Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.318,500
LQ45 630,677
Srikehati 317,136
JII 401,976
USD/IDR 17.600

Ini 5 Mafia Paling Berbahaya di Dunia

Vania Rossa | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 12 Desember 2018 | 07:11 WIB
Ini 5 Mafia Paling Berbahaya di Dunia
Ilustrasi mafia. (Shutterstock)

Suara.com - Hampir di setiap negara ada kejahatan terorganisasi laiknya mafia Sisilia zaman dulu. Berbasis kelompok organisasi rahasia, mafia-mafia ini selalu membuat kekacauan, kejahatan, dan tindak pidana kriminal.

Para gangster ini tak hanya sering berperang fisik dengan geng lainnya - biasanya disebabkan karena perebutan wilayah - tetapi juga menguasai perdagangan illegal seperti narkoba, senjata api, prostitusi, sampai membekingi para pengusaha kaya.

Jadi, siapa mafia atau gangster terorganisasi terbesar di dunia?

1. Yakuza
Yakuza yang juga dikenal dengan nama Gokudo adalah sindikat kejahatan teroganisir yang paling terkenal. Mereka tidak hanya ada di Jepang, namun juga di dunia. Kelompok Yamaguchi-gumi, satu dari tiga organisasi pendiri Yakuza, memiliki kekayaan 80 miliar dolar AS. Hal ini membuktikan mereka sebagai gangster terkaya di antara semua sindikat kejahatan di dunia.

Yakuza dianggap juga sebagai gangster tertua, eksistensi mereka sudah ada sejak abad 17 yang berbaur dengan tradisi dan kebudayaan. Kasus kejahatan Yakuza juga terendus sampai di Indonesia terbongkar saat 95 WNA Taiwan dan Tiongkok diringkus Polda Metro Jaya di 3 rumah mewah terpisah di Jakarta yang bekerja menipu pejabat-pejabat di Tiongkok dari Indonesia melalui telepon dan internet.

2. Kelompok Yardies, Inggris
Sebenarnya mafia ini bukan berasal dari Inggris, tetapi berasal dari Jamaika yang bermigrasi ke Inggris pada era 1950-an. Mereka terlibat berbagai kasus kriminalitas di Inggris, mulai dari penculikan, perdagangan gelap senjata api, narkoba, dan obat-obatan terlarang lainnya.

3. Mungiki
Mungiki yang memiliki arti "banyak orang" adalah sebuah kelompok yang aktif di Kenya, basis mereka adalah di daerah-daerah kumuh Nairobi. Bisnis yang mereka lakukan adalah pemerasan dan penyediaan jasa pembunuh bayaran. Mungiki menolak semua ide westernisasi dan memaksa pengikutnya untuk kembali ke nilai-nilai tradisional.

4. La Cosa Nostra
Lahir pada abad 19, La Cosa Nostra dianggap sebagai salah satu kelompok mafia termuda. Namun, tidak butuh waktu lama bagi kelompok asal Sisilia ini untuk menjadi besar dan berpengaruh. La Cosa Nostra dengan basis kekeluargaan dan hierarki. Upacara penerimaan anggota baru dalam kelompok ini dikenal rumit dan hanya terbuka bagi orang Sisilia. Selain itu, mereka juga memiliki banyak kode etik yang harus ditaati, salah satunya adalah "omertà", di mana anggotanya wajib menjaga rahasia. Gagal melakukannya berarti sama dengan eksekusi mati.

5. Russian Mafia
Selain merupakan negara adi kuasa kedua setelah Amerika Serikat, Rusia juga memiliki banyak sekali mafia yang selalu berbuat kriminalitas. Russian Mafia sekarang ini memiliki anggota sudah lebih dari 700 ribu orang. Kejahatan yang mereka lakukan sudah lintas negara, meliputi Amerika Serikat, Israel, Spanyol, Kanada, Inggris, Hungaria dan masih banyak lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapten Sriwijaya Yu Hyun Koo Bantah Disuap Arema

Kapten Sriwijaya Yu Hyun Koo Bantah Disuap Arema

Bola | Rabu, 05 Desember 2018 | 08:15 WIB

Genderuwo Ekonomi yang Rugikan Negara, Seperti Ini Penampakannya

Genderuwo Ekonomi yang Rugikan Negara, Seperti Ini Penampakannya

Bisnis | Jum'at, 16 November 2018 | 11:24 WIB

Buwas : Negara Dikalahkan Mafia Tanah

Buwas : Negara Dikalahkan Mafia Tanah

Bisnis | Selasa, 31 Juli 2018 | 14:07 WIB

Terkini

Biaya Logistik RI Membengkak, Kapal Antre Berhari-hari di Pelabuhan

Biaya Logistik RI Membengkak, Kapal Antre Berhari-hari di Pelabuhan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:21 WIB

Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan

Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18 WIB

Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun

Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:16 WIB

Genjot Digitalisasi, Penyaluran Pupuk Subsidi Melonjak 34%

Genjot Digitalisasi, Penyaluran Pupuk Subsidi Melonjak 34%

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:10 WIB

SetiabudiInvest Gandeng Bahana Sekuritas, Investor Kini Punya Akses Reksa Dana Lebih Luas

SetiabudiInvest Gandeng Bahana Sekuritas, Investor Kini Punya Akses Reksa Dana Lebih Luas

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:03 WIB

Harga Emas Kompak Anjlok di Pegadaian: Antam, UBS, dan Galeri24 Turun Harga!

Harga Emas Kompak Anjlok di Pegadaian: Antam, UBS, dan Galeri24 Turun Harga!

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:03 WIB

Krom Bank Tahan Seluruh Laba Rp143 Miliar untuk Ekspansi, Kredit Melonjak 103%

Krom Bank Tahan Seluruh Laba Rp143 Miliar untuk Ekspansi, Kredit Melonjak 103%

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:59 WIB

Potongan Driver Ojol Gojek dan Grab Resmi Turun, Ada Penyesuaian Tarif Baru

Potongan Driver Ojol Gojek dan Grab Resmi Turun, Ada Penyesuaian Tarif Baru

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:55 WIB

Wall Street Langsung Meroket Setelah Harga Minyak Anjlok

Wall Street Langsung Meroket Setelah Harga Minyak Anjlok

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:54 WIB

SIG Gandeng BRIN Kembangkan Semen Hijau, Bidik Pasar Material Ramah Lingkungan

SIG Gandeng BRIN Kembangkan Semen Hijau, Bidik Pasar Material Ramah Lingkungan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:51 WIB