Karena sungguh bukan sebuah ketidakmungkinan,
Besok lusa tak ada lagi kesempatan...
**
Kebersamaan menahun seringkali membuat kita lebih mudah mendeteksi kekurangan, daripada menemukan kebaikan.
Lebih lancar memberi kritik, daripada memberi apresiasi.
Lebih cenderung mengeluh. Dan lupa mensyukuri satu sama lain.
Padahal kita tidak pernah tahu kapan kebersamaan ini akan berhenti. Bisa jadi hari ini. Bisa jadi besok. Bisa jadi sebentar lagi.
Hargai setiap momen yang kita punya saat ini.
Minta maaf selagi bisa.
Berterimakasih selagi masih ada waktu.
Bercanda, berbincang, tertawa..., selagi kesempatan masih ada.
Berpelukanlah!
Selagi hangat tubuhnya masih bisa dirasa.
**
*_Deep condolence untuk seluruh awak dan penumpang Lion Air JT610..._*
Yang diantaranya ada seorang Ayah, yang pagi kemarin baru saja pamit bekerja setelah menghabiskan weekendnya untuk mengunjungi anak istri yang tinggal di Jakarta. Melepas rindu setelah sepekan tak bertemu.
Ada juga seorang Ibu yang semalam masih bercanda dengan putri kesayangannya. Menemaninya tidur. Lalu paginya berangkat untuk dinas luar kota. Bekerja. Menjemput pahala.
Dan ada pula seorang lelaki yang baru menikah dua hari. Kemarin pagi mengecup istrinya di bandara. Mesra. Sembari meminta doa. Sebelum terbang mencari nafkah pertamanya.
***
Kita betul-betul gak pernah tau.
Bisa jadi salam yang kita berikan hari ini, adalah salam terakhir buat orang-orang tercinta.
Lakukanlah selagi bisa....
Namun, ketika dikonfirmasi ke Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti, Sri Mulyani secara tegas mengatakan tak menulis sajak tersebut.
"Saya tidak menulis." tegas Sri Mulyani.
Tak berhenti sampai disitu saja, pihak Kementerian Keuangan kemudian menelusuri pengunggah sajak tersebut.
Didapatilah sang penulis sajak bernama akun Jayaning Hartami.
"Setelah saya cari-cari informasi, sajak yang sangat bagus dan menyentuh ini adalah buah karya dari Jayaning Hartami." kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti.
Karena telah ramai di media sosial, dan banyak orang yang menanyakan kebenaran sajak tersebut. Sang pemilik akun pun kemudian memberikan klarifikasinya. Berikut sedikit kutipan klarifikasi sang pemilik akun.
Tulisan tentang keluarga, kehilangan, dan JT 610 kemarin adalah tulisan ASLI buatan saya. Bukan buatan beberapa nama yang beredar, apalagi buatan Ibu Sri Mulyani, Menteri Keuangan kita. Kasihan atuhlah kalo beliau disamain sama remah remah momogi macem saya.