Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Mendengar Jeritan Pengusaha Logistik dan Truk soal Tarif Tol Trans Jawa

Iwan Supriyatna

Rabu, 09 Januari 2019 | 16:06 WIB
Mendengar Jeritan Pengusaha Logistik dan Truk soal Tarif Tol Trans Jawa
Tol Trans Jawa. (Suara.com/Adam Iyasa)

Suara.com - Tol Trans Jawa yang menghubungkan Merak sampai Pasuruan digadang-gadang mampu memperlancar arus logistik. Namun, ada fakta lain, para pengusaha logistik dan truk justru belum merasakan manfaat tol Trans Jawa itu.

Besaran tarif tol Trans Jawa yang dirilis oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk dinilai belum berpihak pada pengusaha logistik dan truk.

Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah, Tony Winarno menyebut, adanya tol Trans Jawa malah menambah biaya logistik.

"Infrastruktur ini untuk siapa, kalau untuk rakyat, mengapa tarifnya sangat mahal. Tarif mahal sangat merugikan," kata Tony Winarno, Rabu (9/1/2019).

Dia menyebut, untuk biaya antar logistik dari Semarang ke Surabaya melewati tol Trans Jawa, harus mengeluarkan biaya Rp 259 ribu untuk sekali jalan. Sementara ongkos solar Rp 200 ribu sekali jalan.

Ongkos itu, dikalikan dua kali yakni untuk pulang pergi sebesar Rp 518 ribu plus dengan biaya bahan bakar Rp 400 ribu pulang pergi pula.

"Biaya logistik malah makin meningkat, harusnya bisa memangkas biaya, ini malah menambah biaya. Dari segi bisnis tentu tidak menguntungkan bagi pengusaha logistik," tutur Tony.

Selama ini, kata Tony, barang-barang logistik yang paling banyak dikirim oleh anggota Asperindo mayoritas barang UMKM dari Solo, Semarang, maupun Yogyakarta dengan tujuan berbagai kota termasuk luar Jawa Tengah.

"Tarif tol mahal akan berimbas pada usaha kecil yang dikirim dari pengrajin. Bagi kami tol hanya jalur alternatif saja, kami lebih memilih jalur di luar tol meski harus memutar," paparnya.

Sementara itu, Nugroho Arif dari Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah merasakan hal yang sama. Tol Trans Jawa belum berpihak pada pengusaha truk.

"Infrastruktur tol Trans Jawa belum berpihak pada truk, rest area khusus truk minim. Repot jika ada ban pecah atau mesin rusak, susah masuk tol kirim perlengkapan dan tim servis," kata Nugroho.

Karenanya, Nugroho mengaku armada truknya cenderung memilih lewat jalur Pantura. Selain sepi karena kendaraan pribadi yang lebih memilih masuk tol, juga banyak bengkel dan tambal ban sepanjang Pantura.

"Masuk tol harus biaya lagi, keuntungan ada tol Trans Jawa saat ini hanya buat jalan Pantura lebih sepi kendaraan pribadi," tuturnya.

Pengalamannya, sejak tol Trans Jawa diresmikan Desember kemarin, saat lewat Pantura hanya memakan waktu 24 jam untuk satu sopir dengan istirahat.

"Sebelum ada tol Trans Jawa, Pantura macet, bisa lebih satu hari perjalanan. Kasihan sopir harus menanggung biaya perjalanan tambahan," katanya.

Baik Tony dan Nugroho berharap biaya tarif tol dan infrastruktur tol Trans Jawa bisa dikaji ulang dan berpihak kepada pengusaha maupun rakyat.

"Tol Trans Jawa saat ini efektif bagi kendaraan pribadi saja. Saya membuktikannya, perjalanan pakai Innova solar Semarang - Madura hanya habis solar Rp 200 ribu, tol Rp 250 ribu, waktu juga dapat dipangkas," tukas Nugroho.

Kontributor : Adam Iyasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pulau Jawa Sudah Tersambung Tol, Ini Daftar Tarifnya

Pulau Jawa Sudah Tersambung Tol, Ini Daftar Tarifnya

Bisnis | Rabu, 09 Januari 2019 | 09:58 WIB

Jasa Marga Siap Operasikan Ruas Tol Ini Pada 2019

Jasa Marga Siap Operasikan Ruas Tol Ini Pada 2019

News | Selasa, 01 Januari 2019 | 04:05 WIB

3 Hari Jelang Tahun Baru, 234.923 Kendaraan Tinggalkan Jakarta

3 Hari Jelang Tahun Baru, 234.923 Kendaraan Tinggalkan Jakarta

News | Senin, 31 Desember 2018 | 16:39 WIB

Terkini

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB