Petingginya Jadi Tersangka, Saham Waskita Karya Ditutup Langsung Turun

Pebriansyah Ariefana, Achmad Fauzi

Selasa, 18 Desember 2018 | 16:58 WIB
Petingginya Jadi Tersangka, Saham Waskita Karya Ditutup Langsung Turun
Gedung PT Waskita Karya Tbk. [setkab.go.id]

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengumumkan dua tersangka kasus suap proyek fiktif, yakni mantan kepala Divisi II Waskita Karya (Persero) Fathor Rachman (FR) dan mantan kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar (YAS).

Selain menetapkan dua tersangka, KPK hari ini Selasa (18/12/2018) memanggil delapan saksi diantaranya Dirut Waskita Beton Precast Jarot Subana, Kabag Marketing Waskita Karya Agus Prihatmono, Kabag Pengendalian Waskita Karya Dono Parwoto, Manajer Maintenance Waskita Beton Precast Imam Bukori.

Atas adanya kasus tersebut pergerakan saham berada PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) langsung turun. Berdasarkan data RTI, harga saham WSKT ditutup turun 0,55 persen dari penutupan hari sebelumnya menjadi Rp 1.795 per lembar saham.

Berdasarkan data RTI juga, Penurunan harga saham WSKT ini sudah dua hari terjadi. Pada Senin (17/12/2018) Kemarin harga saham WSKT juga turun 1,63 persen di harga Rp 1.805 per lembar saham.

Pada perdagang hari ini, saham WSKT telah diperdagangkan dengan volume 49,89 juta lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 88,73 milar.

Menurut, analis senior Samuel Sekuritas, M Alfatih mengatakan, penurunan saham WSKT ini memang terdorong dari sentimen petinggi WSKT yang ditetapkan. Dia menjelaskan, saat ini telah investor belajar dari beberapa kasus emiten yang jajarannya tersandung korupsi, sehingga melakukan aksi jual saham.

"Itu (penurunan) jelas menjadi, salah satu sentimen negatif. Faktor lain adalah defisit perdagangan yang lebih besar dari perkiraan analis, sehingga memberi kekhawatiran berkurangnya proyek-proyek YAD," ujar Alfatih saat dihubungi Suara.com, Selasa (18/12/2018).

Sementara, Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji, penurunan saham WSKT hanya sementara saja. Menurut dia, saham WSKT akan berbalik naik.

"Kalau sudah level support pasti ada akumulasi beli dan nanti dia (saham) naik lagi. Kalau dalam jangka panjang bisa kembali naik lagi," imbuh dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Proyek Fiktif, Sejumlah Petinggi Waskita Karya Dipanggil KPK

Kasus Proyek Fiktif, Sejumlah Petinggi Waskita Karya Dipanggil KPK

News | Selasa, 18 Desember 2018 | 15:22 WIB

KPK Periksa 3 Saksi untuk Idrus Marham di Kasus Suap PLTU Riau-1

KPK Periksa 3 Saksi untuk Idrus Marham di Kasus Suap PLTU Riau-1

News | Selasa, 18 Desember 2018 | 14:44 WIB

Waskita Karya Rumahkan Para Petingginya Terkait Kasus Suap Proyek Fiktif

Waskita Karya Rumahkan Para Petingginya Terkait Kasus Suap Proyek Fiktif

Bisnis | Selasa, 18 Desember 2018 | 14:37 WIB

KPK Cekal 4 Petinggi PT Waskita Karya Selama 6 Bulan

KPK Cekal 4 Petinggi PT Waskita Karya Selama 6 Bulan

News | Selasa, 18 Desember 2018 | 11:11 WIB

Kasus Proyek PLTU Riau-1, Setnov Bakal Bersaksi untuk Terdakwa Eni Saragih

Kasus Proyek PLTU Riau-1, Setnov Bakal Bersaksi untuk Terdakwa Eni Saragih

News | Selasa, 18 Desember 2018 | 10:31 WIB

Terkini

Punya Pengalaman Pahit di GBK, Legenda Malaysia: Berat Lawan Timnas Indonesia di GBK

Punya Pengalaman Pahit di GBK, Legenda Malaysia: Berat Lawan Timnas Indonesia di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 13:58 WIB

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Pastikan Tak Hadiri Pemakaman

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Pastikan Tak Hadiri Pemakaman

News | Senin, 28 September 2026 | 13:56 WIB

DPR Murka ke Kalapas Cibinong: Anda Bukan Cuman Bohongin Pak Menteri, Tapi Seluruh Rakyat Indonesia

DPR Murka ke Kalapas Cibinong: Anda Bukan Cuman Bohongin Pak Menteri, Tapi Seluruh Rakyat Indonesia

News | Senin, 28 September 2026 | 13:56 WIB

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

Joey Pelupessy Ungkap Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Joey Pelupessy Ungkap Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!

Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:50 WIB

3 Serum Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencerahkan dan Melembapkan Kulit Kering

3 Serum Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencerahkan dan Melembapkan Kulit Kering

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:47 WIB

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

News | Senin, 28 September 2026 | 13:45 WIB

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

News | Senin, 28 September 2026 | 13:39 WIB

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:37 WIB

×