Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Akibat Bencana Alam, Kunjungan Turis ke Indonesia Tak Capai Target

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 01 Februari 2019 | 14:10 WIB
Akibat Bencana Alam, Kunjungan Turis ke Indonesia Tak Capai Target
Ilustrasi wisatawan mancanegara (Shutterstock).

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang 2018 kunjungan wisatawan asing mencapai 15,8 juta orang. Jumlah itu naik 12,58 persen bila dibandingkan tahun lalu.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, meskipun naik, namun kunjungan wisatawan asing tak capai target pemerintah sebanyak 17 juta orang. Menurutnya, tak tercapainya target karena adanya bencana alam sepanjang 2018.

"‎Jadi total 15,8 juta orang masih di bawah target. Bulan-bulan tertentu kemarin bencana luar biasa, itu berpengaruh. Pengaruh besar terjadi pada lokasi-lokasi bencana besar yang terjadi. Itu merupakan hambatan yang membuat target tidak tercapai," ujarnya di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Jumat (1/2/2019).

Pria yang akrab disapa Kecuk ini menuturkan, pemerintah perlu gencar lagi melakukan promosi kepada wisatawan asing agar bisa mencapai target.

"Banyak yang harus dilakukan, benahi infrastruktur di daerah, spot wisata promosi, agar jumlah wisatawan asing meningkat, karena wisatawan asing ini jadi sumber pertumbuhan ekonomi di masa depan disamping ekonomi kreatif," kata dia.

Berdasarkan data BPS, jalur udara masih jadi favorit 10,08 juta orang wisatawan asing melancong ke Indonesia. Sedangkan, wisatawan yang melalui jalur laut sebanyak 3,2 juta orang dan jalur darat sebanyak 2,5 juta orang.

Sementara, dari sisi negaranya, Malaysia masih memimpin dengan kunjungan wisatawan asing sebanyak 2,5 juta orang diikuti China yang mampu mendatangkan wisatawan se‎banyak 2,14 juta orang.

"‎Yang datang lebih banyak dari Singapura, Malaysia, Timor Leste, China dan Australia. Kalau kita lihat menurut kawasan dari Asia, Eropa mengalami peningkatan, yang agak turun dari Timur Tengah dan Afrika," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Pangan Hingga Upah PRT Jadi Penyumbang Inflasi Januari 2019

Harga Pangan Hingga Upah PRT Jadi Penyumbang Inflasi Januari 2019

Bisnis | Jum'at, 01 Februari 2019 | 13:34 WIB

222.390 Jiwa di Kaltim Jadi Miskin Salah Satunya Gara-gara Rokok

222.390 Jiwa di Kaltim Jadi Miskin Salah Satunya Gara-gara Rokok

Bisnis | Rabu, 16 Januari 2019 | 05:51 WIB

Penduduk Miskin Berkurang 280.000 Orang, Ini Penyebabnya Versi BPS

Penduduk Miskin Berkurang 280.000 Orang, Ini Penyebabnya Versi BPS

Bisnis | Selasa, 15 Januari 2019 | 15:10 WIB

Terkini

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:49 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:20 WIB

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:33 WIB