Soal Tarif Impor dan Perang Dagang, Trump Serukan China Mau Negosiasi

Pebriansyah Ariefana | Muslimin Trisyuliono
Soal Tarif Impor dan Perang Dagang, Trump Serukan China Mau Negosiasi
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersama Melania Trump tiba di Buenos Aires, Argentina, Kamis (29/11). [SAUL LOEB / AFP]

Presiden Trump mengklaim China kalah telak dalam negosiasi dagang.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan China untuk segera bertindak untuk negosiasi perang dagang atau menghadapi resiko lebih buruk. Hal tersebut diungkapkan setelah Presiden Trump akan maju kembali dalam pemilihan presiden 2020.

Dikutip dari CNBC, Presiden Trump mengklaim China kalah telak dalam negosiasi dagang. Presiden Trump optimis bahwa dalam pemilihan presiden mendatang akan menang.

Sehingga memperingatkan China untuk kesepakatan dagang akan jauh lebih buruk pada periode kedua nanti.

Negosiator China dan Amerika Serikat telah mengadakan pembicaraan perdagangan di Washington hari Jumat lalu mengenai kenaikan tarif impor barang asal China . Dalam kebijakan tersebut Presiden Trump mengancam menaikkan dua kali lipat tarif untuk barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS dari 25 persen barang-barang China.

Menteri Keuangan Amerika Serikat Steve Mnunchin menjelaskan tidak ada pembicaraan perdagangan lebih lanjut antar kedua negara hingga sekarang. Diketahui lambatnya kemajuan dalam negosiasi menjadi alasan Presiden Trump melakukan kebijakan tersebut.

Sedangkan negosiator China dilaporkan telah mundur dari aspek utama perjanjian perdagangan. Hal tersebut menghilangkan komitmen untuk mengubah undang-undang domestik untuk mengatasi kekhawatiran Amerika Serikat untuk pencurian kekayaan intelektual dan transfer teknologi. (CNBC)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS