembali Lemah Rp 14.843 Per Dolar Dipicu Ekonomi AS

Bisnis | Senin, 17 September 2018 | 10:33 WIB

BI Tegaskan Pelemahan Rupiah Tak Seperti Krisis 1998

BI Tegaskan Pelemahan Rupiah Tak Seperti Krisis 1998

Bisnis | Senin, 10 September 2018 | 17:11 WIB

Terkini

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:49 WIB