Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Beda Data dengan Prabowo soal Utang, Sandiaga : Intinya Kita Punya Masalah

Iwan Supriyatna, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 03 Januari 2019 | 10:14 WIB
Beda Data dengan Prabowo soal Utang, Sandiaga : Intinya Kita Punya Masalah
Sandiaga Uno dalam acara Senja Bersama Sandiaga di Warunk Upnormal, Jalan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018). [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

Suara.com - Sandiaga Uno tak ambil pusing melihat data terkait utang yang disampaikannya berbeda dengan data milik Prabowo Subianto.

Sandiaga menyebut anak yang baru lahir dibebani utang Rp 13 juta sedangkan Prabowo menyebut Rp 9 juta.

Sandiaga mempersilakan untuk menghitung berapa kurs dolar pada saat Prabowo menyampaikan itu. Yang terpenting menurutnya negara memiliki masalah utang hingga Rp 5.000 triliun.

"Itu tergantung kursnya nanti dihitung saja sendiri waktu dia menyebutnya berapa. Tapi intinya bahwa kita punya masalah utang sudah di atas Rp 5 ribu triliun dan itu kita warisi kepada anak cucu kita," kata Sandiaga di Gedung Dewan Dakwah, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2018).

Sandiaga kemudian menjelaskan bahwa keinginan Prabowo - Sandiaga ke depannya ialah mengubah kondisi perekonomian Indonesia dengan mendisiplinkan tata pengelolaan keuangan negara.

Alih-alih berutang ke pihak luar, Sandiaga tegaskan akan menggencarkan ekspor dan mengurangi pengeluaran negara dari impor. Hasil dari itu kata Sandiaga dibayarkan untuk menyicil utang.

"Tingkatkan penerimaan kita, kita kurangi pengeluaran kita, kita kurangi impor kita sehingga kita punya dana lebih mulai mencicil utang," pungkasnya.

Untuk diketahui, Sandiaga sempat mengungkapkan defisit keuangan negara mencapai Rp 109 triliun. Defisit keuangan tersebut seiring dengan angka utang negara yang hingga November 2018 mencapai Rp 5.000 triliun.

Berdasarkan data tersebut, Sandiaga memperkirakan setiap anak yang lahir di Indonesia sudah menanggung utang sekitar Rp 13 juta.

Data yang disampaikan Sandiaga berbeda dengan Prabowo. Prabowo mengatakan, bayi-bayi Indonesia yang baru lahir sudah menanggung utang negara 600 dolar AS atau setara Rp 8,7 juta.

Hal itu diungkapnya berdasarkan analisis dari penasihat ekonominya, Fuad Bawazier.

"Kita semua punya utang gara-gara itu, bahkan anak kalian yang baru lahir saja sudah punya utang 600 dolar AS. Itu kata penasihat saya, Pak Fuad Bawazier,” kata Prabowo dalam pidatonya pada acara Konferensi Nasional (Konfernas) Partai Gerindra di Sentul Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12/2018).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sandiaga Maklum Parpol Pengusung Tak Sumbang Dana Kampanye Pilpres

Sandiaga Maklum Parpol Pengusung Tak Sumbang Dana Kampanye Pilpres

News | Kamis, 03 Januari 2019 | 10:07 WIB

KPU Bebaskan Capres - Cawapres Sampaikan Visi Misi 9 Januari

KPU Bebaskan Capres - Cawapres Sampaikan Visi Misi 9 Januari

News | Rabu, 02 Januari 2019 | 19:40 WIB

Anies Kaget Suhaimi Masuk Bursa Kandidat Pengganti Sandiaga Uno

Anies Kaget Suhaimi Masuk Bursa Kandidat Pengganti Sandiaga Uno

News | Rabu, 02 Januari 2019 | 19:32 WIB

Terkini

Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah

Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:46 WIB

Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan

Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:36 WIB

GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan

GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:14 WIB

Inflasi Pangan Mengintai? Harga Beras dan Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik

Inflasi Pangan Mengintai? Harga Beras dan Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:00 WIB

Darmawan Prasodjo Kembali Pimpin PLN, Didampingi Wadirut Baru

Darmawan Prasodjo Kembali Pimpin PLN, Didampingi Wadirut Baru

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:42 WIB

Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas

Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:27 WIB

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:28 WIB

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:16 WIB

88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit

88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:00 WIB

Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas

Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:00 WIB