Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Ma'ruf Amin Sebut Bisnis Travel Haji dan Umrah di Indonesia Belum Syariah

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 06 Maret 2019 | 17:24 WIB
Ma'ruf Amin Sebut Bisnis Travel Haji dan Umrah di Indonesia Belum Syariah
Maruf Amin saat berbincang dengan wartawan di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta. (Suara.com/Ummy Saleh)

Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyebut perusahaan penyelenggara haji dan umrah harus mempunyai sertifikasi syariah dari Dewan Syariah Nasional (DSN).

Hal ini agar bisnis dari perusahaan penyelenggara haji dan umrah itu dijalankan secara syariah.

Ma'ruf Amin mengungkapkan, hingga kini belum ada perusahaan penyelenggara haji dan umrah yang bersertifikasi DSN.

"Kalau makanan tidak bisa dibilang halal tanpa sertifikat MUI. Makanan halal, kalau ada jaminan, kalau tidak ada garansi tidak jelas halalnya. Perusahaan-perusahaan juga gitu harus ada sertifikatnya dan dia jadi perusahaan syariah, kalau tidak ada sertifikat ya tidak sah," kata dia saat menghadiri Milad Ikatan Ahli Ekonomi Islam di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Menurut Ma'ruf Amin, DSN pernah sekali memberikan sertifikasi ke salah satu travel, namun sertifikasi tersebut dicabut, sebab jalan bisnisnya tak sesuai dengan aturan dari DSN.

Dia pun menuturkan, untuk mendapatkan sertifikasi dari DSN, maka harus memenuhi dua tanggung jawab. Pertama, perusahaan travel harus memenuhi aspek ibadah.

"Aspek ibadah harus bersertifikasi, pembimbingnya sudah bersertifikat atau belum. Kalau sudah syariah di audit oleh DSN dan dikasih sertifikasi," jelas dia.

Ma'ruf melanjutkan, kedua pengelolaan dan manajemen bisnisnya harus mengikuti aturan-aturan syariah. Misalnya tidak menerapkan sistem Multi Level Marketing dalam penjualan paket umrah.

Dia menambahkan, kedua tanggung jawab itu wajib dipenuhi perusahaan penyelenggara umrah dan haji. Agar, tak ada lagi travel yang meraup keuntungan tanpa mementingkan hak-hak jamaah.

baca juga

"Jadi menurut saya, kita memang harus mengarah ke sana. Sekarang ini travel kita banyak sekali seribu lebih. Kalau soal pengembangan dan kehati-hatian di Kemenag, tapi kalau sesuai syariahnya Kemenag enggak punya kompetensi untuk itu, adanya di DSN," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gerah dengan Travel Haji dan Umrah Bodong, Pemerintah Lakukan Ini

Gerah dengan Travel Haji dan Umrah Bodong, Pemerintah Lakukan Ini

Bisnis | Rabu, 06 Maret 2019 | 13:56 WIB

Poyuono Salahkan Jokowi Andi Arief Ditangkap, Ma'ruf: Bukan Salah Jokowi

Poyuono Salahkan Jokowi Andi Arief Ditangkap, Ma'ruf: Bukan Salah Jokowi

News | Rabu, 06 Maret 2019 | 11:40 WIB

Ma'ruf Amin ke Andi Arief: Sudah Jadi Tokoh Kok Masih Terjerat Narkoba

Ma'ruf Amin ke Andi Arief: Sudah Jadi Tokoh Kok Masih Terjerat Narkoba

News | Rabu, 06 Maret 2019 | 10:53 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×