BI: Perang Dagang, Penyebab Rupiah Keok Lagi

Pebriansyah Ariefana | Achmad Fauzi
BI: Perang Dagang, Penyebab Rupiah Keok Lagi
Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Posisi melemah dibandingkan pada Kamis Kemarin di level Selasa lalu yang di level Rp 14.507 per dolar AS.

Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali keok terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pasalnya, Selama empat hari ini melemah terhadap dolar AS. Padahal, sejak akhir November rupiah perkasa terhadap dolar AS.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada hari ini ‎berada di level Rp 14.539 per dolar AS. Posisi melemah dibandingkan pada Kamis Kemarin di level Selasa lalu yang di level Rp 14.507 per dolar AS.

Atas pelemahan itu, Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan alasan pelemahan rupiah ini karena fenomena global. Salah satunya dari perang dagang AS - Cina.

Meskipun telah melakukan gencatan senjata, tapi kini kedua negara masih merundingkan tarif impor yang dikenakan pada kedua barang.

"Mengenai Kurs, ini mungkin Selasa, Rabu dan Kamis ada palemahan tapi itu bukan hanya terjadi di Indonesia. Tapi juga di dunia, penyebabnya apa? Adalah global. Jadi ada harapan perang dagang itu mereda, tapi ternyata itu belum mereda," ujar Mirza saat ditemui di Komplek Perkantoran BI, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Selain itu, tutur Mirza, adanya aksi jual saham di bursa global yang menular ke bursa negara-negara berkembang. Dengan adanya aksi jual saham tersebut membuat, arus modal keluar banyak.

Hal ini yang membuat permintaan nilai tukar rupiah ‎menurun, yang nantinya berimbas pada pelemahan nilai tukar rupiah.

"Jadi itu yang kira-kira kita lihat kenapa terjadi pelemahan kurs di emerging market temasuk indonesia setelah terjadi penguatan, ada pelemahan kembali tentu adalah fenomena global," pungkas dia.

Baca Juga

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS