Tiket Pesawat Naik 166 Persen, Pariwisata Pulau Bangka Anjlok

Iwan Supriyatna

Jum'at, 22 Maret 2019 | 15:06 WIB
Tiket Pesawat Naik 166 Persen, Pariwisata Pulau Bangka Anjlok
Ilustrasi pantai di Pulau Bangka. (Shutterstock)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini mengunjungi Pangkalpinang, Bangka Belitung. Di Pulau Bangka tersebut Presiden Jokowi membagikan sertifikat tanah kepada masyarakat Bangka dan meresmikan terminal baru Bandara Depati Amir.

Usai meresmikan terminal baru Bandara Depati Amir, Jokowi berharap dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke pulau yang memiliki pesona alam berupa pantai yang memiliki keindahan yang mempesona.

"Kita harus mendahului pertumbuhan penumpang yang tumbuh sangat baik di Provinsi Bangka Belitung ini. Dan kita harapkan dengan siapnya sarana terminal di Bandara Depati Amir ini wisatawan akan semakin banyak," kata Presiden Jokowi.

Namun, harapan Presiden Jokowi sepertinya akan terhalang oleh mahalnya harga tiket pesawat tujuan Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Halim (47) penyewa rental mobil yang terbiasa mengantar wisatawan untuk berkunjung ke destinasi-destinasi wisata di Pulau Bangka mulai mengeluhkan turunnya jumlah kunjungan.

"Tiket tadinya hanya Rp 300 ribuan Lion, sekarang paling murah Rp 800 ribuan, bisa dicek di Traveloka, mungkin karena mahal jadi orang malas datang," kata Halim.

Jika dihitung, kenaikan harga tiket dari Jakarta-Pangkalpinang yang tadinya hanya Rp 300.000 menjadi Rp 800.000, artinya kenaikannya mencapai 166 persen.

Selain supir travel wisata, Susan (28) warga Muntok Bangka Barat juga mengeluhkan hal yang sama. Dirinya mengaku tak habis fikir dengan mahalnya harga tiket saat ini.

"Padahal bukan high season, biasanya pulang kampung setahun bisa 3 kali, sekarang sudah lebih setahun enggak pulang," keluhnya.

baca juga

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan, semakin tinggi penguasaan pasar oleh Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group di industri transportasi penerbangan, maka kedua maskapai terbesar tersebut pun bisa bebas menentukan penjualan harga tiketnya.

Adapun tingkat penguasaan pasar industri transportasi penerbangan yang dikuasai oleh dua maskapai tersebut mencapai 96 persen.

"Saat menaikan dan menurunkan harga tiket, mereka bisa bersepakat. Diduga ada kartel antara keduanya," katanya.

Nailul menduga, pihak Lion dan Garuda bersepakat untuk bersama-sama menaikan harga tiket hingga mengorbankan masyarakat umum sebagai pengguna.

"Permasalahan utama ya dugaan kartel dua grup besar, Garuda Indonesia dan Lion Grup," tegasnya.

Melihat hal tersebut, jika kondisi itu terus berlangsung, maka bukan hal yang tidak mungkin industri pariwisata di Bangka Belitung akan meredup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Garuda Akui Sukar Batalkan Pembelian 49 Boeing 737 Max 8

Garuda Akui Sukar Batalkan Pembelian 49 Boeing 737 Max 8

Bisnis | Jum'at, 22 Maret 2019 | 14:32 WIB

Klarifikasi Tokopedia soal Admin Retweet 'Pulangkan Jokowi ke Solo'

Klarifikasi Tokopedia soal Admin Retweet 'Pulangkan Jokowi ke Solo'

News | Jum'at, 22 Maret 2019 | 14:28 WIB

Hasil Survei Capres Berbeda dengan Litbang Kompas, Ini Penjelasan SMRC

Hasil Survei Capres Berbeda dengan Litbang Kompas, Ini Penjelasan SMRC

News | Jum'at, 22 Maret 2019 | 10:45 WIB

Terkini

Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026

Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama

Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:46 WIB

Microsoft Ungkap Ancaman Siber di Era AI, Ini 5 Kebiasaan Digital yang Harus Diubah

Microsoft Ungkap Ancaman Siber di Era AI, Ini 5 Kebiasaan Digital yang Harus Diubah

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Urutan Skincare Malam Safi untuk Menyamarkan Tanda Penuaan Usia 40 Tahun ke Atas

Urutan Skincare Malam Safi untuk Menyamarkan Tanda Penuaan Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:43 WIB

RSUD Pasar Minggu Buka Pusat Kanker Terpadu untuk Pasien Lintas Daerah

RSUD Pasar Minggu Buka Pusat Kanker Terpadu untuk Pasien Lintas Daerah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:42 WIB

Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan

Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:41 WIB

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:37 WIB

JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Liburan ke Vietnam Bisa Jadi Awal Menjelajah Asia, Ada Promo Tiket Mulai Rp0 dari Vietjet

Liburan ke Vietnam Bisa Jadi Awal Menjelajah Asia, Ada Promo Tiket Mulai Rp0 dari Vietjet

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:34 WIB

×