Darmin Nasution : Rupiah Sudah Terlalu Murah

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 28 November 2018 | 14:33 WIB
Darmin Nasution : Rupiah Sudah Terlalu Murah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, bahwa saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sudah terlalu murah.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menyebutkan, saat ini level rupiah sudah di bawah nilai fundalmentalnya di level Rp 14.500-an.

"Pertaruhan kita, pada saat rupiah dianggap sudah at the bottom, dan para analisis juga mengakui kita sudah overweight, itu sudah terlalu murah. Rupiah itu sudah terlalu murah. Dan itu terjadi sebulan terakhir ini. Kurs nya lumayan. Itu saatnya dibeli‎," ujar Darmin dalam Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

‎Darmin menuturkan, pemerintah akan memanfaatkan momentum tersebut untuk menjaga konfiden para investor agar tetap berinvestasi di Indonesia.

Salah satunya mengeluarkan beberapa bidang usaha dari Daftar Negatif Investasi (DNI). Dengan begitu, investor saat ini bisa masuk ke bidang usaha yang dulunya terkunci dari investor asing.

"‎Tapi kita memang harus memanfaatkan momentum itu. Sehingga waktu Bank Indonesia menaikkan suku bunga, kita bilang bagus. Dan kita mau nambah dengan mengeluarkan paket. Sayangnya memang rada rame," tutur dia.

Darmin pun menambahkan, sebenarnya rupiah bisa mempunyai potensi untuk bisa menguat kembali. Bahkan bisa menguat hingga di bawah Rp 14.000.

"‎Masih ada ruang, tapi kan kita enggak usah sekuat-kuatnya upaya untuk penguatan, yang penting ada capital inflow yang membeli saham, sun, kursnya menguat lagi sedikit. Dengan begitu defisit ‎transaksi berjalan bisa ditutup surplus transaksi lembaga finansial," tandas dia.

Berdasarkan data Bloomberg pergerakan rupiah pada hari ini pada pukul 12.00 berada di level Rp 14.534 per dolar AS. Level itu melemah dibandingkan perge‎rakan Selasa kemarin di level Rp 14.515 per dolar AS.

Sementara, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia rupiah juga melemah pada hari ini di level Rp 14.535 per dolar AS dari posisi Selasa kemarin yang di level Rp 14.504 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Ini Rupiah Dinilai Melemah, Bergerak Turun Hingga Rp 14.515

Hari Ini Rupiah Dinilai Melemah, Bergerak Turun Hingga Rp 14.515

Bisnis | Rabu, 28 November 2018 | 06:41 WIB

Komeng Ditangkap Polisi, Pesta Ganja dan Sabu Bareng Bule

Komeng Ditangkap Polisi, Pesta Ganja dan Sabu Bareng Bule

News | Selasa, 27 November 2018 | 20:23 WIB

Proyeksi BI : Ekonomi Indonesia di 2019 Lebih Baik Ketimbang 2018

Proyeksi BI : Ekonomi Indonesia di 2019 Lebih Baik Ketimbang 2018

Bisnis | Selasa, 27 November 2018 | 16:54 WIB

Terkini

Polisi Siapkan Sistem Satu Pintu di Kampung Boncos: Pendatang Asing Bakal Dites Urine

Polisi Siapkan Sistem Satu Pintu di Kampung Boncos: Pendatang Asing Bakal Dites Urine

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:18 WIB

Rakernas Persatuan Tunanetra Indonesia, Gus Ipul Komitmen Percepat Kartu Penyandang Disabilitas

Rakernas Persatuan Tunanetra Indonesia, Gus Ipul Komitmen Percepat Kartu Penyandang Disabilitas

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:17 WIB

Lokasi PSEL Makassar Dievaluasi Ulang ?

Lokasi PSEL Makassar Dievaluasi Ulang ?

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 16:16 WIB

Sarapan Anak Sebelum Sekolah Harus Mengandung Protein, Ini Alasannya

Sarapan Anak Sebelum Sekolah Harus Mengandung Protein, Ini Alasannya

Health | Rabu, 04 November 2026 | 16:16 WIB

4 Serum Korea Berbahan Rice Extract, Rahasia Wajah Tampak Glowing dan Mulus

4 Serum Korea Berbahan Rice Extract, Rahasia Wajah Tampak Glowing dan Mulus

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 16:15 WIB

Energi Bersih Bawa Perubahan, Desa Binaan Pertamina Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal

Energi Bersih Bawa Perubahan, Desa Binaan Pertamina Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:14 WIB

Mitsubishi Fuso Hadirkan Solusi Cold Chain Terintegrasi di Expo Logistik 2026

Mitsubishi Fuso Hadirkan Solusi Cold Chain Terintegrasi di Expo Logistik 2026

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 16:10 WIB

Pemilu AS Jadi Bursa Judi, Putaran Uang Tembus Rp26,8 Triliun

Pemilu AS Jadi Bursa Judi, Putaran Uang Tembus Rp26,8 Triliun

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:07 WIB

Kronologi Helikopter TNI Jatuh di Perairan Kalteng: 1 Tewas saat Misi Pemadaman Karhutla

Kronologi Helikopter TNI Jatuh di Perairan Kalteng: 1 Tewas saat Misi Pemadaman Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:06 WIB

Kisah Roslinda: Berawal dari Kelompok Anak Desa, Kini Bermimpi Jadi Penentu Kebijakan

Kisah Roslinda: Berawal dari Kelompok Anak Desa, Kini Bermimpi Jadi Penentu Kebijakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:06 WIB

×