Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Ekspor Furnitur Indonesia Masih Kalah dengan Negara Tetangga

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 11 Maret 2019 | 13:27 WIB
Ekspor Furnitur Indonesia Masih Kalah dengan Negara Tetangga
Pameran furnitur di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019).(Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut kinerja ekspor furnitur Indonesia masih kalah dengan negara tetangga.

Dia mencatat, pada 2018 ekspor furnitur Indonesia hanya sebesar 1,69 miliar dolar AS atau setara Rp 23,66 triliun (asumsi 1 dolar AS = Rp 14.000).

Apalagi, berdasarkan data CSIL pada tahun 2017, kinerja ekspor Indonesia berada pada posisi ke-22, sementara posisi pertama masih ditempati oleh China.

"Jika dibanding dengan negara-negara ASEAN lainnya, posisi Indonesia juga berada jauh di bawah Vietnam yang menempati posisi ke-7 dengan nilai ekspor sebesar 5,5 miliar dolar AS dan Malaysia pada posisi ke-14 dengan nilai ekspor sebesar 2,3 miliar dolar AS," kata Airlangga saat memberikan sambutan dalam pameran furnitur di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019).

Ketua Umum Partai Golkar ini menuturkan, pemerintah telah mempunyai strategi untuk menumbuhkan industri furnitur agar bisa menggenjot ekspor.

Salah satunya dengan memberikan keringanan fasilitas pajak, seperti tax allowance pada industri furnitur dan industri pendukung seperti lem, grendel dan lainnya.

"Kami juga mengusulkan insentif Super Tax Deduction untuk mendorong pengembangan SDM vokasi dan inovasi teknologi. Selain itu, kami melarang ekspor bahan baku log/kayu dan rotan asalan. Dan kami telah membangun Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal untuk meningkatkan penyediaan SDM yang terampil dan entrepreneur baru. Terakhir ada Fasilitasi pembiayaan ekspor melalui LPEI," tutur dia.

Menurut Airlangga, dengan kemudahan itu, pihaknya yakin ekspor furnitur akan kembali meningkat. Dia pun menargetkan ekspor furnitur pada 2024 bisa mencapai 5 miliar dolar AS.

"Pemerintah mengharapkan industri furnitur dapat berperan lebih besar lagi dalam perekonomian nasional dengan target peningkatan ekspor sebesar 5 miliar dolar AS. Pameran ini sudah paling besar dibandingkan pameran di Singapura, jadi ini merupakan pameran di Asean. Indonesia harus mendorong pameran sepeti ini," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hore, Honda Siap Ekspor Brio Generasi Kedua Tahun Ini

Hore, Honda Siap Ekspor Brio Generasi Kedua Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 27 Februari 2019 | 15:15 WIB

Motor Honda Racikan Indonesia, Laris Manis di Bangladesh dan Filipina

Motor Honda Racikan Indonesia, Laris Manis di Bangladesh dan Filipina

Otomotif | Senin, 25 Februari 2019 | 14:30 WIB

Enggar Temui Menteri Perdagangan Korea Selatan Bahas Kerja Sama Dagang

Enggar Temui Menteri Perdagangan Korea Selatan Bahas Kerja Sama Dagang

Bisnis | Selasa, 19 Februari 2019 | 14:16 WIB

Terkini

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:14 WIB

Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis

Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:11 WIB

Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:05 WIB

Cara Paufazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan

Cara Paufazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:56 WIB

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:54 WIB

MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini

MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:52 WIB

Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan

Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:50 WIB

Eks Dirut BJBR dan Bank Jateng Divonis Bebas dalam Kasus Sritex, Ini Alasannya

Eks Dirut BJBR dan Bank Jateng Divonis Bebas dalam Kasus Sritex, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:39 WIB

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:35 WIB

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:03 WIB