Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Harga Telur Murah, Peternak Protes Minta Operasi Pasar Disetop

Iwan Supriyatna

Rabu, 08 Mei 2019 | 17:14 WIB
Harga Telur Murah, Peternak Protes Minta Operasi Pasar Disetop
Aktivitas jual beli telur ayam. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Peternak ayam petelur di wilayah Kabupaten Blitar mengimbau pemerintah agar tidak melanjutkan operasi pasar terkait kenaikan harga telur di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (Putera) Blitar, Sukarman, mengatakan, operasi pasar ketika harga telur masih belum terlalu tinggi dikhawatirkan akan merugikan peternak jika kemudian operasi pasar direspon dengan turunnya harga telur secara drastis.

“Harga di tingkat peternak untuk hari ini di Blitar dan sekitarnya adalah Rp 19.600 per kilogram. Seharusnya pemerintah mencari penyebab harga tinggi di Jakarta itu apa, karena harga di peternak rendah, kok di pasar di Jakarta tinggi,” ujar Sukarman kepada Suara.com, Rabu (8/5/2019).

Hal tersebut dia sampaikan menyikapi operasi pasar oleh Kementerian Pertanian terkait kenaikan harga telur di Jakarta dan sekitarnya.

Menurut Sukarman, seharusnya pemerintah lebih tepat mengambil langkah dengan terlebih dulu melakukan pengecekan harga telur di tingkat peternak.

“Kami tidak tahu kenapa di Jakarta mahal, tapi kalau di peternak rendah. Apa harga mahal di Jakarta karena broker yang bermain? Seharusnya pemerintah lebih tahu,” tegasnya.

Sukarman mengatakan, jika harga di peternak saat ini sudah rendah kemudian pemerintah melakukan operasi pasar dengan menggelontorkan telur murah ke pasaran, dampaknya bisa sangat merugikan peternak jika direspon pasar dengan harga rendah.

“Nanti di tingkat peternak bisa turun lagi dari harga saat ini. Kalau sudah begitu, peternak pasti akan merugi,” jelasnya.

Sukarman mengatakan harga telur di tingkat peternak di Blitar dan sekitarnya stabil di kisaran harga Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram lantaran harga pakan ternak yaitu jagung, bekatul, dan konsentrat memang stabil.

baca juga

Harga jagung, lanjut Sukarman, stabil di harga Rp 4.200 per kilogram sampai di kandang ayam milik peternak. Sedangkan harga konsentrat yang sangat rentan terhadap perubahan kurs rupiah, lanjutnya, juga stabil lantaran rupiah juga stabil dan justru cenderung menguat.

Di wilayah Kabupaten Blitar terdapat sekitar 4.420 peternak dengan jumlah produksi telur segar di kisaran 900 ton hingga 1.200 ton per hari. Di tingkat nasional, Blitar mengkontribusi antara 30 persen hingga 40 persen total produksi telur nasional.

Guna memenuhi kebutuhan pakan ternak, Blitar tiap hari membutuhkan sekitar 1.250 ton, konsentrat sekitar 850 ton, dan bekatul sekitar 400 ton.

Kontributor : Agus H

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Operasi Pasar Ramadan, Kementan Distribusikan Telur di 7 Pasar di Jakarta

Operasi Pasar Ramadan, Kementan Distribusikan Telur di 7 Pasar di Jakarta

Bisnis | Rabu, 08 Mei 2019 | 13:03 WIB

Harga Bawang Putih Melambung, Kemendag Gelar Operasi Pasar

Harga Bawang Putih Melambung, Kemendag Gelar Operasi Pasar

Bisnis | Kamis, 18 April 2019 | 19:11 WIB

Februari Bakal Deflasi 0,07 Persen Berkat Turunnya Harga Bahan Pokok

Februari Bakal Deflasi 0,07 Persen Berkat Turunnya Harga Bahan Pokok

Bisnis | Jum'at, 22 Februari 2019 | 17:58 WIB

Terkini

BPJS Kesehatan Perluas Akses JKN di Wilayah 3T melalui Viola dan BPJS Keliling

BPJS Kesehatan Perluas Akses JKN di Wilayah 3T melalui Viola dan BPJS Keliling

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:28 WIB

Kopdes Merah Putih Melawai Baru Raup Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Pengurus Belum Digaji

Kopdes Merah Putih Melawai Baru Raup Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Pengurus Belum Digaji

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:21 WIB

Prabowo Mau 800 BUMN Ditutup Tahun 2026, Bagaimana Nasib Asetnya?

Prabowo Mau 800 BUMN Ditutup Tahun 2026, Bagaimana Nasib Asetnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:17 WIB

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:41 WIB

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:27 WIB

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:22 WIB

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:20 WIB

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:14 WIB

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:02 WIB

×