Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.318,500
LQ45 630,677
Srikehati 317,136
JII 401,976
USD/IDR 17.600

Potongan Driver Ojol Gojek dan Grab Resmi Turun, Ada Penyesuaian Tarif Baru

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:55 WIB
Potongan Driver Ojol Gojek dan Grab Resmi Turun, Ada Penyesuaian Tarif Baru
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di seberang Stasiun Palmerah, Jakarta, Senin (11/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Pemerintah Indonesia menerbitkan Perpres Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur ulang struktur potongan komisi aplikasi transportasi online.
  • Gojek dan Grab menetapkan potongan komisi maksimal sebesar delapan persen untuk meningkatkan pendapatan bersih mitra pengemudi ojek online.
  • Kedua perusahaan resmi menghapus program langganan berbayar bagi pengemudi guna menciptakan ekosistem layanan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Suara.com - Kabar gembira datang bagi para mitra pengemudi ojek online (ojol) di seluruh Indonesia. Menyusul diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur ulang struktur potongan komisi aplikasi, dua raksasa transportasi digital, Gojek dan Grab, resmi mengubah skema bagi hasil yang lebih memihak kepada pengemudi.

Jika sebelumnya aplikator memotong komisi sebesar 20 persen, kini mitra pengemudi akan menerima porsi lebih besar, yakni 92 persen dari setiap pesanan yang diselesaikan. Artinya, potongan biaya aplikasi kini ditekan hanya menjadi 8 persen per perjalanan.

Perubahan ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap penghasilan harian pengemudi.

Sebagai gambaran, jika seorang mitra pengemudi GoRide mencatatkan pendapatan kotor Rp150.000 dalam satu hari kerja, berikut perbandingannya:

  • Skema Lama (Potongan 20%): Aplikator menerima Rp30.000, sehingga pendapatan bersih pengemudi adalah Rp120.000.
  • Skema Baru (Potongan 8%): Aplikator hanya menerima Rp12.000, sehingga pendapatan bersih pengemudi meningkat menjadi Rp138.000.

Meskipun selisih Rp18.000 per hari terlihat kecil, akumulasinya dalam sebulan—dengan asumsi 25 hari kerja—mampu menambah pendapatan bersih pengemudi hingga sekitar Rp450.000. 

Penghapusan Program Langganan Berbayar

Selain penyesuaian bagi hasil, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengambil langkah berani dengan menghapus skema langganan GoRide Hemat.

Program yang sempat diuji coba sejak November 2025 tersebut mewajibkan pengemudi membayar biaya langganan agar bisa mendapatkan akses tarif khusus.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyatakan bahwa setelah tiga bulan penerapan skala nasional, pihaknya memutuskan untuk melakukan penyesuaian demi kesejahteraan mitra.

Ke depannya, layanan GoRide Hemat akan mengikuti skema bagi hasil GoRide Reguler dengan potongan maksimal 8 persen.

Terkait harga bagi konsumen, Hans memastikan penyesuaian akan dilakukan secara terukur agar layanan tetap terjangkau. Meskipun begitu, ia belum merinci tanggal pasti implementasi perubahan ini, namun ia memastikan akan segera diberlakukan dalam waktu dekat.

Langkah Serupa dari Grab Indonesia

Langkah proaktif juga diambil oleh Grab Indonesia. Melalui keterangan resmi pada Selasa (19/5/2026), CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengumumkan penutupan Program Langganan Akses Hemat bagi mitra GrabBike.

"Kami menilai diperlukan penyesuaian yang lebih baik lagi. Penutupan program ini dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak," ujar Neneng dalam siaran persnya.

Senada dengan Gojek, Grab memastikan bahwa layanan GrabBike Hemat bagi konsumen tetap tersedia dengan penyesuaian biaya yang tetap mengedepankan keterjangkauan masyarakat. Neneng menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada kenaikan harga pada layanan GrabBike Standard.

Kedua aplikator menegaskan bahwa kesejahteraan mitra tetap menjadi prioritas utama. Saat ini, baik Gojek maupun Grab terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah terkait implementasi penuh Perpres Nomor 27 Tahun 2026 agar kebijakan tersebut dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh ekosistem transportasi online di Indonesia.


Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan pengumuman resmi perusahaan terkait kepatuhan terhadap regulasi pemerintah. Perubahan skema bagi hasil merupakan dinamika bisnis yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi. Informasi lebih lanjut mengenai detail operasional dapat diakses melalui aplikasi resmi masing-masing penyedia layanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan

Demo Harkitnas di DPR, Ribuan Guru Madrasah dan Ojol Tuntut Kesejahteraan dan Perlindungan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:06 WIB

Hitung-hitungan Kasar Skema Baru Gojek: Angin Segar Buat Uang Belanja Istri Driver Ojol di Rumah

Hitung-hitungan Kasar Skema Baru Gojek: Angin Segar Buat Uang Belanja Istri Driver Ojol di Rumah

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:08 WIB

Grab Indonesia Resmi Tutup Program Akses Hemat untuk Mitra Roda Dua

Grab Indonesia Resmi Tutup Program Akses Hemat untuk Mitra Roda Dua

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 06:00 WIB

Komisi Gojek Turun Jadi 8 Persen, Driver Ojol Kini Kantongi 92 Persen Pendapatan

Komisi Gojek Turun Jadi 8 Persen, Driver Ojol Kini Kantongi 92 Persen Pendapatan

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:31 WIB

Gojek Hapus Program Langganan GoRide Hemat Buat Driver, Begini Dampaknya

Gojek Hapus Program Langganan GoRide Hemat Buat Driver, Begini Dampaknya

Tekno | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:07 WIB

InDrive Nilai Transparansi dan Keadilan Jadi Tantangan Industri Ride-Hailing

InDrive Nilai Transparansi dan Keadilan Jadi Tantangan Industri Ride-Hailing

Foto | Senin, 18 Mei 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Wall Street Langsung Meroket Setelah Harga Minyak Anjlok

Wall Street Langsung Meroket Setelah Harga Minyak Anjlok

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:54 WIB

SIG Gandeng BRIN Kembangkan Semen Hijau, Bidik Pasar Material Ramah Lingkungan

SIG Gandeng BRIN Kembangkan Semen Hijau, Bidik Pasar Material Ramah Lingkungan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:51 WIB

Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya

Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:36 WIB

Prabowo Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi, Sosok Petingginya Pernah Dipenjara

Prabowo Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi, Sosok Petingginya Pernah Dipenjara

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:26 WIB

DSI Ambil Alih Ekspor Komoditas, Rantai Pasok Nasional Bakal Berubah Total?

DSI Ambil Alih Ekspor Komoditas, Rantai Pasok Nasional Bakal Berubah Total?

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:08 WIB

Danantara Yakin PT DSI Bisa Pulangkan Devisa Komoditas ke Indonesia

Danantara Yakin PT DSI Bisa Pulangkan Devisa Komoditas ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:05 WIB

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:18 WIB

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:57 WIB

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:48 WIB