Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Analis: Rupiah Diperkirakan Masih dalam Tren Melemah

Ririn Indriani | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 03 Oktober 2018 | 09:02 WIB
Analis: Rupiah Diperkirakan Masih dalam Tren Melemah
Mata uang rupiah.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan masih dalam tren melemah alias negatif pada Rabu (3/10/2018).

Analis Senior dari CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, ‎belum adanya kejelasan upaya mengurangi gejolak ekonomi dan politik di Italia memberikan imbas negatif pada euro yang dapat berimbas pada kembali melemahnya laju rupiah.

"Diperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.100-Rp 15.029," kata Reza di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Senada dengan Reza, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara juga memperkirakan rupiah bergerak melemah pada hari ini. Dia memperkirakan rupiah bergerak di level Rp 14.950- Rp 15.100.

‎Menurut Bhima Pada pekan ini AS akan mengumumkan data tenaga kerja. Diprediksi lapangan kerja pada September kembali mencatatkan kenaikan di atas 180.000 orang. Alhasil pengangguran di AS turun ke 3,8 persen atau terendah dalam 18 tahun terakhir.

Situasi ini, lanjut dia, menciptakan spekulasi terhadap kenaikan Fed rate yang lebih cepat dari prediksi awal. Dolar Index yang merupakan perbandingan dolar AS terhadap mata uang lainnya mencapai level 95.

"Kenaikan dolar Index jadi sinyal tren super dolar berlanjut dan menghantam mata uang negara berkembang," imbuh Bhima

Untuk diketahui, rupiah kembali tersungkur terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Selasa (2/10/2018), pergerakan rupiah telah menyentuh Rp 15.000 per 1 dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah pada Selasa kemarin berada di level Rp 15.042 per dolar AS. Posisi tersebut melemah dibandingkan pada pergerakan sebelumnya di level Rp 14.910 per dolar AS.

Sementara berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Selasa kemarin berada di level Rp 14.988 per dolar AS. Posisi itu juga melemah dari hari sebelumnya di level Rp 14.905 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Terus Melemah, Ini Solusi dari Faisal Basri

Rupiah Terus Melemah, Ini Solusi dari Faisal Basri

Bisnis | Rabu, 03 Oktober 2018 | 08:19 WIB

Analis: Pelemahan Rupiah Bikin Pergerakan IHSG Hari Ini Melemah

Analis: Pelemahan Rupiah Bikin Pergerakan IHSG Hari Ini Melemah

Bisnis | Rabu, 03 Oktober 2018 | 08:09 WIB

Faisal Basri Sebut Banyak Menteri yang Asetnya dalam Bentuk Dolar

Faisal Basri Sebut Banyak Menteri yang Asetnya dalam Bentuk Dolar

Bisnis | Rabu, 03 Oktober 2018 | 07:04 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB