LPS Nilai Fintech Belum Bisa Jadi Tandingan BPR

Reza Gunadha | Achmad Fauzi
LPS Nilai Fintech Belum Bisa Jadi Tandingan BPR
Ilustrasi fintech. (Shutterstock)

"Karena (keamanan dana nasabah) BPR dijamin oleh LPS, sedangkan fintech tidak.

Suara.com - Lembaga Penjamin Simpanan menilai, layanan keuangan berbasis digital atau Finansial Technology (Fintech) bukan tandingan dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR)/BPR Syariah.

Menurut LPS, tandingan utama BPR/S adalah Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) dan Bank Umum.

Direktur Eksekutif Riset, Surveilans, dan Pemeriksaan LPS Didik Madiyono menerangkan, terjaminnya keamanan nasabah menjadi pertimbangan BPR/S masih belum jadi tandingan Fintech.

"Karena (keamanan dana nasabah) BPR dijamin oleh LPS, sedangkan fintech tidak. BPR juga bisa memaksimalkan jenis kredit yang lebih bersifat relationship lending, karena jenis kredit tersebut umumnya tidak dimiliki oleh fintech," kata Didik di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

Meski begitu, Didik meminta kepada BPR/S agar menggunakan teknologi untuk memanjakan nasabah. Salah satunya, pengadaan anjungan tunai mandiri (ATM) dan internet serta mobile banking.

"Tidak hanya output tetapi juga outcome, dari pelayanan yang ditawarkan oleh rekan-rekan BPR semua kepada nasabah," tutur dia.

Didik juga menambahkan, saat ini fintech jenis jasa pinjam meminjam juga belum pengaruhi pertumbuhan kredit BPR/S. Dia menargetkan, pertumbuhan kredit BPR/S masih dalam kisaran dua digit.

"Sebetulnya data riilnya kredit BPR tumbuhnya masih lumayan masih 12 persen. Ada dampak, tapi kalau signifikan atau enggak kemungkinan kalau lihat pertumbuhan kredit BPR yang cukup di atas bank umum ya. Saya rasa masih oke, saling melengkapi, tapi kalau ada persaingan ada persaingan," tutup dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS