Perkuat Ekonomi Nasional, Mentan Lepas Ekspor Manggis ke Cina

Fabiola Febrinastri

Kamis, 04 Oktober 2018 | 09:37 WIB
Perkuat Ekonomi Nasional, Mentan Lepas Ekspor Manggis ke Cina
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melepas ekspor manggis di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (2/10/2018). (Dok: Kementan)

Suara.com - Target Kementerian Pertanian (Kementan), di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan volume ekspor berbagai komoditas pangan untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional dan menguatkan nilai tukar rupiah semakin terbukti. Setelah mengekspor beras khusus, bawang merah, jagung, telur, daging ayam, benih sayuran, tanaman hias, berbagai komoditas perkebunan dan komoditas pangan lainnya, kini giliran manggis dari Ranah Minang  ke Cina.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, hadir langsung melepas ekspor manggis di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (2/10/2018). Hadir juga Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abdi, anggota DPD RI, Ema Yohana, Bupati Lima Puluh Kota, Irfendi Arbi, Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Candra, dan eksportir manggis.

Amran mengungkapkan, prediksi ekspor manggis 2018 mencapai 60 ribu ton atau naik 553 persen dari 2017, yang hanya 9.167 ton. Ekspor ini merupakan 38 persen dari total produksi manggis nasional 2018, sebesar 166.725 ton.

Dari Kabupaten Ranah Minang, Indonesia mengekspor manggis perdana kontrak dengan Cina sebanyak 10 ribu ton.

"Menariknya, dari 10 eksportir, baru pertama kali ini eksportir dari sumatera Barat, sehingga perlu dicontoh daerah lain. Hari ini kita buktikan, berkat kemajuan teknologi yang kita hasilkan sendiri. Kita tingkatkan ekspor komoditas hortikultura ke berbagai negara," demikian harapnya.

Menurutnya, potensi pertanian Indonesia sangat besar untuk menyediakan pangan secara berdaulat, yakni tanpa impor. Sentra produksi manggis di Indonesia tersebar dari Sumatera sampai Nusa Tenggara Barat.

Pada 2017, produksi manggis Sumatera Barat mencapai 34.422 ton, atau 21 persen dari produksi nasional 161.751 ton. Sumatera Barat menjadi sentra manggis terbesar nomor 2 setelah Jawa Barat, yang produksinya 42.122 ton atau 26 persen dari produksi nasional.

Adapun produksi manggis se-Sumatera pada 2017 mencapai 65.372 ton, atau 40 persen dari produksi nasional. Pada 2018, prognosa produksi manggis sebesar 166.725 ton, naik 3 persen dari 2017.

"Kami imbau, lakukan gerakan masif ekspor dan investasi, agar pertumbuhan ekonomi nasional semakin baik. Sektor pertanian salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi," ujar Amran.

baca juga

Berdasarkan data BPS, ekspor pertanian 2017 totalnya Rp 442 triliun, naik 24 persen dibanding 2016, sehingga neraca perdagangan pertanian 2017 surplus Rp 214 triliun. Ekspor komoditas hortikultura segar pada Januari - Juli 2018 sebesar Rp 1,3 triliun, naik 60,5 persen dari Januari - Juli 2017 yang hanya Rp 0,76 triliun.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi, menambahkan, proses ekspor manggis ini tidak instan, sehingga melalui proses penyiapan kebun, registrasi dan penyiapan packaging house, serta pengurusan perizinan ekspor dan sebagainya. Ekspor manggis ini terwujud karena semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia - Cina, sehingga memberikan dampak positif bagi perdagangan kedua negara.

Cina membuka kembali kembali peluang ekspor, setelah empat tahun sejak dikeluarkannya larangan impor komoditas manggis dari Indonesia.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melepas ekspor manggis di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (2/10/2018). (Dok: Kementan)
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melepas ekspor manggis di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (2/10/2018). (Dok: Kementan)

"Dibukanya kembali ekspor manggis ke Cina ditandai dengan penandatanganan protokol manggis oleh badan karantina kedua negara pada 11 Desember 2017, yang disusul dengan ekspor perdana 1 ton manggis pada Januari 2018," jelas Suwandi.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor manggis ke Cina pada 2012 mencapai 8.200 ton, dengan pangsa pasar 18,84 persen, dan menjadikan Cina sebagai pasar ekspor manggis terbesar Indonesia.

"Untuk meningkatkan investasi dan ekspor, termasuk mendorong ekspor manggis dari Sumbar, Kementan memberi berbagai kemudahan investasi, pembinaan mutu produk petani, membantu proses registasi kebun, standar packaging house, dan pelayanan perkarantinaan dan lainnya untuk ekspor," tambahnya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, mengapreasisi tekad Kementan melalui Direktorat Hortikultura, untuk menjadikan manggis sebagai komoditas unggulan tropis. Hal ini harus ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah daerah sebagai penentu kebijakan ditingkat daerah.

Menurutnya, tekat Kementan tercermin pada telah ditetapkannya road map pengembangan tanaman manggis, yang disertai dengan kebijakan dengan menetapkan arah dan pola pengembangan tanaman manggis yang jelas, dan didukung dengan pembinaan sumber daya manusia, baik petani sebagai pelaku utama maupun aparat sebagai penunjang.

