Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Pemerintah: Bisnis Wisata Jadi Masa Depan Investasi Indonesia

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 28 September 2018 | 11:08 WIB
Pemerintah: Bisnis Wisata Jadi Masa Depan Investasi Indonesia
Menteri Pariwisata, Arief yahya. (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman memuji Kementerian Pariwisata saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata III 2018, Dian Ballroom Hotel Raffles Jakarta, Rabu (26/9/2018). Kemenpar dinilai pintar memanfaatkan momen untuk mempromosikan pariwisata.

Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Kemaritiman, Agus Purwanto, pariwisata adalah lahan yang sangat seksi untuk berinvestasi. Apalagi sebentar lagi Annual Meeting IMF-World Bank, yang akan digelar Oktober 2018, di Nusa Dua, Bali.

"Bali akan melaksanakan Annual Meeting IMF-WB. Banyak membahas ini-itu. Di luar ini sebenarnya tidak perlu takut, peluang kita menjual detinasi, menjual apapun yang kita punya untuk tujuan wisata, sangat terbuka. IMF-WB berpotensi besar menarik investor untuk berinvestasi di Indonesia,” katanya, mewakili Menko Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan.

Agus menambahkan, pihaknya melihat peluang luar biasa saat Annual Meeting IMF-WB, karena lebih dari 18 ribu peserta akan hadir. Menurutnya, ini adalah bagian yang nantinya bisa memberikan kepercayaan kepada calon-calon investor, yang bisa menyebarluaskan kondisi dan iklim investasi di Indonesia.

"Nantinya para delegasi itu melihat sendiri. Dengan demikian, trust akan terbangun dan investasi akan mengalir," kata Agus.

Menurutnya, tourism industry menjadi bagian yang tidak bisa dielakkan untuk masa depan Indonesia dalam investasi.

"Contoh di Bali, ada peresmian karya anak bangsa yang popular, GWK. Tentunya tidak lepas dari traffic jam di Bali. Salah satu upaya kita, membuat underpass, yang dilakukan dengan tidak meninggalkan keramahan lingkungan," tuturnya.

Agus menilai hal tersebut memungkinkan, lantaran pariwisata telah ditetapkan sebagai sektor unggulan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pariwisata termasuk dalam 3 besar penghasil devisa untuk Indonesia.

Bahkan pada 2019 ditargetkan menghasilkan devisa US$20 miliar. Target itu bisa tercapai bila sukses mencapai 20 juta kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) dan pergerakan 275 juta wisnus (wisatawan Nusantara).

baca juga

“Target 20 juta wisman ini, seperti disampaikan Pak Menko Maritim (Menko Luhut), sudah disiapkan dari infrastruktur. Ini baru di Bali, belum sektor lainnya, seperti di Weda Bay yang juga disiapkan infrastruktur. Saya yakin, turis akan datang ke Indonesia dan di seluruh penjuru sektor pariwisata tetap optimistis akan hal ini,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan, investasi dan pembiayaan di sektor pariwisata memiliki banyak sumber pembiayaan yang bisa digali, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Salah satu tujuan Annual Meeting IMF-WB adalah mendatangkan investasi. Sebab itu, pemerintah sudah memulainya dengan berinvestasi untuk pondasinya. Pembangunan infrastruktur pariwisata tidak bisa sepenuhnya pemerintah. Idealnya 50:50 dengan swasta," jelasnya.

Tidak hanya investasi dari asing, menpar menyatakan terus mengupayakan investasi dari dalam negeri. Menurutnya, sumber yang umum adalah pembiayaan dari Usaha Jasa Keuangan/Industri Keuangan Bank (IKB), seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Pariwisata (FLPP) atau Kredit Usaha Rakyat (KUR) pariwisata.

"Ada juga pembiayaan yang bersumber dari Industri Keuangan Non Bank (IKNB), seperti dari perusahaan asuransi untuk mendukung keselamatan wisatawan selama berlibur, dari lembaga pembiayaan (multifinance), atau dari dana pensiun," sebut menpar, yang membawa Kemenpar di posisi nomor 1 dan terpilih sebagai #TheBestMinistryOfTourism2018 se-Asia Pacific di Bangkok.

