Dolar AS Tembus Rp 15.025, Ini Faktor Penyebabnya

Iwan Supriyatna, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 02 Oktober 2018 | 16:38 WIB
Dolar AS Tembus Rp 15.025, Ini Faktor Penyebabnya
Suasana gerai penukaran uang di Jakarta, Kamis (1/3).

Suara.com - Nilai tukar rupiah pada perdagangan siang ini tembus Rp 15.025 per dolar AS di pasar spot Bloomberg, Selasa (2/10/2018). Level nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 15.025 ini merupakan level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, selain menguatnya nilai tukar dolar AS, melemahnya nilai tukar rupiah ini disebabkan oleh sentimen di pasar global seperti meningkatnya imbal hasil US Treasury Bond pada akhir pekan lalu.

"Jumat lalu itu imbal hasil surat utang AS naik hampir 4 basis poin, secara tidak langsung hal tersebut berpengaruh terhadap mata uang," kata Josua saat dihubungi Suara.com, Selasa (2/10/2018).

Selain masalah kenaikan US Treasury Bond, penyebab lainnya adalah trend kenaikan harga minyak. Di sisi lain, isu perang dagang antara AS dan Cina kembali memanas setelah AS mencapai kesepakatan perdagangan baru dengan Kanada dan Meksiko yang mengisyaratkan pembatasan barang-barang dari Cina.

"Harga minyak dunia yang terus naik sekarang ada di kisaran 85 dolar AS naiknya tinggi sekali dari 75 dolar AS yang berpotensi akan berdampak negatif bagi negara-negara yang notabene net-oil importer karena akan memberikan tekanan pada pelebaran defisit transaksi berjalan," ujarnya.

Menurut Josua, sentimen eksternal tersebut memicu dolar AS semakin kuat. Sementara dari dalam negeri defisit neraca transaksi berjalan Indonesia juga menjadi penyebab yang cukup berpengaruh. Pasalnya sampai saat ini Indonesia memang sebagai net oil imported.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Analis: Rupiah Hari Ini Diperkirakan Bergerak Positif

Analis: Rupiah Hari Ini Diperkirakan Bergerak Positif

Bisnis | Selasa, 02 Oktober 2018 | 07:41 WIB

Analis: Awal Pekan, Pergerakan Rupiah Cenderung Melemah

Analis: Awal Pekan, Pergerakan Rupiah Cenderung Melemah

Bisnis | Senin, 01 Oktober 2018 | 07:20 WIB

Ekonomi Global Bergejolak, Bagaimana dengan Indonesia?

Ekonomi Global Bergejolak, Bagaimana dengan Indonesia?

Bisnis | Kamis, 27 September 2018 | 17:23 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×