7 Juta Orang Nganggur, Jokowi : Angkanya Turun, Wajib Disyukuri

Iwan Supriyatna | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Selasa, 06 November 2018 | 12:40 WIB
7 Juta Orang Nganggur, Jokowi : Angkanya Turun, Wajib Disyukuri
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kanan) dan Dirt MRT Jakarta William Sabandar (kanan) bersiap menaiki kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (6/11). [ANTARA FOTO/Wahyu Putro]

Suara.com - Presiden Jokowi mengklaim angka pengangguran di Indonesia sudah menurun. Akan tetapi penurunan itu belum mengubah presentase pengangguran Indonesia yang berada di atas 5 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) sempat merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia per Februari 2018 sebesar 5,13 persen.

"Angka menurun tapi masih jumlahnya masih di atas 5 persen lebih sedikit persentase itu wajib kita syukuri menurun tapi masih di atas 5 persen," kata Jokowi di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).

Saat ditanyakan apakah penyumbang angka pengangguran terbesar berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Jokowi tidak menjawabnya.

Akan tetapi, Jokowi menyampaikan bahwa SMK masih menjadi fokus pemerintah untuk menjadi salah satu bagian dari perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"Sehingga SDM kita siap masuk dunia kerja dan kerjasama kita dengan pemerintah Jerman terus berlanjut. Kemarin misalnya dari Siemens mau bantu kita di bidang vocational training ini," pungkasnya.

Untuk diketahui, BPS mencatat tingkat pengangguran pada Agustus 2018 sebanyak 7 juta orang.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, pada periode Agustus 2018 tingkat pengangguran berkurang 40 ribu orang. Tingkat pengganguran periode yang sama 2017 sebesar 7,04 juta orang.

"Jadi ada penurunan 0,04. Dalam setahun terakhir, pengangguran berkurang 40 ribu orang," ujar Suhariyanto di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Suhariyanto menuturkan, pada periode Agustus 2018 jumlah penduduk usia kerja pada Agustus 2018 adalah sebesar 194,78 juta orang.

Dari jumlah itu, penduduk yang masuk angkatan kerja sebesar 131,01 juta orang, sedangkan sisanya 63,77 juta orang bukan angkatan kerja.

Sementara, dari 131,01 juta orang yang sudah mendapatkan pekerjaan sebesar 124,01 juta orang, sisanya 7 juta orang masih menganggur. Sehingga, tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2018 sebesar 5,34 persen.

Suhariyanto menambahkan, dilihat dari tempat tinggalnya, tingkat pengangguran terbuka di perkotaan lebih tinggi dibandingkan pedesaan.

"Di perkotaan sebesar 6,45 persen dan pedesaan 4,04 persen," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jajal MRT, Jokowi: Suaranya Enggak Bising

Jajal MRT, Jokowi: Suaranya Enggak Bising

News | Selasa, 06 November 2018 | 12:03 WIB

Ekonomi RI Kuartal III Tumbuh 5,17 Persen, Jokowi : Alhamdulillah

Ekonomi RI Kuartal III Tumbuh 5,17 Persen, Jokowi : Alhamdulillah

Bisnis | Selasa, 06 November 2018 | 11:52 WIB

Jokowi Pastikan MRT Jakarta Beroperasi Maret 2019

Jokowi Pastikan MRT Jakarta Beroperasi Maret 2019

Bisnis | Selasa, 06 November 2018 | 11:39 WIB

Terkini

Bukan Karena Kapal Rusak, Ini Biang Kerok Antrean Kendaraan di Bakauheni

Bukan Karena Kapal Rusak, Ini Biang Kerok Antrean Kendaraan di Bakauheni

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 14:46 WIB

Konflik AS-Israel vs Iran Picu Lonjakan Harga BBM di 95 Negara, RI Paling Merana?

Konflik AS-Israel vs Iran Picu Lonjakan Harga BBM di 95 Negara, RI Paling Merana?

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 14:14 WIB

Mudik Gratis BUMN 2026: PLN Berangkatkan 12.500 Pemudik Sekaligus Tekan Emisi

Mudik Gratis BUMN 2026: PLN Berangkatkan 12.500 Pemudik Sekaligus Tekan Emisi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:57 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Presiden Prabowo Perintahkan Genjot Produksi Batu Bara

Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Presiden Prabowo Perintahkan Genjot Produksi Batu Bara

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:53 WIB

Sistem Kelistrikan PLN Sumatera Utara Andal, Siap Layani Periode Idul Fitri 2026

Sistem Kelistrikan PLN Sumatera Utara Andal, Siap Layani Periode Idul Fitri 2026

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:44 WIB

10 Cara Mengelola Sisa Gaji Bulanan Jika THR Habis Terpakai Mudik

10 Cara Mengelola Sisa Gaji Bulanan Jika THR Habis Terpakai Mudik

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:35 WIB

Jangan Cuma Habis buat Baju Baru! Ini 10 Cara Putar THR Jadi Passive Income Modal Kecil

Jangan Cuma Habis buat Baju Baru! Ini 10 Cara Putar THR Jadi Passive Income Modal Kecil

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:02 WIB

Nekat Melintas Saat Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Ancam Bekukan Izin Perusahaan Logistik Bandel

Nekat Melintas Saat Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Ancam Bekukan Izin Perusahaan Logistik Bandel

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:43 WIB

Emas Antam Harganya Diobral Jelang Lebaran, Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Emas Antam Harganya Diobral Jelang Lebaran, Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:17 WIB

Rumah Rp 270 Jutaan Jadi Buruan, Masyarakat Kini Lebih Realistis Pilih Hunian

Rumah Rp 270 Jutaan Jadi Buruan, Masyarakat Kini Lebih Realistis Pilih Hunian

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:07 WIB