Pembiayaan bisa juga bersumber dari pasar modal, sengan menggunakan instrumen reksadana, misalnya Reksadana Terpadu Pariwisata atau obligasi.

“Sampai 2019, sektor pariwisata membutuhkan investasi dan pembiayaan sebesar Rp 500 triliun. Besarnya kebutuhan investasi dan pembiayaan di sektor pariwisata, kita coba petakan dan bahas dalam Rakornas Pariwisata III/2018,” pungkas Arief.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menpar Widi Minta Anggaran Rp709 Miliar, Keponakan Prabowo: Sudah Lapor Presiden? Belum?

Menpar Widi Minta Anggaran Rp709 Miliar, Keponakan Prabowo: Sudah Lapor Presiden? Belum?

Video | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:56 WIB

Kemenpar Bakal Tertibkan Penginapan Ilegal di OTA, 1.600 Akomodasi Terancam Dihapus

Kemenpar Bakal Tertibkan Penginapan Ilegal di OTA, 1.600 Akomodasi Terancam Dihapus

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 07:30 WIB

Jadwal dan Lokasi Geopark Run Series 2026-2027: Dari Ijen hingga Belitong

Jadwal dan Lokasi Geopark Run Series 2026-2027: Dari Ijen hingga Belitong

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:00 WIB

Jawab Kritik DPR, Menpar Widiyanti Jelaskan Soal Ratusan Penghargaan Pariwisata

Jawab Kritik DPR, Menpar Widiyanti Jelaskan Soal Ratusan Penghargaan Pariwisata

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:23 WIB

Kemenpar Klarifikasi Isu Larang Airbnb, Ini Fakta Terkait Penataan OTA di Bali

Kemenpar Klarifikasi Isu Larang Airbnb, Ini Fakta Terkait Penataan OTA di Bali

News | Rabu, 10 Desember 2025 | 11:14 WIB

Kemenpar Dukung Pesta Diskon Nasional 2025: Potongan Harga 20-80 Persen!

Kemenpar Dukung Pesta Diskon Nasional 2025: Potongan Harga 20-80 Persen!

News | Sabtu, 22 November 2025 | 10:11 WIB

Chef Hotel Turun Gunung! Kemenpar Sekolahkan Kepala Dapur Gizi untuk Program MBG

Chef Hotel Turun Gunung! Kemenpar Sekolahkan Kepala Dapur Gizi untuk Program MBG

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 17:42 WIB

Telkomsel Jaga Bumi Dukung GWB di Tanjung Pinang dan Manado: Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Telkomsel Jaga Bumi Dukung GWB di Tanjung Pinang dan Manado: Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 13 Agustus 2025 | 11:48 WIB

Agustus Meriah! Ini Daftar Event & Festival Keren di Seluruh Indonesia untuk Rayakan HUT RI

Agustus Meriah! Ini Daftar Event & Festival Keren di Seluruh Indonesia untuk Rayakan HUT RI

News | Minggu, 10 Agustus 2025 | 12:11 WIB

Pendaki Rinjani, Siap-Siap! Jalur Pendakian Berubah Total Demi Keamanan, Ini Detailnya

Pendaki Rinjani, Siap-Siap! Jalur Pendakian Berubah Total Demi Keamanan, Ini Detailnya

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 19:42 WIB

Terkini

Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus

Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik

Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan

Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan

Sulsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'

Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:39 WIB

Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi

Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:38 WIB

Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Komisi III DPR RI: Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri

Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Komisi III DPR RI: Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri

DPR | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:33 WIB

Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja

Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:31 WIB

Waspada Potensi Bencana Alam di Jateng, Sarif Abdillah: Pelatihan Relawan Jangan Kendor!

Waspada Potensi Bencana Alam di Jateng, Sarif Abdillah: Pelatihan Relawan Jangan Kendor!

Jawa Tengah | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:31 WIB

Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka

Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Hoaks Berseliweran di Medsos Jelang HUT RI, TNI Minta Warga Tak Mudah Terprovokasi

Hoaks Berseliweran di Medsos Jelang HUT RI, TNI Minta Warga Tak Mudah Terprovokasi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:29 WIB

×