Menkeu: Tingkatkan Ekspor Tak Segampang Balikkan Tangan

Dwi Bowo Raharjo | Achmad Fauzi
Menkeu: Tingkatkan Ekspor Tak Segampang Balikkan Tangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Senin (10/12/2018). (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Untuk meningkatkan ekspor perlu kebijakan terstruktur mulai dari komoditas hingga negara tujuan.

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah Indonesia terus melakukan upaya untuk meningkatkan ekspor. Namun hal itu dinilai Sri Mulyani tidak gampang seperti yang dikatakan.

Sri Mulyani menerangkan, untuk meningkatkan ekspor perlu kebijakan terstruktur mulai dari komoditas hingga negara tujuan.

"Kalau besok pengen ekspor naik sekarang pertumbuhannnya dibawah 7 persen dan saya pengen tahun depan bisa naik 15 persen, itu enggak seperti membalikkan tangan begitu saja," katanya di Kantor Pusat Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019).

"Kalau kita identifikasi berdasarkan komoditas yang terbesar dan kemudian bicara destinasi marketnya terlihat sekali bahwa dinamika ini memiliki kebutuhan mengelolanya policynya itu dari ujung ke ujung," tambah dia.

Mantan Direktur Pelaksaana Bank Dunia ini menuturkan, saat ini pemerintah telah bekerja sama dengan Jaringan Perguruan Tinggi (UNIED) untuk upaya meningkatkan ekspor. Nantinya, sambung Sri Mulyani, pemerintah dan UNIED bakal merumuskan komoditas dan negara tujuan ekspor Indonesia.

"Jadi kita senang dunia akademik, terutama dari UNIED menjdi partner kita dalam bagaimana memahami melihat secara detail persoalan ekspor di Indonesia. Ini adalah persoalan yang terlihat baik dari sisi penjelasan supply chain, bahwa masalah ekspor sangat detail dan pelik," tutur dia.

Sri Mulyani menerangkan, pihaknya melalui LPEI telah mengeluarkan wadah (platform) informasi online data ekspor. Dengan platform ini, masyarakat dan eksportir bisa mengetahui data ekspor secara online dari Indonesia ke negara lain.

"National export dashboard yang akan kita gunakan sebagai alat untuk tidak hanya memonitor, tapi juga untuk menciptakan framework di dalam kebijakan yang kemudian bisa semakun dikoordinasikan, diintegrasikan, dan ditingkatkan dalam mendukung ekspor Indonesia," tandas dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS