Sriyono, Perajin Kain Pantai yang Mendunia dari Sukoharjo

Fabiola Febrinastri

Rabu, 24 April 2019 | 10:04 WIB
Sriyono, Perajin Kain Pantai yang Mendunia dari Sukoharjo
Sriyono, perajin kain pantai dari Sukoharjo, Jawa Tengah. (Dok : LPDB - KUMKM)

Suara.com - Di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, banyak pelaku UMKM yang sukses membangun usahanya setelah mendapat pinjaman bunga lunak dari LPDB, melalui BPR Kartarsura Makmur. Salah satu kisah sukses tersebut dialami seorang lelaki paruh baya bernama Sriyono.

Bakat kecilnya dalam dunia seni batik telah mengantarkan Sriyono ke pintu gerbang kesuksesan dengan mengembangkan bisnis kain pantai. Pasarnya pun sampai tembus ke luar negeri, baik Asia maupun Eropa.

Sriyono mulai menekuni bisnis kain pantai dari level pekerja buruh pembuat batik tulis di Kota Solo, Jateng, pada 1975. Kecintaannya membuat batik rupanya telah membuat ilmu dan pengalamannya bertambah, terutama dalam hal teknik pewarnaan dan ornamen lukisan.

Singkat cerita, Sriyono memutuskan berhenti bekerja sebagai perajin batik dan mulai mencoba membangun usaha sendiri dengan membuat kain pantai pada 1995. Di awal kariernya, Sriyono bekerja hanya ditemani sang istri, dengan menyewa kontrakan untuk tinggal berdua sekaligus tempat produksi.

Dengan modal pengalaman, kala itu Sriyono hanya mau membuat kain pantai jika ada pesanan dengan sistem down payment (DP). Baru dua tahun merintis usahanya, ia jatuh karena terkena dampak krisis moneter. Bahan baku kain putih sangat mengandalkan impor dan tergantung pada mata uang dolar Amerika Serikat.

Namun demikian, Sriyono tak menyerah. Pada 2000, ia mencoba memulai lagi membangun usahanya dengan mengajukan pinjaman dari BPR Kartasura Makmur.

Uang pinjaman itu ia gunakan untuk membeli sebidang tanah dan bahan baku. Pelan-pelan bisnisnya terlihat semakin maju.

Banjir pesanan pun tak terbendung lagi. Ia mulai merekrut karyawan, dari lima orang, kini terus bertambah menjadi 30 orang. Rupanya keberadaan Sriyono telah membawa berkah tersendiri bagi warga di Desa Krajan, Kelurahan Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Betapa tidak, Sriyono adalah satu-satunya orang yang pertama kali membawa bisnis kain pantai di sini. Ia menularkan ilmu kepada warga sekitar untuk menekuni bisnis kain pantai, sehingga kini Desa Krajan dikenal sebagai perajin kain pantai.

baca juga

"Dulu waktu saya ke sini, Desa Krajan masih sepi. Saya bawa kain pantai ke sini dan banyak orang tertarik ingin belajar. Jadi mereka yang sudah membangun usaha sendiri, dulunya adalah karyawan saya. Alhamdulillah, kini Desa Krajan dikenal sebagai pusat kain pantai di Indonesia, bahkan dunia," ujarnya.

Sriyono juga menyadari bahwa kemampuannya terbatas, sehingga ia tidak bisa memenuhi seluruh permintaan pasar. Ia pun mengajak masyarakat setempat untuk belajar dan mencoba menekuni bisnis itu.

Soal ilmu, Sriyono dikenal tidak pelit berbagi pada tetangga dan masyarakat. Ia bahkan dikenal sebagai seorang yang jenius, meski hanya lulusan sekolah dasar.

Melalui tangan dinginnya, Sriyono mampu menciptakan bahan atau obat mematikan warna, sehingga warna kain yang dihasilkan tidak luntur. Kain pantai miliknya dikenal sangat berkualitas.

"Saya buat bahan mematikan warna, karena kalau saya beli di toko, mahal, dan kualitasnya juga tak begitu bagus. Lalu saya coba eksperimen. Satu kali dua kali gagal, ketiganya berhasil. Bahannya ternyata sangat sederhana, hanya dengan garam dan soda. Bahan yang saya buat bukan hanya sekadar murah, tapi menurut saya, jauh berkualitas. Kalau dulu beli di toko, sekarang saya bisa lebih hemat Rp 800 ribu untuk per kilogramnya," jelasnya.

Untuk memperkuat bisnisnya, Sriyono kembali mengajukan pinjaman ke BPR Kartasura Makmur dengan jumlah Rp 500 juta. Sebanyak Rp 300 juta untuk beli lahan dan Rp 200 juta untuk beli bahan baku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LPDB - KUMKM Terus Genjot Pengalihan Dana Bergulir di Sumbar

LPDB - KUMKM Terus Genjot Pengalihan Dana Bergulir di Sumbar

Bisnis | Jum'at, 29 Maret 2019 | 09:55 WIB

LPDB - KUMKM dan UKM Center UI Ukur Manfaat Dana Bergulir

LPDB - KUMKM dan UKM Center UI Ukur Manfaat Dana Bergulir

Bisnis | Kamis, 14 Maret 2019 | 11:22 WIB

LPDB-KUMKM Harap Penyaluran Dana di Sumbar Capai Rp 100 M

LPDB-KUMKM Harap Penyaluran Dana di Sumbar Capai Rp 100 M

Bisnis | Selasa, 05 Maret 2019 | 10:15 WIB

LPDB-KUMKM Gelar Rekonsiliasi Pengalihan Dana Bergulir

LPDB-KUMKM Gelar Rekonsiliasi Pengalihan Dana Bergulir

News | Senin, 17 Desember 2018 | 17:05 WIB

Terkini

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

×