2.500 Desa di Pelosok Indonesia Masih Gelap Gulita Tanpa Listrik

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 04 April 2019 | 15:36 WIB
2.500 Desa di Pelosok Indonesia Masih Gelap Gulita Tanpa Listrik
Ilustrasi pencahayaan tanpa listrik menggunakan patromak. (Shutterstock)

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, masih banyak desa di Indonesia yang belum teraliri listrik. Tercatat, hingga saat ini sebanyak 2.500 desa belum tersambung listrik.

Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM Harris mengatakan, saat ini pemerintah telah mencari solusi agar 2.500 desa tersebut bisa menikmati listrik. Salah satunya dengan menggunakan energi terbarukan.

"Ada 2.500 desa lebih yang belum ada listriknya sama sekali. Tapi 2.500 desa itu sama sekali belum ada dan pemerintah punya program untuk itu," kata dia dalam Pameran Solartech Indonesia, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2019).

Harris menuturkan, sebenarnya rasio elektrifikasi sebesar 98 persen tidak selamanya listrik di semua daerah bisa menyala. Menurut dia, beberapa daerah hanya bisa menikmati listrik hanya dalam 5-12 jam saja dalam waktu sehari.

Oleh karena itu, sambung dia, pemerintah yang bekerja sama dengan swasta akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan penetrasi 6.500 megawatt hingga 2025.

"Ini bisa kita bandingkan dengan saat ini ada, saat ini PLN dengan swasta ini yang beroperasi sekarang itu baru 66 ribu MW. PLTS itu dibangun sampai 2025 itu ada 10 persen, sangat besar itu, dan itu dipakai dimana saja, itu PLTS dikembangkan oleh IPP swasta," ucap dia.

Kendati demikian, tambah Harris, sebenarnya pemerintah juga punya program untuk penerangan di daerah, yitu lewat Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

Meskipun, hanya berkontribusi 0,2 persen terhadap rasio elektrifikasi, akan tetapi program ini bisa menerangi daerah yang belum teraliri listrik.

"Ini sudah dibangun dan yang sudah terpasang 2017-2018, jumlahnya sebanyak 250 ribu lampu dan perlu juga dicatat 250 ribu lampu itu, 230 ribu di Papua. Hitungan rasio elektrifikasi kami juga memasukan LTSHE menjadi bagian meskipun hanya 0,2 persen. Tapi Papua yang tadinya 60an persen menjadi 90 persen," tutup dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau Tekan Biaya Tagihan Listrik Supaya Lebih Murah? Begini Caranya

Mau Tekan Biaya Tagihan Listrik Supaya Lebih Murah? Begini Caranya

Bisnis | Kamis, 04 April 2019 | 15:20 WIB

Luhut: Jangan Habiskan Energi untuk Saling Hina, Saling Fitnah

Luhut: Jangan Habiskan Energi untuk Saling Hina, Saling Fitnah

News | Senin, 25 Maret 2019 | 23:55 WIB

Pasangan Milenial Ingin Tekan Konsumsi Listrik, Ini Triknya

Pasangan Milenial Ingin Tekan Konsumsi Listrik, Ini Triknya

Press Release | Jum'at, 22 Maret 2019 | 19:30 WIB

Terkini

Media Internasional: Kecelakaan Laut Sering Terjadi karena Lemahnya Standar Keselamatan di Indonesia

Media Internasional: Kecelakaan Laut Sering Terjadi karena Lemahnya Standar Keselamatan di Indonesia

News | Senin, 14 September 2026 | 14:13 WIB

Purbaya Kritik Kondisi Ekonomi era Jokowi, Dianggap Lebih Lambat Ketimbang SBY

Purbaya Kritik Kondisi Ekonomi era Jokowi, Dianggap Lebih Lambat Ketimbang SBY

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:13 WIB

Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Toyota Meningkat, Veloz Hybrid Tuai Respon Positif

Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Toyota Meningkat, Veloz Hybrid Tuai Respon Positif

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:12 WIB

Cara Menghilangkan Kutu Beras dengan Aman dan Mudah, Begini Langkah yang Tepat

Cara Menghilangkan Kutu Beras dengan Aman dan Mudah, Begini Langkah yang Tepat

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:10 WIB

Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses

Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 14:10 WIB

Pertamina Bawa Semangat Grand Prix of Indonesia 2026 ke Masyarakat

Pertamina Bawa Semangat Grand Prix of Indonesia 2026 ke Masyarakat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:08 WIB

Rp31,1 Triliun Disiapkan, PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 2027

Rp31,1 Triliun Disiapkan, PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 2027

News | Senin, 14 September 2026 | 14:08 WIB

Membaca, Memahami, dan Merefleksi: Seni Menjaga Fokus di Tengah Serbuan Gawai

Membaca, Memahami, dan Merefleksi: Seni Menjaga Fokus di Tengah Serbuan Gawai

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 14:05 WIB

Mining Indonesia 2026, Castrol Bahas Keandalan Alat Berat Tambang

Mining Indonesia 2026, Castrol Bahas Keandalan Alat Berat Tambang

Foto | Senin, 14 September 2026 | 14:05 WIB

Kejagung Siap Ladeni Kasasi Ibrahim Arief di Kasus Chromebook

Kejagung Siap Ladeni Kasasi Ibrahim Arief di Kasus Chromebook

News | Senin, 14 September 2026 | 14:01 WIB

×