Menkeu: Indonesia Punya Kans untuk Menjadi Negara Maju dan Diakui

Dwi Bowo Raharjo, Achmad Fauzi

Selasa, 12 Maret 2019 | 19:42 WIB
Menkeu: Indonesia Punya Kans untuk Menjadi Negara Maju dan Diakui
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani meyakini Indonesia mampu untuk meningkatkan kelas menjadi negara dengan pendapatan per kapita tinggi. Indonesia saat ini masih di menempati pringkat negara dengan pendapatan per kapita menengah ke atas.

Sri Mulyani menuturkan, tidak gampang untuk menaikan kelas pendapatan Indonesia. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut terdapat tiga syarat jika Indonesia ingin naik kelas dengan pendapatan per kapitanya tinggi.

"Pertama Infrastruktur adalah salah satu persyaratan. Negara yang memiliki infrastruktur baik itu punya kans untuk maju menjadi negara dengan bepenghasilan tinggi. Karena dengan infrastruktut berkualitas baik maka penduduknya mampu memiliki produktivitas tinggi," kata Sri Mulyani saat menghadiri Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Kedua, lanjut Sri Mulyani, Indonesia harus meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM). Apalagi, terang dia, Indonesia punya keuntungan dari bonus demografi yang bisa dimanfaatkan untuk menciptakan SDM yang berkualitas.

"Ketiga, untuk negara maju dibutuhkan birokrasi yang efisien dan bersih serta kompeten. Di sinilah tempat anda semua yang ada di jajaran pemerintahan memilki tantangan," kata dia.

"Apakah kita mampu menjadi pilar dan bergerak seabagai salah satu negara maju berpenghasilan tinggi. kemampuan kita untuk membuat dan menggunakan teknologi serta menata ekonomi indonesia dari sisi tata ruang teruteama daria finansial sistem," lanjut Sri Mulyani.

Wanita yang akrab disapa Ani ini memperkirakan Indonesia bisa naik kelas pada 2024. Pada tahun itu ucap Sri Mulyani, Indonesia memiliki penduduk 319 juta di mana 73 persennya tinggal di perkotaan.

"Indonesia punya kans untuk menjadi negara maju dan itu diakui. Dari sisi track record dari beberapa dekade mampu menjaga Pertumbuhan Ekonomi cukup tinggi dan konsisten. Indonesia juga punya track record dalam membuat policy yang memiliki teknokrasi yang cukup tinggi," tutup dia.

Untuk diketahui, Indonesia harus memiliki pendapatan per kapita di atas 12.055 dolar AS agar naik kelas. Saat ini, pendapatan per kapita Indonesia baru sebesar 3.972 dolar AS.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gantikan Sri Mulyani, Siswi Asal Surakarta Jadi Menteri Keuangan Sehari

Gantikan Sri Mulyani, Siswi Asal Surakarta Jadi Menteri Keuangan Sehari

Bisnis | Minggu, 10 Maret 2019 | 13:14 WIB

Sri Mulyani Nilai Harga Tiket MRT Jakarta Terjangkau Warga Menengah Bawah

Sri Mulyani Nilai Harga Tiket MRT Jakarta Terjangkau Warga Menengah Bawah

Bisnis | Rabu, 06 Maret 2019 | 21:06 WIB

Sri Mulyani Akui APBN 2019 Cenderung Populistik

Sri Mulyani Akui APBN 2019 Cenderung Populistik

Bisnis | Kamis, 28 Februari 2019 | 20:39 WIB

Menkeu: Tingkatkan Ekspor Tak Segampang Balikkan Tangan

Menkeu: Tingkatkan Ekspor Tak Segampang Balikkan Tangan

News | Rabu, 27 Februari 2019 | 21:45 WIB

Terkini

Meski Kredit Digenjot, Perbankan Tetap Merasa Khawatir Kondisi Global

Meski Kredit Digenjot, Perbankan Tetap Merasa Khawatir Kondisi Global

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 11:15 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM

5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM

Kalbar | Minggu, 13 September 2026 | 11:13 WIB

Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan

Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:10 WIB

UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia

UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 11:08 WIB

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap

5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Donald Trump Tuduh Iran Otaki Serangan Pipa Minyak Arab Saudi

Donald Trump Tuduh Iran Otaki Serangan Pipa Minyak Arab Saudi

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Komodifikasi Paras di Kampus: Ketika Estetika Menggerus Marwah Mahasiswa

Komodifikasi Paras di Kampus: Ketika Estetika Menggerus Marwah Mahasiswa

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Jatim | Minggu, 13 September 2026 | 11:04 WIB

Siapa Nama Asli Betrand Peto? Ini Profil Putra Ruben Onsu yang Sedang Disorot

Siapa Nama Asli Betrand Peto? Ini Profil Putra Ruben Onsu yang Sedang Disorot

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 11:04 WIB

×