Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Genjot Digitalisasi, Penyaluran Pupuk Subsidi Melonjak 34%

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:10 WIB
Genjot Digitalisasi, Penyaluran Pupuk Subsidi Melonjak 34%
Ilustrasi. PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat sistem distribusi pupuk nasional melalui pengoperasian Command Center yang mampu memantau penyaluran pupuk secara real-time, mulai dari pabrik hingga ke tangan petani. Foto Pupuk Indonesia.
baca 10 detik
  • Command Center pantau distribusi pupuk nasional secara real-time.
  • Penebusan pupuk subsidi naik 34% hingga Mei 2026.
  • iPubers awasi 2,5 juta transaksi pupuk tiap bulan.

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat sistem distribusi pupuk nasional melalui pengoperasian Command Center yang mampu memantau penyaluran pupuk secara real-time, mulai dari pabrik hingga ke tangan petani. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan untuk memastikan pupuk subsidi lebih cepat diterima dan tepat sasaran.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira mengatakan distribusi pupuk menjadi elemen penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Melalui Command Center, perusahaan membangun sistem distribusi terintegrasi mulai dari produksi, pemantauan stok, hingga pengawasan penyaluran pupuk.

“Distribusi pupuk adalah bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Melalui Command Center, Pupuk Indonesia membangun sistem distribusi yang terintegrasi, dari produksi, pemantauan stok, hingga pengawasan penyaluran, agar pupuk diterima petani lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Yehezkiel dalam acara PI Insight di Graha Phonska, Jakarta Pusat.

Senior Vice President Distribusi Pupuk Indonesia, Veronika Trisna Sukmawati menjelaskan Command Center menjadi pusat integrasi berbagai sistem digital distribusi pupuk dalam satu dashboard monitoring. Sistem ini juga mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 yang menempatkan Pupuk Indonesia sebagai penanggung jawab utama penyaluran pupuk hingga tingkat Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).

Menurut Veronika, transformasi digital tersebut membuat rantai pasok pupuk menjadi lebih efisien, terintegrasi, dan responsif dari hulu hingga hilir. Command Center juga dilengkapi fitur pelacakan kapal dan truk berbasis GPS sehingga pergerakan distribusi di lapangan dapat dipantau secara langsung sekaligus mendeteksi potensi hambatan maupun penyimpangan.

Selain itu, sistem Distribution Planning and Control System (DPCS) memungkinkan perusahaan memantau kondisi stok pupuk di berbagai wilayah menggunakan indikator warna sebagai early warning system. Dengan sistem ini, daerah dengan lonjakan permintaan pupuk dapat segera direspons tanpa harus menunggu laporan manual.

“Ketika terdapat peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, kami dapat segera melakukan penyesuaian pasokan pupuk agar distribusi tetap berjalan lancar dan kebutuhan petani selalu terpenuhi,” kata Veronika.

PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat sistem distribusi pupuk nasional melalui pengoperasian Command Center yang mampu memantau penyaluran pupuk secara real-time, mulai dari pabrik hingga ke tangan petani. Foto Pupuk Indonesia.
PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat sistem distribusi pupuk nasional melalui pengoperasian Command Center yang mampu memantau penyaluran pupuk secara real-time, mulai dari pabrik hingga ke tangan petani. Foto Pupuk Indonesia.

Hingga 19 Mei 2026, stok pupuk nasional tercatat mencapai 1,17 juta ton dalam kondisi aman. Sementara itu, proses penyaluran pupuk subsidi juga diperkuat melalui aplikasi iPubers yang terintegrasi langsung dengan Command Center.

Senior Vice President Digitalisasi & Data Science Pupuk Indonesia, Yetty Endarwati mengatakan petani cukup membawa KTP untuk menebus pupuk subsidi di PPTS melalui aplikasi tersebut. Saat ini, rata-rata 2,5 juta transaksi penebusan pupuk subsidi dipantau setiap bulan secara real-time.

baca juga

Menurut Yetty, data transaksi yang mencakup identitas penerima, jumlah pupuk, waktu transaksi, hingga lokasi penebusan membuat distribusi pupuk subsidi menjadi lebih transparan dan akuntabel. Sistem ini juga memungkinkan deteksi dini terhadap anomali maupun potensi penyimpangan distribusi.

Di sisi lain, Pupuk Indonesia tetap memperkuat pengawasan langsung di lapangan melalui koordinasi dengan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3), aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan dinas terkait.

VP Perencanaan Penjualan & Penagihan PSO Pupuk Indonesia, Anggy Fajar Maghfiroh mengatakan pengawasan digital dan monitoring lapangan menjadi kombinasi penting untuk menjaga distribusi pupuk subsidi tetap tertib dan tepat sasaran.

Penguatan sistem distribusi tersebut berdampak pada peningkatan realisasi penebusan pupuk subsidi yang mencapai 3,7 juta ton per 19 Mei 2026. Angka itu melonjak sekitar 34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mas Nadiem dan Chromebook: Niatnya Digitalisasi, Kok Berujung 18 Tahun Bui?

Mas Nadiem dan Chromebook: Niatnya Digitalisasi, Kok Berujung 18 Tahun Bui?

Your Say | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:16 WIB

Dorong Produktivitas Masyarakat, Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos

Dorong Produktivitas Masyarakat, Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:29 WIB

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:06 WIB

Terkini

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:30 WIB

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:19 WIB

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:53 WIB

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:42 WIB

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:39 WIB

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:23 WIB

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:20 WIB

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

×