Dikritik Ekonom Faisal Basri, Sri Mulyani: Jangan Menakuti soal Utang

Reza Gunadha, Achmad Fauzi

Selasa, 29 Januari 2019 | 14:11 WIB
Dikritik Ekonom Faisal Basri, Sri Mulyani: Jangan Menakuti soal Utang
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Menteri Keungan Sri Mulyani Indrawati kembali digempur permasalahan utang negara. Setelah Prabowo Subianto menyebut dirinya Menteri Pencetak Utang, kini giliran ekonom Faisal Basri yang mengritik soal bebang bunga utang.

Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) itu menyebut permasalahan Indonesia bukan pembayaran utang, tetapi beban bunga utang.

Meskipun utang pemerintah dalam jangka waktu 2014-2018 naik 64 persen jadi Rp 4.416 triliun, tetapi pembayaran beban bunga utang tumbuh paling tinggi 94 persen.

Menanggapi hal tersebut, Sri Mulyani ‎meminta para ekonom tidak melihat utang dari sisi nominalnya. Jika dilihat dari sisi nominal, Sri Mulyani tidak menampik adanya kenaikan utang maupun beban bunga utang.

"Kalau nominal defisit APBN selalu ada, kan nominal bertambah.‎ Namun, yang harus dilihat, yang dibandingkan itu ya tidak hanya nominal. Kalau nominalnya ini bergerak tapi nominal lain tidak dilihat, itu kan jadi membingungkan, atau cenderung dianggap untuk menakut-nakuti masyarakat," ujarnya di Kantor Kemen‎keu, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Menurut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, apa yang dikatakan Faisal Basri itu bukan sesuatu hal baru.

Harusnya, kata Sri Mulyani, para ekonom bisa melihat manfaat dari utang tersebut bagi perekonomian Indonesia.

Dia ‎menambahkan, pemerintah selama ini menggunakan utang untuk hal produktif seperti pembangunan infrastruktur.

"‎Waktu tahun 2014-2015, apakah dia (utang) mampu membangun infrastruktur, apakah Indonesia mampu mengurangi kemiskinan, apakah bisa menjaga pertumbuhan ekonomi. Itu semuanya kan tujuannya. Jadi kalo cuma melihat dari utangnya saja, jadi kehilangan konteksnya.”

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sepanjang 2018 KSSK Laporkan Sistem Keuangan Tanah Air Berjalan Normal

Sepanjang 2018 KSSK Laporkan Sistem Keuangan Tanah Air Berjalan Normal

Bisnis | Selasa, 29 Januari 2019 | 13:06 WIB

Utang Rp 4.418 Triliun, Sri Mulyani: Kami Kelola Tanpa Ugal-ugalan

Utang Rp 4.418 Triliun, Sri Mulyani: Kami Kelola Tanpa Ugal-ugalan

Bisnis | Rabu, 23 Januari 2019 | 22:16 WIB

IMF Minta Pangkas Utang, Sri Mulyani: Itu Bukan buat Indonesia

IMF Minta Pangkas Utang, Sri Mulyani: Itu Bukan buat Indonesia

Bisnis | Selasa, 22 Januari 2019 | 19:46 WIB

Prabowo Sebut Indonesia Miskin Seperti Haiti, Sri Mulyani: Nggak Sama, Jauh

Prabowo Sebut Indonesia Miskin Seperti Haiti, Sri Mulyani: Nggak Sama, Jauh

Bisnis | Selasa, 22 Januari 2019 | 16:13 WIB

Terkini

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

×