"Untuk Sumatera Barat, telah ditetapkan 8 daerah kabupaten/kota sebagai daerah kawasan manggis yang telah diperkuat dengan Surat Keputusan Gubernur Nomor 521.305.2013 tanggal 26 Maret 2013 tentang Penetapan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, yaitu Kabupaten Limapuluh Kota, Tanah Datar, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Sijunjung, Padang Pariaman, Agam, dan Kota Padang," sebut Nasrul.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong ekspor komoditas pangan, khususnya manggis ke berbagai negara. Untuk suksesnya ekspor buah-buahan, beberapa kegiatan perlu diperhatikan dengan baik, seperti pengeringan, penyortiran dan pengolahan hasil, sehingga komoditas yang diekspor tidak rusak mutunya.

"Kebanyakan dari petani kita masih kurang mengetahui pentingnya kegiatan penanganan atau pengelolaan lepas panen. Untuk itu perlu peningkatan sumber daya manusia, baik petani maupun petugas dalam penanganan dan pengelolaan tanaman, agar diperoleh hasil dan produksi yang baik hingga pasca panen," tutur Nasrul.

Bupati Lima Puluh Kota, Irfendi Arbi, mengatakan, ekspor manggis ini menunjukkan Kabupaten Lima Puluh Kota turut andil memberikan tambahan devisa. Namun demikian, ekspor manggis pun merupakan bagian dari keberhasilan Kementan, yang sangat serius mendorong dan membina petani dan pelaku usaha, sehingga bisa tembus pasar Cina.

"Saya turut membaca berita keberhasilan Menteri Petanian, Andi Amran Sulaiman. Berhasil meningkatkan produksi dan banyak komoditas yang diekspor," ucapnya.

"Karena itu, kami minta binaan yang berkelanjutan dari Kementan agar komoditas pertanian, tidak hanya manggis, tetapi juga ada kopi agar dapat ekspor," pinta Irfendi.

Eksportir manggis yang diwakili Direktur Kerjasama Antar Lembaga PT. Bumi Alam Sumatera, Anggri Purnama Agung, Muhamad Bayu Vesky, mengungkapkan, Kementan sangat serius mendorong ekspor pangan khusus manggis. Hal ini terbukti dari pembinaan petani hingga pengurusan izin ekspor yang cepat, yakni 38 hari dengan 2 kali pengiriman ke Cina.

"Hebatnya bapak menteri. Saya yakin, Menteri Pertanianya antikorupsi. Kami mengurus izin tidak ada biaya satu rupiah pun. Petugas karantina dan tim Ditjen Hortikultura yang mengawal, membuat tidak ada biaya yang kami keluarkan sedikit pun. Semuanya gratis," ungkap Bayu.

"Kami akan beli buah dari petani dengan standar yang tinggi. Kami siap menjadikan kebun manggis terbesar di dunia. Kami yakin kalau produksi manggis Sumatera Barat, 38 ribu ton per tahun, separuhnya layak," imbuhnya.

Selain Sumantera Barat, daerah sentra produksi manggis ada di Bali dan Jawa Barat. Kedua daerah tersebut telah rutin mengekspor manggis ke Cina dan berbagai negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Siapa Saja Bisa Jadi Agen Perlinsos, Pendaftaran Bisa Pakai Face Recognition

Siapa Saja Bisa Jadi Agen Perlinsos, Pendaftaran Bisa Pakai Face Recognition

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:59 WIB

Prabowo Minta Bansos Langsung Masuk ke Rekening, Luhut Justru Khawatir Dipakai Judol

Prabowo Minta Bansos Langsung Masuk ke Rekening, Luhut Justru Khawatir Dipakai Judol

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 14:38 WIB

Luhut Ungkap Skema Baru Bansos yang Tak Lagi Pakai Uang Tunai

Luhut Ungkap Skema Baru Bansos yang Tak Lagi Pakai Uang Tunai

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:30 WIB

Bencana Beruntun Hantam RI, Menkeu Ungkap Dampaknya ke Ekonomi

Bencana Beruntun Hantam RI, Menkeu Ungkap Dampaknya ke Ekonomi

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 13:54 WIB

Stok Beras NTT Diperkuat 5 Kali Lipat, Pemerintah Siapkan Rp100 Miliar untuk Korban Gempa

Stok Beras NTT Diperkuat 5 Kali Lipat, Pemerintah Siapkan Rp100 Miliar untuk Korban Gempa

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:17 WIB

Mentan Copot 14 Pejabat Kementan, Dugaan Penyimpangan Uang Miliaran Dibongkar

Mentan Copot 14 Pejabat Kementan, Dugaan Penyimpangan Uang Miliaran Dibongkar

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:34 WIB

Resmi, Mentan Amran Teken Juknis SPPG Wajib Beli Telur Rp26.500/Kg dari Peternak

Resmi, Mentan Amran Teken Juknis SPPG Wajib Beli Telur Rp26.500/Kg dari Peternak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Serahkan Langsung Bantuan Pangan Kepada Warga Surabaya

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Serahkan Langsung Bantuan Pangan Kepada Warga Surabaya

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:33 WIB

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Blue Economy Jadi Kunci Perkuat Logistik dan Daya Saing Maritim Indonesia

Blue Economy Jadi Kunci Perkuat Logistik dan Daya Saing Maritim Indonesia

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×