KAI Targetkan Bisa Angkut 20 Juta Penumpang Kereta Api di 2019

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
KAI Targetkan Bisa Angkut 20 Juta Penumpang Kereta Api di 2019
Ilustrasi suasana stasiun kereta api. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Jumlah itu lebih tinggi 7 persen bila dibandingkan dengan realisasi pada 2018.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi I ( KAI Daop I ) memasang target penumpang kereta jarak dekat, menengah dan jauh dari Jakarta pada tahun ini mencapai 20 juta penumpang. Jumlah itu lebih tinggi 7 persen bila dibandingkan dengan realisasi pada 2018 sebanyak 19,1 juta penumpang.

Untuk mencapai target tersebut, Executive Vice President KAI Daop I, Dadan Rudiansyah bakal menambah perjalanan kereta api (KA).

"Seperti akan ada peluncuran KA baru dari Stasiun Gambir atau Pasar Senen yang sekarang masih digodok dan diharapkan Februari nanti sudah sosialisasi," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2019).

Dadan melanjutkan, upaya lain yaitu dengan mengubah jadwal keberangkatan dan pemberhentian perjalanan kereta api. Diantaranya, KA Fajar Utama Yogya, Gajahwong, Sawunggalih Pagi, Sawunggalih Malam, Jaka Tingkir, Kutojaya Utara, dan Cirebon Ekspress bisa berhenti di Stasiun Bekasi, Karawang, dan Cikarang.

Saat ini diakui Dadan, tengah terjadi pengalihan masyarakat yang tadinya menggunakan transportasi udara beralih ke kereta api.

Hal itu tercermin dari realisasi penumpang kereta jarak jauh yang berangkat dari Jakarta tumbuh 20 persen dibandingkan tahun 2017, yaitu dari 9 juta penumpang menjadi 11 juta penumpang.

"Kami sedang membuat penelitian jadi secara umum memang ada peningkatan yang beralih dari pesawat karena mungkin ada beberapa kejadian, bukan hanya tarif mahal tapi ada beberapa kejadian maskapai seperti kecelakaan," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS