Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Antam Kantongi Laba Bersih Capai Rp 874,42 Miliar di 2018

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 11 Maret 2019 | 14:33 WIB
Antam Kantongi Laba Bersih Capai Rp 874,42 Miliar di 2018
Direktur Keuangan Antam Dimas Wikan Pramudhito. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mencatatkan laba bersih tahun 2018 sebesar Rp 874,42 miliar. Laba bersih itu naik 541 persen bila dibandingkan dengan capaian tahun 2017 yang hanya Rp 136,5 miliar.

Direktur Keuangan Antam, Dimas Wikan Pramudhito menerangkan, perolehan laba bersih itu didapat dari penjualan emas dan feronikel.

Tercatat, penjualan perseroan di 2018 sebesar Rp 25,24 triliun atau naik 99 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 12,65 triliun.

"Komoditas utama Antam yakni emas membukukan capaian penjualan 27.894 kilogram (kg) atau yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Pada tahun sebelumnya, penjualan hanya 13.202 kg," kata Dimas di Hotel Intercontinental, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (11/3/2019).

"Dari segi nilai, komoditas itu menjadi komponen pembentuk pendapatan terbesar dengan kontribusi Rp 16,59 triliun atau 66 persen dari total penjualan bersih perseroan. Nilai penjualan ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah perusahaan," Dimas menambahkan.

Sementara itu, penjualan feronikel menjadi pendorong kedua meningkatnya capaian laba bersih Antam dengan penjualan bersih sebesar Rp 4,66 triliun atau 18 persen dari total penjualan bersih.

Tak hanya emas dan feronikel, komoditas bauksit pun turut memberikan kontribusi positif. Sepanjang 2018, pendapatan dari bijih bauksit tercatat sebesar Rp 482 miliar atau tumbuh 21 persen dari capaian di tahun sebelumnya.

Sementara dari sisi volume produksi, perseroan telah memproduksi feronikel pada 2018 dengan volume 24.868 ton nikel, lebih besar 14 persen dari tahun sebelumnya.

"Peningkatan volume produksi dan penjualan feronikel sejalan dengan tercapainya stabilitas operasi produksi pabrik di Pomalaa, Sulawesi Tenggara yang saat ini memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 27.000 ton nikel per tahun," pingkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sumpit Emas 18 Karat Dijual di Australia, Tebak Berapa Harganya

Sumpit Emas 18 Karat Dijual di Australia, Tebak Berapa Harganya

Lifestyle | Minggu, 10 Maret 2019 | 09:33 WIB

8 Maret 2019 : Harga Jual Emas Antam Turun Rp 1.000 Per Gram

8 Maret 2019 : Harga Jual Emas Antam Turun Rp 1.000 Per Gram

Bisnis | Jum'at, 08 Maret 2019 | 11:14 WIB

Keindahan Kota Emas di Jantung Gurun Thar India, Bikin Decak Kagum

Keindahan Kota Emas di Jantung Gurun Thar India, Bikin Decak Kagum

Lifestyle | Rabu, 06 Maret 2019 | 18:30 WIB

Terkini

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:48 WIB