Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah Hingga Rp 15.250 per Dolar AS

Ade Indra Kusuma

Selasa, 09 Oktober 2018 | 06:21 WIB
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah Hingga Rp 15.250 per Dolar AS
Seorang perempuan memamerkan uang dolar AS. [shutterstock]

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah pada Selasa (9/10/2018) terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah, pasalnya Dolar AS bakal terus mengalami penguatan. 

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, potensi kenaikan dolar AS masih terbuka. Menurut dia, ekspektasi kenaikan suku bunga acuan ban sentral AS meningkat membuat dolar AS makin perkasa. 

Selain itu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun juga jadi penyebab penguatan dolar AS. Hal tersebut, sambung dia, juga menjadi sentimen pelemahan rupiah.

"Hari ini rupiah dikisaran Rp 15.155 - Rp 15.250,"  kata Ariston di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Ariston menuturkan, kondisi rupiah terus melemah akan terus terjadi selama current accound deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan masih ada dan belum dalam tren menuju surplus. Hingga saat ini, CAD mencapai 3 persen. 

"Sehingga setiap ada sentimen external soal dolar, rupiah akan terdepresiasi," pungkas dia. 

Berdasarkan pasar Spot Bloomberg, nilai tukar rupiah pada Senin (8/10/2018)  di level Rp 15.217 per dolar AS. Posisi tersebut melemah dibandingkan pada pergerakan sebelumnya di level Rp 15.183 per dolar AS. 

Sementara, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia rupiah pada Senin (9/10/2018) kemarin berada di level Rp 15.193 per dolar AS. Posisi itu juga melemah dari akhir pekan sebelumnya di level Rp 15.182 per dolar AS.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Ini Rupiah Diprediksi Menyentuh Rp 15.200 per Dolar AS

Hari Ini Rupiah Diprediksi Menyentuh Rp 15.200 per Dolar AS

Bisnis | Senin, 08 Oktober 2018 | 05:33 WIB

Sandiaga Minta Pemerintah Hemat Duit karena Rupiah Anjlok

Sandiaga Minta Pemerintah Hemat Duit karena Rupiah Anjlok

Bisnis | Minggu, 07 Oktober 2018 | 07:40 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×